Siapa Raja Bitcoin 2026? Ini Perbandingan Performa MSTR, BlackRock hingga Metaplanet!

Bitcoin memang masih menjadi aset utama yang diperhatikan investor kripto pada 2026. Namun, cara investor mendapatkan eksposur ke Bitcoin kini tidak lagi terbatas pada membeli BTC secara langsung. Ada yang memilih saham perusahaan pemegang Bitcoin seperti Strategy dan Metaplanet, ada juga yang memilih ETF Bitcoin seperti iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund, hingga Grayscale Bitcoin Trust. Pertanyaannya, dari berbagai instrumen tersebut, siapa yang paling unggul pada 2026?

BACA JUGA: To The Moon! Segini Nilai Bitcoin Elon Musk Setelah SpaceX IPO!

Raja Bitcoin 2026

Berdasarkan data snapshot per 18 Juni 2026, ada delapan instrumen besar yang menarik untuk dibandingkan, yaitu Strategy (MSTR), iShares Bitcoin Trust (IBIT), Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), Grayscale Bitcoin Mini Trust (BTC), Twenty One Capital (XXI), Metaplanet Inc (MPJPY), dan Bitwise Bitcoin ETF (BITB).

Perbandingan ini penting karena meskipun semuanya sama-sama berkaitan dengan Bitcoin, hasil yang diterima investor bisa sangat berbeda. Ada instrumen yang memiliki Bitcoin sangat besar, ada yang unggul dari sisi nilai aset, ada yang lebih efisien dari sisi biaya, dan ada juga yang performanya justru tertinggal jauh dari Bitcoin itu sendiri.

BACA JUGA:  Apa Itu Security Token Offering (STO) dalam Crypto? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya!

MSTR Masih Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar

Jumlah Bitcoin yang Dimiliki
Jumlah Bitcoin yang Dimiliki Perusahaan Treasury dan ETF Bitcoin.

Dari sisi jumlah Bitcoin yang dimiliki, Strategy atau MSTR masih menjadi pemain terbesar dalam daftar ini. Perusahaan tersebut tercatat memiliki 846.842 BTC per 18 Juni 2026.

Posisi kedua ditempati oleh iShares Bitcoin Trust atau IBIT milik BlackRock dengan 811.291 BTC. Selisih antara MSTR dan IBIT sebenarnya tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan pemain lain. Keduanya sama-sama berada di level lebih dari 800 ribu BTC.

Setelah itu, jaraknya mulai melebar. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund atau FBTC berada di posisi ketiga dengan 180.018 BTC, disusul Grayscale Bitcoin Trust atau GBTC dengan 140.157 BTC.

Sementara itu, Grayscale Bitcoin Mini Trust memiliki 53.522 BTC, Twenty One Capital memiliki 43.514 BTC, Metaplanet memiliki 40.177 BTC, dan Bitwise Bitcoin ETF memiliki 36.788 BTC.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Artinya, dari sisi jumlah Bitcoin murni, persaingan utama berada di antara MSTR dan IBIT. MSTR unggul sebagai perusahaan treasury Bitcoin, sedangkan IBIT unggul sebagai ETF Bitcoin terbesar dalam daftar ini.

BACA JUGA: Begini Cara Michael Saylor Beli Bitcoin Cuma Modal Dengkul!

Nilai Bitcoin yang Dimiliki Tembus Ratusan Triliun Rupiah

Nilai Bitcoin yang Dimiliki
Nilai Bitcoin yang Dimiliki Perusahaan Treasury dan ETF.

Jika jumlah Bitcoin tersebut dikonversi ke rupiah berdasarkan data penutupan pasar per 18 Juni 2026, MSTR masih menjadi pemilik nilai Bitcoin terbesar. Nilai Bitcoin yang dimiliki Strategy mencapai sekitar Rp949,2 triliun.

IBIT berada tidak jauh di belakang dengan nilai Bitcoin sekitar Rp909,4 triliun. Ini membuat BlackRock melalui IBIT menjadi penantang paling serius bagi dominasi Strategy.

Di bawah dua pemain besar tersebut, FBTC memiliki nilai Bitcoin sekitar Rp201,8 triliun, sedangkan GBTC memiliki sekitar Rp157,1 triliun. Grayscale Bitcoin Mini Trust berada di kisaran Rp60,0 triliun.

Sementara itu, Twenty One Capital memiliki nilai Bitcoin sekitar Rp48,8 triliun, Metaplanet sekitar Rp45,0 triliun, dan Bitwise Bitcoin ETF sekitar Rp41,2 triliun.

Dari sini terlihat bahwa MSTR dan IBIT berada di kelas yang berbeda dibandingkan instrumen lainnya. Keduanya sama-sama menguasai Bitcoin bernilai lebih dari Rp900 triliun. Sementara pemain lain masih berada jauh di bawahnya.

Namun, nilai Bitcoin yang dimiliki bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan investor. Nilai aset besar belum tentu berarti performa harga saham atau ETF-nya paling baik.

IBIT Jadi Juara AUM Terbesar

Marketcap atau AUM
Marketcap atau AUM Perusahaan Treasury dan ETF Bitcoin.

Jika menggunakan ukuran market cap untuk perusahaan treasury dan AUM untuk ETF, posisi teratas justru ditempati oleh IBIT. AUM IBIT tercatat sebesar Rp909,4 triliun.

Di posisi kedua ada MSTR dengan market cap Rp712,8 triliun. Ini menarik karena nilai Bitcoin yang dimiliki MSTR mencapai Rp949,2 triliun, lebih besar daripada market cap-nya.

Secara sederhana, ini berarti nilai Bitcoin yang berada di neraca Strategy lebih besar dibandingkan nilai pasar perusahaan tersebut pada snapshot data ini.

Bagi sebagian investor, kondisi seperti ini bisa dianggap menarik. Namun, bagi investor pemula, ini juga perlu dibaca dengan hati-hati karena saham treasury Bitcoin memiliki risiko yang berbeda dari ETF.

Di posisi berikutnya ada FBTC dengan AUM Rp201,8 triliun, GBTC Rp157,1 triliun, Grayscale Bitcoin Mini Trust Rp60,0 triliun, Bitwise Bitcoin ETF Rp41,2 triliun, Twenty One Capital Rp34,0 triliun, dan Metaplanet Rp33,1 triliun.

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa IBIT unggul dari sisi skala produk investasi, sementara MSTR unggul dari sisi jumlah Bitcoin yang dimiliki.

Jadi, jika pertanyaannya “siapa raja Bitcoin dari sisi aset yang dikelola?”, jawabannya cenderung mengarah ke IBIT. Tetapi jika pertanyaannya “siapa perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar?”, MSTR masih unggul.

BACA JUGA:  Meski Venture Capital Makin Selektif, Exchange Crypto Lokal Tetap Seksi!

Ringkasan Performa Harga YTD

Bagian menarik selanjutnya adalah perbandingan performa harga sepanjang 2026. Berdasarkan data per 18 Juni 2026, performa Bitcoin YTD berada di -28,13 persen.

Artinya, Bitcoin sendiri sedang berada dalam tekanan sepanjang tahun berjalan. Namun, ketika dibandingkan dengan saham dan ETF terkait Bitcoin, hasilnya tidak semuanya sama.

MSTR menjadi instrumen dengan performa terbaik dalam daftar ini, dengan penurunan -25,94 persen. Meski masih negatif, MSTR berhasil mencatat performa lebih baik dibandingkan Bitcoin YTD yang turun -28,13 persen.

Ini berarti MSTR menjadi satu-satunya instrumen dalam daftar yang berhasil mengungguli performa Bitcoin berdasarkan data snapshot tersebut.

Di bawah MSTR, ada FBTC dengan performa -28,15 persen. Angka ini sangat dekat dengan Bitcoin, hanya sedikit lebih rendah. Kemudian ada BITB dengan -28,24 persen, IBIT dengan -28,26 persen, Grayscale Bitcoin Mini Trust dengan -28,38 persen, dan GBTC dengan -28,87 persen.

Sementara itu, perusahaan treasury lain mencatat tekanan yang lebih besar. Twenty One Capital turun -36,99 persen, sedangkan Metaplanet menjadi yang paling lemah dengan penurunan -44,38 persen.

Urutan performa terbaik ke terburuk adalah seperti berikut ini:

Performa Harga YTD
Performa Harga YTD Saham Perusahaan Treasury dan NAV ETF Bitcoin.

Data ini memberi pelajaran penting untuk investor pemula. Instrumen yang sama-sama terkait Bitcoin tidak otomatis memiliki performa yang sama. ETF Bitcoin cenderung bergerak dekat dengan Bitcoin, sedangkan saham treasury Bitcoin bisa bergerak lebih ekstrem, baik ke atas maupun ke bawah.

BACA JUGA: Bukan Negara Ronaldo, Trader Memprediksi Negara Ini yang Masuk Final FIFA World Cup 2026!

Kenapa Performa Saham Treasury Bisa Berbeda dari ETF?

Untuk memahami perbedaan ini, investor perlu membedakan antara ETF Bitcoin dan perusahaan treasury Bitcoin.

ETF Bitcoin pada dasarnya dirancang untuk memberikan eksposur yang lebih langsung terhadap harga Bitcoin. Jika harga Bitcoin turun, nilai ETF biasanya ikut turun. Jika harga Bitcoin naik, ETF juga cenderung ikut naik. Pergerakannya lebih sederhana dan mudah dipahami.

Sementara itu, perusahaan treasury Bitcoin adalah perusahaan publik yang menyimpan Bitcoin di neracanya. Contohnya MSTR, Twenty One Capital, dan Metaplanet. Harga saham perusahaan seperti ini tidak hanya dipengaruhi oleh harga Bitcoin, tetapi juga oleh faktor lain seperti persepsi investor, strategi akumulasi Bitcoin, struktur modal, risiko bisnis, sentimen pasar saham, hingga ekspektasi terhadap manajemen perusahaan.

Itulah kenapa MSTR bisa mengungguli Bitcoin, sementara Metaplanet dan Twenty One Capital justru tertinggal jauh. Meskipun sama-sama memegang Bitcoin, mekanisme harga saham mereka tidak sesederhana ETF.

Oleh karena itu, ETF Bitcoin cocok untuk investor yang ingin eksposur lebih langsung ke Bitcoin. Sementara saham treasury Bitcoin lebih cocok untuk investor yang siap menghadapi volatilitas tambahan.

Perbandingan Management Fee ETF Bitcoin

Dari sisi biaya, perusahaan treasury seperti MSTR, XXI, dan Metaplanet tidak memiliki management fee seperti ETF. Namun, bukan berarti saham treasury bebas risiko atau selalu lebih murah. Investor tetap perlu memperhatikan risiko harga saham, struktur perusahaan, dan volatilitas pasar.

Untuk produk ETF, Grayscale Bitcoin Mini Trust atau BTC menjadi yang paling murah dengan management fee 0,15 persen. Setelah itu ada Bitwise Bitcoin ETF atau BITB dengan fee 0,20 persen.

IBIT dan FBTC sama-sama memiliki management fee 0,25 persen. Sementara itu, GBTC menjadi yang paling mahal dengan management fee 1,50 persen.

Management Fee
Management Fee ETF Bitcoin.

Bagi investor jangka panjang, management fee penting karena biaya tahunan bisa mengurangi hasil investasi. Selisih fee yang terlihat kecil dalam satu tahun bisa menjadi besar jika dihitung dalam jangka panjang.

Dari sisi efisiensi biaya, BTC Mini dan BITB terlihat menarik. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor lain seperti likuiditas, skala AUM, reputasi penerbit, serta preferensi pribadi.

Ringkasan Perbandingan Treasury vs ETF Bitcoin

Perusahaan Treasury vs ETF
Ringkasan Perusahaan Treasury vs ETF.

Jika digabung berdasarkan kategori, perusahaan treasury dalam daftar ini terdiri dari MSTR, XXI, dan MPJPY. Total Bitcoin yang dimiliki ketiganya mencapai 930.533 BTC.

Sementara itu, kategori ETF yang terdiri dari IBIT, FBTC, GBTC, BTC Mini, dan BITB memiliki total 1.221.776 BTC.

Dari sisi total Bitcoin, ETF unggul dibandingkan perusahaan treasury. Ini menunjukkan bahwa produk ETF telah menjadi saluran besar bagi investor institusional maupun ritel untuk mendapatkan eksposur Bitcoin tanpa harus membeli BTC secara langsung.

Namun dari sisi performa terbaik, perusahaan treasury tetap punya cerita menarik karena MSTR menjadi satu-satunya instrumen yang mengungguli Bitcoin YTD. Masalahnya, kategori treasury juga memiliki performa terburuk, yaitu Metaplanet dengan penurunan -44,38 persen.

Dengan kata lain, treasury company menawarkan peluang yang lebih agresif, tetapi juga membawa risiko yang lebih besar.

ETF terlihat lebih stabil karena performanya lebih dekat dengan Bitcoin. FBTC, BITB, IBIT, BTC Mini, dan GBTC semuanya bergerak di sekitar penurunan 28 persen. Ini membuat ETF lebih mudah dipahami investor pemula yang ingin mengikuti pergerakan Bitcoin tanpa mengambil risiko tambahan dari saham perusahaan.

BACA JUGA:  7 Prop Firm Crypto Terbaik Buat Dapetin Tambahan Modal Trading!

Jadi, Siapa Raja Bitcoin 2026?

Setelah mengulas performa perusahaan treasury dan ETF Bitcoin, sejauh ini kita bisa melihat siapa yang menjadi raja bitcoin 2026 dan ini tergantung kategori yang digunakan.

Jika ukurannya adalah jumlah Bitcoin yang dimiliki, maka MSTR masih menjadi raja dengan 846.842 BTC. Jika ukurannya adalah AUM atau skala produk investasi, maka IBIT milik BlackRock menjadi yang terbesar dengan AUM sekitar Rp909,4 triliun.

Jika ukurannya adalah performa harga YTD, maka MSTR juga menjadi pemenang karena hanya turun -25,94 persen, lebih baik dibandingkan Bitcoin yang turun -28,13 persen. Jika ukurannya adalah efisiensi management fee di antara ETF, maka Grayscale Bitcoin Mini Trust unggul dengan fee 0,15 persen, disusul BITB dengan 0,20 persen.

Namun, jika investor mencari instrumen yang paling sederhana untuk memahami pergerakan Bitcoin, ETF seperti IBIT, FBTC, BITB, BTC Mini, dan GBTC lebih mudah dibaca karena performanya cenderung mengikuti Bitcoin.

Sebaliknya, jika investor mencari eksposur yang lebih agresif dan siap menerima risiko tambahan, saham treasury seperti MSTR, XXI, dan MPJPY bisa menjadi pilihan untuk dipelajari lebih lanjut. Tetapi data 2026 menunjukkan bahwa risiko di kategori ini tidak kecil. MSTR memang unggul, tetapi XXI dan Metaplanet justru tertinggal jauh dari Bitcoin.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait