Langkah besar menuju adopsi DeFi oleh korporasi semakin jelas. Sharplink Gaming, perusahaan publik yang terdaftar di Nasdaq, resmi menjalin kemitraan dengan Consensys untuk menyalurkan sebagian besar aset Ethereum dalam strategi DAT mereka ke jaringan Linea.
Sharplink Incar Efisiensi dan Imbal Hasil Lewat DeFi
Menurut keterangan resmi Sharplink Gaming pada Selasa (28/10/2025), mereka akan menempatkan dana senilai US$200 juta dalam bentuk Ethereum ke Linea, Layer-2 berbasis zkEVM milik Consensys. Jumlah tersebut mewakili lebih dari 5 investasi ETH Sharplink yang mencapai US$3,47 miliar.

Langkah ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan ether.fi dan EigenCloud, dua protokol yang berfokus pada liquid staking dan juga restaking untuk memaksimalkan potensi hasil (yield) dari aset kripto yang dimiliki dan akan dikelola oleh Anchorage Digital Bank sebagai kustodian.
Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi dan menghasilkan imbal hasil Ethereum yang kompetitif dengan risiko terukur. Dengan memanfaatkan infrastruktur Linea, Sharplink berharap dapat meningkatkan hasil yang lebih baik bagi para stakeholder-nya.
“Langkah ini memungkinkan kami untuk mengakses peluang terbaik dari staking, restaking, dan yield DeFi di jaringan Ethereum, sambil tetap menjaga standar keamanan institusional yang diharapkan oleh para pemegang saham kami,” ujar Joseph Chalom, Co-CEO Sharplink.
Secara sederhana, staking adalah proses mengunci kripto untuk mengamankan jaringan dan mendapatkan imbalan. Restaking, di sisi lain, memungkinkan aset yang sudah di-stake untuk digunakan kembali dalam layanan tambahan, memberikan peluang imbal hasil ganda.
Berdasarkan data Ethereum Strategic Reserve, Sharplink merupakan pemegang korporat ETH terbesar kedua di dunia dengan 859.400 ETH. Langkah yang diambil oleh perusahaan DAT tersebut berpotensi menjadi contoh bagi korporasi lain untuk ikut terlibat di ekosistem DeFi.
Korporasi Kian Serius Garap DeFi
Sharplink bukanlah satu-satunya perusahaan yang menaruh perhatian pada DeFi. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak entitas besar mulai melihat sistem keuangan terdesentralisasi sebagai cara untuk mengoptimalkan aset digital dan memperluas sumber pendapatan mereka.
Pada awal September, ETHZilla (ETHZ) mengumumkan rencana menempatkan dana senilai US$100 juta dalam bentuk ETH ke ether.fi. Dengan lebih dari 102.000 ETH, ETHZilla kini tercatat sebagai perusahaan DAT berbasis Ethereum terbesar kelima di dunia.
Fenomena ini tidak hanya datang dari sektor komersial. Lembaga nirlaba seperti Ethereum Foundation juga mengambil langkah serupa. Organisasi tersebut telah menempatkan 45.000 ETH ke sejumlah protokol DeFi, termasuk Spark dan Compound.
Tak ketinggalan, centralized exchange (CEX) turut merespons tren ini. Coinbase, misalnya, bekerja sama dengan Morpho untuk memungkinkan pengguna meminjamkan stablecoin USDC dengan imbal hasil hingga 10 persen.
Langkah Sharplink dan berbagai perusahaan lain menandai pergeseran besar menuju adopsi DeFi di level institusional. Dengan nilai penempatan yang fantastis tren ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan terhadap infrastruktur blockchain dan peluang yang ditawarkannya. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



