Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, dikenal sebagai sosok dengan pengalaman panjang dalam dunia investasi dan trading. Ia kerap menjadi figur kontroversial karena pandangannya yang tegas dan berbeda.
Kali ini, perhatian tertuju pada informasi yang diungkapkan oleh putranya, Yudo Sadewa, mengenai pandangan Purbaya tentang peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai, setara dengan emas.
Purbaya Sejajarkan Bitcoin dengan Emas
Dalam sesi live Discord Akademi Crypto pada Minggu (09/11/2025), Yudo Sadewa, salah satu influencer kripto yang juga merupakan putra dari Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membahas pandangan keluarganya mengenai Bitcoin.
Sesi tersebut berlangsung bersama Kalimasada, rekan Timothy Ronald dalam membangun kelas AC, dengan pembahasan seputar industri kripto dan dinamika pasar.
Yudo mengungkapkan bahwa minatnya terhadap kripto sejak awal diperkenalkan langsung oleh Purbaya. Hal tersebut cukup sejalan dengan rekam jejak sang ayah yang dikenal memiliki latar belakang kuat dalam aktivitas trading.
Krisis Mendekat, Anak Purbaya Sarankan Investasi Bitcoin dan Emas
Yang menarik perhatian komunitas adalah pandangan Purbaya mengenai peran Bitcoin. Menurut Yudo, ayahnya memandang Bitcoin bukan sebagai mata uang untuk transaksi sehari-hari, tetapi sebagai aset lindung nilai.
“Bapak bilang crypto sebagai aset lindung nilai, bukan sebagai uang. Orang-orang bilang cryptocurrency itu mata uang atau value-nya di situ, tapi kata bapak enggak. Bapak bilang Bitcoin itu aset lindung nilai,” jelas Yudo.
Pernyataan tersebut kemudian ia pertegas dengan alasan utama di balik pandangan tersebut: sifat Bitcoin yang memiliki pasokan yang terbatas.
“Bitcoin jumlahnya terbatas, jadi sama dengan emas,” tambahnya.
Sebagai informasi, supply Bitcoin hanya 21 juta BTC, dan unit terakhir diperkirakan baru akan ditambang sekitar tahun 2140. Keterbatasan inilah yang membuat Bitcoin sering dipandang sebagai “emas digital” oleh sejumlah pihak.
Bukan Cuma Ngomong, Purbaya Juga Simpan Bitcoin
Tak hanya soal pandangannya mengenai Bitcoin sebagai aset lindung nilai, terungkap pula fakta menarik lainnya. Saat ditanya oleh Kalimasada, Yudo menyebut bahwa sang ayah juga seorang holder BTC.
“Ada lah dikit, tapi nggak banyak,” ujar Yudo sambil tertawa.
Informasi ini tidak hanya menggambarkan pandangan pribadi Purbaya, tetapi juga menunjukkan bahwa semakin banyak figur penting di pemerintahan mulai memahami peran aset digital dalam ekonomi modern.
Selain Purbaya, ada juga Irene Umar yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ekonomi Kreatif dan dikenal dekat dengan perkembangan blockchain dan kripto. Hal ini menandai perubahan arah kebijakan yang lebih terbuka terhadap inovasi.
Mengenal Irene Umar: Dari Blockchain ke Kabinet Presiden Prabowo Subianto
Melihat arah pemikiran para pejabat pemerintah yang semakin terbuka terhadap inovasi, bukan tidak mungkin pemahaman mengenai Bitcoin dan aset digital akan semakin matang di Indonesia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



