Sinyal Bull Run Kembali Terlihat, Harga XRP Bidik Target US$17

Harga XRP kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis teknikal menyoroti kemunculan sinyal yang sebelumnya kerap mendahului reli besar aset tersebut.

Di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung, indikator momentum jangka panjang disebut kembali berada pada level yang pernah muncul sebelum lonjakan harga XRP pada siklus-siklus sebelumnya.

Analis teknikal Celal Kucuker melihat bahwa indikator Relative Strength Index (RSI) bulanan XRP kini telah turun ke area yang sangat rendah, yakni sekitar 42,7. Berdasarkan data historis yang ia amati, kondisi serupa hanya terjadi tiga kali dalam sejarah XRP dan seluruhnya diikuti oleh pergerakan naik yang kuat.

Menurutnya, sinyal tersebut muncul setelah reli besar pada 2017, 2021 dan 2024, sehingga memunculkan spekulasi bahwa pola serupa dapat kembali terjadi pada 2026.

Dari Area Bahaya ke Potensi Bull Run, XRP Masih Punya Harapan

Selain indikator RSI, Kucuker juga menyoroti posisi harga XRP yang saat ini berada di dekat batas bawah ascending channel jangka panjang. Area tersebut selama bertahun-tahun berfungsi sebagai support utama yang beberapa kali berhasil menahan tekanan jual.

BACA JUGA:  2 Raksasa Finansial Jepang Siapkan Produk Reksa Dana Kripto

XRP analisis terbaru 5 juni

Dalam grafik yang dibagikannya, harga XRP terlihat bergerak di sekitar kisaran US$1,20 dan masih berada di dalam struktur ascending channel jangka panjang.

Selama support tersebut mampu dipertahankan, peluang pembentukan fase pemulihan dinilai masih terbuka. Kucuker bahkan mempertahankan target jangka panjang di sekitar US$17 apabila pola historis kembali terulang.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Pandangan tersebut sejalan dengan analisis teknikal lain yang disampaikan analis GainMuse. Menurutnya, harga XRP saat ini sedang menghadapi momen penting setelah menembus pola wedge lokal di dalam descending channel yang lebih besar.

Kondisi tersebut membuat harga bergerak mendekati area support utama di kisaran US$1,10 hingga US$1,08.

XRP Analisis 5 jun

GainMuse menjelaskan bahwa reaksi pembeli di zona tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya. Apabila support berhasil dipertahankan, peluang rebound menuju area resistance US$1,38 hingga US$1,40 dapat kembali terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support berpotensi memperpanjang fase koreksi yang sedang berlangsung.

Meski tekanan teknikal masih terlihat, sejumlah data fundamental dinilai tetap memberikan dukungan terhadap prospek jangka panjang XRP. GainMuse mencatat laporan Messari menunjukkan jumlah transaksi harian di XRP Ledger meningkat sekitar 35,3 persen secara kuartalan.

BACA JUGA:  Benarkah Timothy Ronald Dipanggil Polisi Hari Ini?

Selain itu, kapitalisasi pasar aset dunia nyata (RWA) di jaringan tersebut telah mencapai sekitar US$2,25 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

RLUSD Meluas ke Puluhan Blockchain

Di sisi fundamental, pada Kamis (4/6/2026), Ripple telah memperluas penggunaan stablecoin RLUSD ke lebih dari 40 blockchain melalui integrasi dengan teknologi Native Token Transfers (NTT) milik Wormhole.

Langkah tersebut memungkinkan RLUSD berpindah antarjaringan secara native tanpa perlu menggunakan wrapped token.

Sebelumnya, RLUSD hanya diterbitkan secara native di XRP Ledger (XRPL) dan Ethereum. Dengan integrasi baru ini, stablecoin tersebut kini dapat digunakan di berbagai jaringan besar seperti Base, Optimism, Unichain, Ink, hingga EVM Sidechain XRPL.

Ripple menjelaskan bahwa penerbitan RLUSD tetap dikelola secara native pada masing-masing jaringan melalui standar NTT Wormhole. Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi fragmentasi likuiditas sekaligus meningkatkan efisiensi perpindahan aset di berbagai ekosistem blockchain.

BACA JUGA:  Harga XRP Masuk Zona Langka, Sinyal yang Hanya Muncul 4 Kali dalam 13 Tahun

Perluasan ini juga membuka peluang penggunaan RLUSD untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran digital, perdagangan aset kripto, aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), hingga tokenisasi RWA.

Selain memperluas distribusi stablecoin, integrasi tersebut berpotensi mendorong peningkatan aktivitas di ekosistem XRP Ledger, terutama melalui EVM Sidechain XRPL yang menjembatani aplikasi berbasis Ethereum dengan infrastruktur XRP.

Saat ini RLUSD telah memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,7 miliar. Di tengah meningkatnya adopsi stablecoin tersebut dan munculnya sinyal teknikal jangka panjang, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan harga XRP mempertahankan area support penting yang dinilai dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait