Siapakah Balaji Srinivasan yang Ramalkan Harga Bitcoin US$1 Juta Bisa Dicapai dalam 3 Bulan?

Jagat kripto telah menaruh perhatian pada seseorang eksekutif di perusahaan kripto, yang ramalkan harga Bitcoin akan mencapai US$1 juta dalam 3 bulan ke depan.

Pasar kripto secara keseluruhan saat ini sedang di tahap pemulihan, dengan harga BTC yang melesat hebat dari US$20.000 ke kisaran US$28.000 hanya dalam 10 hari.

Namun, seseorang yang penting di dunia teknologi dan kripto bernama Balaji Srinivasan hadir dengan prediksi yang anti-mainstream, ramalkan harga Bitcoin akan mencapai 7 digit angka, alias US$1 juta, dalam 90 hari ke depan. Siapakah dia?

Sosok yang Ramalkan Harga Bitcoin ke US$1 Juta 

Berdasarkan laporan Forbes, Balaji Srinivasan adalah seorang panutan di dunia teknologi dan kripto.

IKLAN

Balaji adalah angel investor, penulis buku laris berjudul The Network State, serta CTO bursa kripto Coinbase dan mitra umum di firma ventura Andreessen Horowitz.

Balaji pun menjadi pujaan banyak akademisi dan pebisnis, yang banyak menyebutnya sebagai sesorang polymath, dengan gelar di bidang teknik elektro dan kimia dari Universitas Stanford.

Balaji pun datang dengan hal yang diluar dugaan orang-orang, dengan ramalkan harga Bitcoin akan mencapai US$1 juta di pertengahan Juni 2023. Sebagian orang menganggap itu hanya hiperbola belaka.

Balaji pun bertaruh dengan co-Founder Facebook Dustin Moskovitz, yang mencoba menaikkan prediksi menjadi US$50 juta.

Menanggapi taruhan tersebut, kritikus Bitcoin Cory Klippsten menuduh itu hanya sebagai taktik pemasaran saja, yang mungkin dapat mengarah ke skema pump-and-dump.

“[Perilaku] salah urus The Fed menghancurkan sistem… Dan sekarang mereka akan mencetak triliunan [dolar AS]. Devaluasi dolar AS secara diam-diam,” ujar Balaji, mengomentari kondisi perekonomian AS saat ini.

Pendiri Twitter dan pendukung Bitcoin, Jack Dorsey, melihat prediksi Balaji sebagai prediksi yang mengerikan, tetapi bukan tanpa preseden.

IKLAN

Dorsey pun mewanti-wanti soal hiperinflasi sejak Oktober 2021, dan memperkirakan itu akan mengubah segalanya, termasuk posisi dolar AS.

Ada banyak kritikan pedas terkait prediksi Balaji, yang menyebutnya sebagai penipu karena akan meraup cuan dari sedikit kenaikan Bitcoin akibat hype yang coba ia bangun dari prediksi tersebut. Mari kita saksikan. [st]

 

 

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait