Singapura Luncurkan Inisiatif Aset Digital, Bank Sentral Bekerjasama dengan Perusahaan Keuangan Besar

Singapura meluncurkan inisiatif aset digital demi menyelidiki potensi kegunaan tokenisasi aset dalam rangka menjadi pusat bagi keuangan desentralistik (DeFi) menyusul minggatnya sejumlah pelaku pasar industri kripto.

Singapura dan Inisiatif Aset Digital 

Inisiatif aset digital tersebut bernama Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar. Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.

Tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain. Melalui tokenisasi, aset bernilai ekonomis tinggi dapat dipecahkan dan dipertukarkan menggunakan internet dengan basis peer-to-peer.

Bloomberg melaporkan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinasi Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat meluncurkan proyek tersebut pada acara Asia Tech x Singapore Summit pada Senin (31/05/2022) kemarin. Ia berkata Project Guardian akan mengelola resiko kripto terhadap integritas dan stabilitas keuangan.

Proyek itu bertujuan mengembangkan proyek rintisan di beragam bidang, termasuk jaringan terbuka yang interoperabel, trust anchor dan protokol DeFi bagi tingkat institusi.

Proyek rintisan pertama akan menjajaki potensi aplikasi DeFi bagi wholesale funding market.

Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit.

MAS termasuk regulator yang tanggap melihat teknologi blockchain. Singapura telah mendirikan kerangka lisensi kripto beberapa tahun lalu.

Kendati demikian, para pemohon lisensi kesulitan mendapatkan persetujuan dikarenakan proses yang lambat. Selain itu, pelarangan iklan kripto menjadi hambatan lain bagi kelancaran industri.

Beragam pelaku pasar kripto telah pindah domisili ke Dubai. Pemerintah Dubai secara aktif merayu perusahaan-perusahaan kripto untuk mendirikan markas di kota tersebut.

Salah satunya adalah bursa Bybit Fintech Ltd yang memindahkan markas dari Singapura ke Dubai. Perusahaan ventura Three Arrows turut pindah ke kota tersebut. Bursa terbesar Binance Holdings Ltd memindahkan operasional dari Singapura ke Dubai.

Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech MAS, berkata, “Melalui eksperimen praktis dengan industri keuangan dan ekosistem secara meluas, kami berusaha mempertajam pemahaman kami soal ekosistem aset digital yang berkembang pesat.”

Ia menambahkan, hasil kajian Project Guardian akan memberi informasi bagi pembuat kebijakan soal kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk menuai manfaat dari DeFi sekaligus memperkecil resikonya. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait