Tekanan jangka pendek terhadap Bitcoin (BTC) muncul seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) mulai beralih dari kebijakan moneter ultra-longgar. Perubahan sikap bank sentral Jepang ini dinilai berdampak langsung pada likuiditas global, arus modal, serta posisi leverage investor di aset berisiko, termasuk BTC.
Analis on-chain XWIN Research Japan di CryptoQuant mencatat bahwa sinyal pengetatan kebijakan BoJ telah menjadi hambatan sementara bagi Bitcoin.
Fokus pasar global kini tertuju pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade, sebuah kondisi yang memengaruhi keseimbangan likuiditas lintas negara dan preferensi risiko investor.
Dampak paling nyata terlihat pada 24 Januari 2025, ketika Bank of Japan secara resmi menaikkan suku bunga acuan dari 0,25 persen menjadi 0,50 persen. Keputusan tersebut memicu respons cepat di pasar kripto, terutama melalui peningkatan aktivitas on-chain dan perubahan sentimen di pasar derivatif.
Dampak Kebijakan Bank of Japan terhadap Likuiditas Bitcoin
Menurut analisis XWIN Research Japan, sikap BoJ yang lebih hawkish cenderung memperkuat nilai tukar yen. Penguatan yen ini mendorong pelepasan sebagian yen-funded carry trade, yaitu strategi pembiayaan murah yang selama ini menopang aliran dana ke aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dalam periode tersebut, data on-chain menunjukkan peningkatan exchange netflows atau arus bersih bursa, yang mengindikasikan perpindahan BTC dari dompet pribadi ke bursa.
Pola ini umumnya dikaitkan dengan persiapan penjualan atau penyesuaian posisi, terutama menjelang peristiwa makro besar. Kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian investor dalam menghadapi potensi pengetatan likuiditas global.
“Kenaikan suku bunga BoJ mendorong pelaku pasar untuk lebih berhati-hati, terlihat dari meningkatnya aliran BTC ke bursa dan penurunan minat terhadap posisi berisiko,” ungkap XWIN Research Japan.

Selain itu, pasar derivatif juga merespons cepat. Funding rate BTC tercatat menurun dan sempat mendekati wilayah negatif. Situasi ini menandakan dominasi posisi short dan perubahan sentimen ke arah risk-off, sebuah reaksi umum ketika pasar menilai adanya risiko pengetatan likuiditas.
Meski demikian, XWIN Research Japan menegaskan bahwa tekanan ini bersifat jangka pendek. Kenaikan suku bunga BoJ dinilai sudah banyak diperhitungkan sebelumnya oleh pasar, sementara selisih suku bunga antara Jepang dan AS masih relatif lebar.
Dengan demikian, faktor kunci bukan terletak pada pergerakan nilai tukar semata, melainkan pada dinamika likuiditas dan reposisi pelaku pasar.
Sinyal On-Chain dan Perspektif Teknikal Tetap Konstruktif
Di tengah tekanan makro tersebut, indikator teknikal justru menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif. Analis pasar Javon Marks menilai bahwa Bitcoin masih berada dalam fase awal setelah membentuk pola Hidden Bullish Divergence, sebuah sinyal teknikal yang kerap mendahului pergerakan naik lanjutan.

Menurut Javon Marks, struktur harga BTC saat ini mengindikasikan bahwa tekanan yang terjadi lebih bersifat konsolidasi ketimbang pembalikan tren. Ia menyebut kondisi ini sebagai fase akumulasi sebelum potensi pergerakan yang lebih kuat.
“Bitcoin baru saja membentuk Hidden Bullish Divergence dan harga terlihat bersiap untuk bergerak lebih agresif,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa fase saat ini bisa menjadi tahap awal sebelum lonjakan berikutnya.
Pandangan ini sejalan dengan kesimpulan XWIN Research Japan yang menekankan pentingnya memantau dua indikator utama untuk membaca arah pasar ke depan, yakni exchange netflows dan funding rates.
Exchange netflows membantu mengukur potensi tekanan jual jangka pendek, sementara funding rates mencerminkan keseimbangan sentimen dan posisi di pasar derivatif.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



