Satu whale Ethereum yang tercatat telah memegang altcoin Ether (ETH) selama kurang lebih empat tahun dilaporkan melakukan rotasi portofolio besar.
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan EmberCN, alamat dompet tersebut telah menjual 14.145 ETH dengan nilai sekitar US$44,3 juta dan menukarnya menjadi 492 WBTC, yang merepresentasikan eksposur setara Bitcoin.
Transaksi ini langsung menjadi perhatian pelaku pasar karena melibatkan volume besar dan dilakukan oleh investor jangka panjang, bukan trader jangka pendek.

Identitas pemilik dompet tidak diketahui, namun pola historis menunjukkan bahwa alamat ini tergolong sebagai whale Ethereum dengan kepemilikan signifikan sejak awal 2022.
Whale Ethereum tersebut diketahui melepas seluruh posisi ETH-nya secara bertahap dan menukarkannya ke dalam bentuk Wrapped Bitcoin (WBTC). WBTC merupakan token yang nilainya dipatok satu banding satu dengan Bitcoin (BTC) dan digunakan secara luas di ekosistem Ethereum.
Dengan mekanisme ini, whale tersebut tidak membeli BTC secara langsung di jaringan Bitcoin, melainkan memindahkan eksposur nilai dari ETH ke BTC melalui aset tokenisasi.
Detail Transaksi dan Riwayat Akumulasi
Data on-chain menunjukkan bahwa transaksi swap dilakukan pada rasio sekitar 0,03478 WBTC per ETH. Dengan rasio tersebut, harga efektif Bitcoin dalam transaksi ini berada di kisaran US$90.000 per BTC.
Total hasil konversi mencapai 492 WBTC, menjadikan aksi ini sebagai salah satu rotasi portofolio berbasis Ethereum terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Riwayat dompet ini menunjukkan bahwa whale Ethereum tersebut mulai mengakumulasi ETH sejak awal 2022. Total akumulasi awal tercatat mencapai sekitar 22.344 ETH, dengan harga beli rata-rata di kisaran US$2.900 per ETH.
Selama periode tersebut, dompet ini relatif jarang melakukan transaksi keluar, sehingga pergerakan kali ini menandai perubahan signifikan dalam strategi kepemilikan asetnya.
Pola kepemilikan jangka panjang ini memperkuat indikasi bahwa aksi jual dan swap bukanlah respons terhadap fluktuasi harga jangka pendek. Sebaliknya, transaksi ini lebih mencerminkan penyesuaian alokasi aset oleh investor besar yang sebelumnya menempatkan kepercayaan jangka panjang pada Ethereum.
Aksi Whale Ethereum Picu Sorotan soal Sentimen Pasar Kripto
Tidak ada informasi resmi yang menjelaskan motif di balik keputusan whale Ethereum tersebut. Namun, dalam praktik pasar kripto, rotasi dari ETH ke BTC kerap diartikan sebagai langkah defensif atau upaya menyeimbangkan risiko portofolio.
Bitcoin secara historis dipandang sebagai aset utama dengan volatilitas relatif lebih rendah dibandingkan altcoin, termasuk Ethereum.
Dampak langsung dari transaksi ini terhadap pasar ETH berpotensi muncul dalam bentuk tekanan jual jangka pendek, terutama jika sebagian ETH dilepas melalui likuiditas terbuka sebelum proses swap selesai.
Namun, pengaruh terhadap pasar Bitcoin dinilai lebih terbatas karena WBTC hanya merepresentasikan BTC yang sudah ada, bukan menciptakan pasokan baru di jaringan Bitcoin.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



