Data on-chain terbaru mengindikasikan adanya aksi borong diam-diam token Shiba Inu (SHIB) di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.
Sinyal tersebut disampaikan oleh analis on-chain TopNotch di CryptoQuant pada hari Senin (5/1/2026), yang menilai tekanan beli mulai terbentuk seiring berkurangnya pasokan token di bursa dan meningkatnya aktivitas derivatif.
Temuan ini muncul saat SHIB mencatat pemulihan harga signifikan dalam sepekan terakhir, meski secara tahunan masih berada jauh di bawah puncak sebelumnya.
Shiba Inu saat ini memiliki nilai pasar di atas US$5 miliar. Dalam tujuh hari terakhir, harga SHIB naik lebih dari 25 persen dan bertahan di area permintaan kuat pada kisaran US$0,00000630 hingga US$0,00000800.
Menurut analis tersebut, area permintaan itu dinilai krusial karena menjadi zona penyerapan tekanan jual yang cukup konsisten, di tengah kondisi pasar yang sebelumnya cenderung melemah.
TopNotch menyoroti periode Januari 2025 hingga Januari 2026 sebagai fase koreksi tajam bagi SHIB, dengan penurunan harga lebih dari 70 persen. Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan fundamental.

Data on-chain menunjukkan cadangan SHIB di bursa turun drastis dari sekitar 140 triliun token menjadi 82 triliun token. Penurunan cadangan bursa ini menandakan berkurangnya token yang siap dijual di pasar terbuka.
“Penurunan cadangan di bursa biasanya mencerminkan kombinasi antara proses burning yang konsisten dan akumulasi oleh pelaku pasar berpengalaman. Dalam banyak kasus sebelumnya, pola seperti ini sering muncul menjelang perubahan arah tren harga,” ungkap TopNotch.
Tekanan Jual Menurun, Aktivitas Jaringan Mulai Pulih
Dari sisi on-chain, TopNotch menjelaskan bahwa level harga SHIB saat ini berada di area support historis yang pernah memicu pantulan harga pada siklus sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang kenaikan lanjutan jika tekanan beli mampu dipertahankan.
Sejalan dengan itu, data jaringan menunjukkan adanya peningkatan ringan pada jumlah transaksi dan alamat aktif, yang mengindikasikan mulai pulihnya partisipasi pengguna.
Di sisi lain, secara teknikal, analis pasar Javon Marks menilai bahwa pergerakan harga SHIB telah mengikuti pola bullish divergence, yang dalam sejarahnya sering diikuti oleh fase breakout.

Dalam pandangannya, pola descending wedge yang terbentuk membuka peluang kenaikan signifikan, dengan area target divergence berada di sekitar US$0,000032. Ia menilai potensi penguatan tersebut dapat mencapai lebih dari 246 persen apabila breakout berlanjut dan didukung oleh momentum pasar yang memadai.
Meski demikian, TopNotch menekankan bahwa faktor on-chain tetap menjadi kunci.
“Selama harga mampu bertahan di support historis dan tidak terjadi lonjakan pasokan ke bursa, peluang rebound tetap terbuka,” ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa dinamika pasokan dan permintaan masih menjadi penentu utama pergerakan SHIB dalam jangka menengah.
Lonjakan Minat Derivatif Perkuat Sinyal Akumulasi Shiba Inu
Selain pasar spot, peningkatan minat juga terlihat jelas di pasar derivatif. Dalam lima hari terakhir, volume perdagangan derivatif SHIB tercatat melampaui US$1,8 miliar.
Pada awal pekan ini, volume intraday mencapai sekitar US$490 juta, mencerminkan aktivitas spekulatif yang meningkat. Sementara itu, open interest harian berada di level US$126 juta, naik lebih dari 50 persen dibandingkan posisi pada 30 Desember 2025.
Lonjakan open interest ini menunjukkan bertambahnya posisi terbuka dari para trader, yang umumnya menandakan ekspektasi volatilitas dan pergerakan harga yang lebih besar. Dalam konteks saat ini, peningkatan tersebut dipandang selaras dengan berkurangnya tekanan jual di pasar spot akibat penurunan cadangan bursa.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



