Singapura Tendang AS untuk Jadi Juara Adopsi Kripto Dunia

Singapura resmi menempati posisi teratas dalam 2025 Global Crypto Rankings Report yang dirilis oleh Bybit dan DL Research, menggeser AS dari peringkat pertama adopsi kripto global.

Laporan yang tersebut menilai tingkat penggunaan dan perkembangan aset digital di 79 negara, menjadikannya salah satu pemetaan paling komprehensif terkait kondisi adopsi kripto global pada 2025.

AS berada di posisi kedua, disusul Lithuania, Swiss dan Uni Emirat Arab (UEA). Pergeseran peringkat ini menandai perubahan lanskap global, di mana pusat pertumbuhan aset digital semakin menyebar ke kawasan Asia dan Eropa Timur.

Menurut laporan tersebut, evaluasi dilakukan menggunakan 28 indikator dan 92 titik data yang mencakup penetrasi pengguna, penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi, infrastruktur produk, serta pemanfaatan teknologi blockchain dalam transaksi harian.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Juru bicara DL Research menyatakan bahwa Singapura menunjukkan konsistensi dalam pertumbuhan penggunaan aset digital di tingkat ritel dan institusional, menempatkannya sebagai negara yang dianggap paling siap menyambut perkembangan ekonomi berbasis aset digital.

BACA JUGA:  Changpeng Zhao: Tokenisasi RWA dan Pasar Prediksi Jadi Tren Baru

Dalam pernyataannya, mereka juga menambahkan bahwa hasil temuan ini menggambarkan pergeseran signifikan dalam pola adopsi kripto di berbagai kawasan.

Laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari 11 persen penduduk Singapura tercatat memiliki aset kripto, menjadikannya salah satu tingkat penetrasi tertinggi secara global.

Selain itu, tingginya aktivitas transaksi on-chain dan perluasan layanan keuangan berbasis aset digital turut memperkuat posisi negara tersebut.

Dengan semakin luasnya akses terhadap aset digital, Singapura dinilai mampu mengintegrasikan penggunaan kripto dalam berbagai sektor, mulai dari pembayaran digital hingga aktivitas ekonomi lintas sektor yang lebih kompleks.

Tiga Tren Utama Dorong Pertumbuhan Adopsi Kripto

Selain memetakan posisi negara, laporan Bybit dan DL Research juga menyoroti tiga tren utama yang dinilai menjadi pendorong meningkatnya adopsi kripto secara global.

Tren pertama adalah lonjakan nilai tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang meningkat 63 persen menjadi US$2,57 miliar. Tokenisasi aset ini mencakup instrumen seperti komoditas, surat berharga, dan aset fisik, yang diubah menjadi representasi digital dan dapat diperdagangkan secara on-chain.

Menurut laporan tersebut, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kripto semakin meluas penggunaannya dalam sektor keuangan yang lebih tradisional.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ingatkan Bahaya Web4 yang Didominasi AI

Tren kedua mencatat percepatan inisiatif stablecoin berbasis mata uang nasional. Sejumlah negara mulai mengembangkan stablecoin lokal yang diharapkan mampu berperan sebagai jembatan antara sistem pembayaran digital dan arsitektur keuangan modern.

Inisiatif ini menjadi sorotan karena dinilai memperluas jangkauan penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap aset berbasis blockchain sebagai sarana pembayaran.

Tren ketiga adalah meningkatnya penggunaan kripto dalam pembayaran gaji. Laporan tersebut mencatat bahwa payroll on-chain kini mencapai 9,6 persen dari total pembayaran digital global, dengan lebih dari 90 persen transaksi dilakukan menggunakan stablecoin.

Temuan ini menunjukkan bahwa aset digital mulai dimanfaatkan sebagai sarana pembayaran yang stabil dan efisien oleh perusahaan global, pekerja lepas, serta komunitas pekerja digital lintas negara.

Perubahan Pusat Pertumbuhan dan Dampaknya Secara Global

Berdasarkan hasil penelitian, bergesernya posisi AS dari peringkat teratas mencerminkan meningkatnya daya saing negara lain dalam mengembangkan ekosistem aset digitalnya.

BACA JUGA:  CEO OKX: Crypto Crash Oktober 2025 Itu Salah Binance!

Singapura menjadi contoh bagaimana sebuah negara dapat memperluas penggunaan aset digital secara terukur melalui integrasi teknologi, infrastruktur layanan dan edukasi masyarakat mengenai manfaat kripto dalam aktivitas ekonomi.

Sementara itu, laporan juga menunjukkan bahwa adopsi kripto semakin berkembang dari semula didominasi aktivitas investasi menjadi bagian dari penggunaan ekonomi nyata.

Perkembangan RWA, stablecoin lokal, hingga sistem payroll berbasis blockchain memperlihatkan bahwa aset digital mulai memasuki mekanisme transaksi yang sebelumnya hanya diisi oleh lembaga keuangan tradisional.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia