Di tengah panasnya sorotan terhadap industri kripto lokal, satu pernyataan di media sosial mencuri perhatian. Bukan hanya soal edukasi, tetapi juga sentilan yang terasa “pedas” ke arah Timothy Ronald yang tengah disorot. Skyholic muncul dengan pendekatan berbeda, gratis, terbuka, dan penuh sindiran halus.
Skyholic Luncurkan Kelas Crypto Gratis
Langkah ini bermula dari unggahan Skyholic di X pada Kamis (23/04/2026) yang langsung ramai. Dalam cuitannya, ia mengklaim telah menemukan tiga analis yang dianggap mumpuni untuk memberikan edukasi, analisis, hingga sinyal trading secara cuma-cuma.
“Loe org masih linget kemarin gue cari analyst. Gue udah ketemu 3 org yg gue anggap capable dan bisa bantu kalian kasih edukasi, analisis dan sinyal GRATIS!! Untuk info lengkap loe boleh gabung Discord kita. Kaga perlu bayar kelas 17 juta,” tulisnya.

Tak berhenti di situ, ia juga menegaskan bahwa ketiga analis tersebut akan langsung mengelola dananya. Menariknya, selain mengelola fund, mereka juga akan memberikan edukasi crypto secara terbuka kepada komunitas sehingga dapat diakses lebih luas.
Pernyataan ini pun dinilai sebagai sindiran terbuka terhadap model bisnis kelas kripto berbayar. Sebagai perbandingan, kelas Akademi Crypto milik Timothy Ronald dibanderol sekitar Rp13,3 juta setelah diskon dari harga awal Rp17 juta.
Bayang-Bayang Kasus Timothy Ronald
Di sisi lain, nama Timothy Ronald masih belum lepas dari perhatian publik. Proses hukum terkait Akademi Crypto yang berjalan hingga kini belum menunjukkan perkembangan dan bahkan terkesan mandek.
Situasi ini semakin memanas setelah muncul isu dugaan intervensi dari pihak tertentu. Nama seorang jenderal berinisial “AS” sempat disebut dalam perbincangan publik sebagai sosok yang diduga ikut memengaruhi jalannya proses hukum.
Meski belum ada konfirmasi terkait kabar tersebut, spekulasi yang beredar sudah cukup untuk menambah keraguan publik terhadap transparansi penanganan kasus Timothy. Akibatnya, kepercayaan terhadap figur maupun ekosistem di sekitarnya ikut terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, kemunculan kelas crypto gratis yang ditawarkan Skyholic seolah menjadi alternatif baru. Bukan hanya soal harga, tetapi juga pendekatan, dari eksklusif menjadi lebih inklusif.
Timothy Ronald Disorot, Pengacara Singgung Intervensi Jenderal “AS”
Namun demikian, publik tetap dihadapkan pada satu pertanyaan penting: apakah ini benar-benar solusi atau sekadar momentum untuk memanfaatkan situasi? Waktu yang akan menjawab.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


