Setelah Empat Tahun, SEC Tutup Penyelidikan terhadap Aave

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) resmi mengakhiri penyelidikan panjang terhadap Aave. Keputusan ini menandai babak baru bagi protokol DeFi tersebut, sekaligus mencerminkan perubahan sikap regulator AS terhadap industri kripto.

Aave Lolos, SEC Akhiri Penyelidikan

Kabar penghentian penyelidikan SEC terhadap Aave disampaikan oleh pendiri sekaligus CEO Aave, Stani Kulechov, melalui tweet yang diunggah pada Selasa (16/12/2025), kepada publik.

“Setelah empat tahun, kami akhirnya siap membagikan bahwa SEC telah menyelesaikan penyelidikannya terhadap protokol Aave,” jelasnya.

Ia membagikan surat resmi dari SEC tertanggal 12 Agustus 2025 yang menegaskan bahwa tidak ada rekomendasi tindakan penegakan hukum terhadap Aave dalam dokumen tersebut.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Isi surat tersebut juga mengindikasikan bahwa Aave sempat berada dalam potensi ancaman penegakan hukum. Namun, hingga akhir proses, tidak ada rekomendasi tindakan yang dikeluarkan oleh regulator pasar modal AS tersebut.

BACA JUGA:  Analis Kripto Hari Ini: HBAR, SHIB, ADA, TAO dan NEAR
Surat yang Dikirim SEC ke Aave - Stani Kulechov
Surat yang Dikirim SEC ke Aave – Stani Kulechov

Menariknya, berdasarkan catatan publik di situs resmi SEC, tidak ditemukan adanya Wells notice yang pernah diterbitkan untuk Aave. Wells notice sendiri merupakan pemberitahuan resmi bahwa suatu entitas berpotensi menghadapi tindakan penegakan hukum.

Meski begitu, penutupan kasus ini dipandang sebagai sinyal positif bagi Decentralized Finance (DeFi). Khususnya bagi pengembang dan pelaku industri yang selama ini menghadapi ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat.

DeFi telah menghadapi tekanan regulasi yang tidak adil dalam beberapa tahun terakhir. Kami senang bisa meninggalkan hal ini dan memasuki era baru di mana pengembang dapat membangun masa depan keuangan,” pungkas Kulechov.

Harga AAVE Menguat, Sikap AS terhadap Kripto Melunak

Pasar merespons kabar tersebut dengan cepat. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga AAVE sempat melonjak lebih dari 4 persen dalam 24 jam terakhir, menyentuh level US$188 sebelum terkoreksi ke kisaran US$184 hingga US$185.

BACA JUGA:  Hyperliquid Policy Center Hadir di Washington, Didukung 1 Juta HYPE

Penutupan penyelidikan Aave juga dinilai sebagai bagian dari tren pelonggaran sikap SEC terhadap industri kripto. Sejak Donald Trump kembali menjabat pada Januari, regulator mulai menghentikan sejumlah penyelidikan dan kasus lama.

Beberapa nama besar yang turut merasakan perubahan ini antara lain Uniswap Labs, Gemini, dan juga Ripple. Kasus-kasus yang sempat berjalan bertahun-tahun kini dihentikan tanpa eskalasi lanjutan.

Ripple Bayar Rp750 Miliar untuk Akhiri Gugatan SEC soal XRP

Perkembangan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang saat ini semakin terbuka terhadap kripto, memberi harapan akan regulasi crypto yang lebih ramah dan ruang inovasi yang lebih luas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia