Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? 3 Analisis Teknikal Beri Jawabannya

Pergerakan harga Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah analis menemukan sinyal teknikal yang cukup menjanjikan. Mulai dari retest support anjang, peluang bertahan di atas 200-Week Moving Average (MA), hingga indikasi perubahan struktur pasar.

Di sisi lain, masih ada pandangan yang lebih berhati-hati. Sebagian menilai fase kapitulasi BTC belum benar-benar berakhir, sehingga investor perlu mencermati perkembangan berikutnya. Lantas, apakah narasi siklus empat tahunan Bitcoin mulai kehilangan relevansinya?

Narasi Siklus 4 Tahunan Bitcoin Mulai Dipertanyakan

Analis teknikal Gert van Lagen menilai Bitcoin sedang menguji ulang resistance di berbagai kerangka waktu. Menurutnya, area yang sebelumnya menjadi penghalang kini telah berubah fungsi menjadi support, sebuah pola yang kerap dipandang sebagai sinyal positif.

Ia menjelaskan bahwa resistance horizontal dan garis tren turun yang telah ditembus kini sedang menjalani retest sebagai support. Menurut Van Lagen, kondisi tersebut membuat narasi siklus empat tahunan Bitcoin mulai kehilangan relevansinya.

“Bitcoin terhadap M1 sedang menguji resistance penting yang berubah menjadi support setelah menembus resistance horizontal 2018 dan garis tren turun 2025, sehingga narasi siklus empat tahunan Bitcoin mulai dinilai kehilangan relevansinya,” tulisnya di X, Rabu (24/06/2026).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Siap Recover? Bisa Naik Segini!
Grafik Pergerakan BTC vs M1 - Gert van Lagen
Grafik Pergerakan BTC vs M1 – Gert van Lagen

Kondisi tersebut cukup menarik karena menunjukkan bahwa struktur pasar jangka panjang masih bertahan. Selama area support ini tidak ditembus kembali, peluang Bitcoin melanjutkan tren naik dinilai tetap terbuka.

Penutupan 200-Week MA Jadi Penentu Arah BTC

Pandangan optimistis juga datang dari analis Michaël van de Poppe. Ia menyoroti pergerakan Bitcoin yang sempat menyapu area terendah sebelum memantul, sebuah pola yang kerap terjadi ketika pasar menghabiskan likuiditas di level bawah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penutupan candle mingguan masih menjadi faktor penting. Menurutnya, jika Bitcoin mampu menutup perdagangan di atas 200-Week Moving Average (MA), peluang kenaikan lanjutan akan semakin besar.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Candle mingguan memang belum ditutup. Namun, jika Bitcoin mampu ditutup di atas 200-Week MA, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan semakin besar,” tulis Poppe di X, Kamis (25/06/2026). 

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke US$35.000? Ini Skenario Terburuknya
Bitcoin 200-Week MA - Michael van de Poppe
Bitcoin 200-Week MA – Michael van de Poppe

Ia juga mengingatkan investor agar tidak tergoda menjual hanya demi membeli Bitcoin kembali di harga yang lebih rendah. Menurutnya, strategi terbaik saat ini adalah tetap mempertahankan aset.

Kapitulasi Belum Selesai, Peluang Masih Terbuka

Di sisi lain, CEO Alphractal, João Wedson, menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Ia menilai Bitcoin memang berpeluang pulih dari fase kapitulasi, tetapi kondisi ekstrem seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya belum terlihat.

Wedson menjelaskan bahwa kapitulasi pada siklus sebelumnya ditandai oleh kerugian besar miner, lonjakan pergerakan Bitcoin dalam tujuh hari, serta harga yang masuk ke area deep oversold. Menurutnya, kombinasi sinyal tersebut belum terlihat saat ini.

“Bitcoin pada akhirnya akan mencoba pulih dan keluar dari fase kapitulasi ini. Namun, hingga saat ini kita masih belum melihat skenario kapitulasi ekstrem seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya,” tegas Wedson di X, Kamis (25/06/2026).

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terjun Bebas, Namun Data Ini Mengungkap Hal Tak Terduga

Meski lebih berhati-hati, Wedson menilai kapitulasi ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang justru dapat menjadi peluang akumulasi bagi investor dengan strategi masuk yang matang. 

Indeks Kapitulasi Bitcoin - Joao Wedson
Indeks Kapitulasi Bitcoin – Joao Wedson

Jika ketiga analisis disatukan, benang merahnya terlihat jelas. Lagen melihat struktur teknikal jangka panjang masih kuat, sementara Poppe menunggu konfirmasi penutupan di atas 200-Week MA sebagai pemicu reli berikutnya.

Di sisi lain, Wedson mengingatkan bahwa kapitulasi belum sepenuhnya hilang. Dengan demikian, prospek Bitcoin saat ini masih cenderung positif, tetapi konfirmasi teknikal dan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi investor.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait