Setelah Melonjak, Harga Bitcoin Kini Masuk Fase yang Biasa Muncul sebelum Tren Besar

Pasar aset kripto kembali menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah lonjakan volatilitas yang terjadi pada pekan lalu.

Data on-chain terbaru dari XWIN Research Japan di CryptoQuant mengungkap bahwa indikator Net Realized Profit and Loss (NRPL) Bitcoin telah kembali ke zona netral dalam beberapa hari terakhir.

Temuan ini menjadi sorotan karena kondisi tersebut kerap muncul sebelum pasar memasuki tren besar berikutnya. Situasi ini dipertegas oleh pergerakan harga Bitcoin yang kini bertahan di sekitar kisaran US$90.000, menandakan tidak adanya dominasi kuat antara tekanan jual maupun dorongan beli.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Menurut XWIN, fase normalisasi ini dimulai setelah rentetan volatilitas tajam yang terjadi pada 22–24 November. Selama periode tersebut, NRPL mencatat lonjakan besar baik ke wilayah positif maupun negatif, mencerminkan gelombang aksi ambil untung hingga penjualan paksa yang sempat menekan struktur pasar.

“NRPL yang kembali mendekati garis nol menunjukkan pasar memasuki quiet equilibrium,” ujar analis XWIN.

NRPL Netral, Fondasi Baru untuk Pergerakan Harga Bitcoin

NRPL adalah indikator penting yang menilai apakah pasar didominasi oleh realisasi laba atau realisasi rugi. Pergerakan indikator ini yang kembali menyempit menuju garis nol dinilai sebagai sinyal bahwa pasar sedang memasuki tahap keseimbangan struktural, di mana tekanan jual maupun aksi beli besar tidak lagi mendominasi.

BACA JUGA:  Whale Pindahkan US$8,3 Miliar Bitcoin ke Binance, Siap Jual?

Pola semacam ini, menurut XWIN, sering kali muncul setelah fase pembersihan besar akibat capitulation atau aksi jual paksa mereda.

Kondisi tersebut terlihat jelas ketika NRPL bergerak dari wilayah negatif yang dalam, berayun ke positif, kemudian kembali menyatu di sekitar nol mulai 25 November. Stabilitas ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku pasar sedang menunggu arah baru setelah tekanan internal mereda.

Secara historis, pola NRPL netral kerap mendahului terbentuknya tren baru dalam harga Bitcoin, baik menuju penguatan jangka menengah maupun penurunan lanjutan.

Situasi pasar yang lebih tenang juga tercermin dari stabilnya harga Bitcoin di level US$90.000. Tidak ada tekanan jual agresif yang biasanya mendorong harga turun tajam, namun belum terlihat pula momentum beli yang cukup kuat untuk mendorong pergerakan naik signifikan.

Karena itu, para analis menilai bahwa pasar kini berada di fase transisi yang kerap menjadi titik awal sebelum arah besar berikutnya muncul.

BACA JUGA:  Bos Coinbase: Investor Ritel Diam-diam Serok BTC dan ETH

Tekanan dari Whale: Ada yang Rugi Besar Saat Harga Menguat

Di tengah tanda-tanda stabilisasi itu, aktivitas investor besar atau whale juga menjadi perhatian. Analis kripto bernama Ted melaporkan bahwa salah satu whale melakukan penjualan besar yang mencengangkan.

Ted mengungkap bahwa seorang whale menjual BTC senilai US$45,37 juta pada hari itu dan mencatat kerugian sekitar US$10,58 juta. Whale tersebut diketahui membeli BTC senilai $55.95 juta setelah kejatuhan harga pada 10 Oktober lalu.

Aksi jual tersebut mengindikasikan bahwa sebagian whale memanfaatkan relief rally dalam beberapa hari terakhir untuk keluar dari posisinya.

Pergerakan semacam ini sering kali menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku besar melihat momentum penguatan saat ini sebagai peluang untuk mengurangi eksposur, meski dengan konsekuensi kerugian signifikan.

Dengan kata lain, tekanan jual dari sebagian whale dapat memberikan gambaran bahwa struktur pasar belum sepenuhnya pulih.

Meskipun demikian, data NRPL yang telah kembali ke zona netral menunjukkan bahwa tekanan jual tersebut tidak lagi menghasilkan guncangan besar bagi harga Bitcoin.

BACA JUGA:  Whale Bitcoin Ini Jual 5.000 BTC, Bagaimana Pasar Bereaksi?

Pasar terlihat mampu menyerap aksi distribusi dari pemain besar tanpa menciptakan penurunan ekstrem seperti sebelumnya. Hal ini mendukung pandangan bahwa fase pembersihan telah sebagian besar selesai, dan pasar kini berada di landasan yang lebih stabil.

Pertanyaan besar selanjutnya adalah ke mana arah harga Bitcoin akan bergerak. XWIN menilai bahwa perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada posisi NRPL terhadap garis nol.

Jika indikator mampu bertahan di wilayah positif, ini menandakan arus masuk modal yang lebih sehat dan potensi pembentukan tren naik baru. Sebaliknya, jika NRPL kembali tergelincir ke wilayah negatif, pasar mungkin menghadapi tekanan ulang yang dapat mendorong harga bergerak lebih rendah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia