Altcoin ASTER kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis teknikal menilai adanya sinyal penguatan harga dalam waktu dekat. Pola pergerakan harga pada grafik harian menunjukkan potensi perubahan tren, seiring dengan meningkatnya aktivitas pemantauan dari komunitas trader dan analis kripto.
Di tengah pergerakan harga yang masih relatif stabil, fokus pasar kini tertuju pada konfirmasi teknikal yang dinilai dapat menentukan arah lanjutan altcoin ASTER.
Pada saat artikel ini disusun, altcoin ASTER diperdagangkan di kisaran US$0,712. Dalam 24 jam terakhir, harganya tercatat melemah sekitar 3,64 persen, sementara dalam periode tujuh hari turun tipis 0,35 persen. Volume perdagangan spot harian berada di kisaran US$69,95 juta, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$1,77 miliar.
Dari sisi pasar derivatif, data CoinGlass menunjukkan volume kontrak ASTER turun 40,77 persen menjadi US$507,61 juta, sementara open interest melemah 1,87 persen ke level US$445,03 juta, mencerminkan berkurangnya posisi terbuka dalam jangka pendek.
Pola Teknikal Jadi Fokus Utama Altcoin ASTERÂ
Perhatian utama analis terhadap altcoin ASTER tertuju pada terbentuknya pola falling wedge pada grafik harian. Pola ini ditandai oleh pergerakan harga yang semakin menyempit dengan arah menurun, yang dalam banyak kasus dipandang sebagai sinyal awal pembalikan tren dari bearish ke bullish apabila terjadi penembusan ke atas.
Crypto Cove melihat bahwa struktur falling wedge ASTER saat ini mendekati fase penyelesaian. Pola tersebut dinilai telah mengerucut dan menunjukkan fase konsolidasi yang matang.

Jika harga berhasil menembus garis resistance turun dengan dukungan volume yang memadai, altcoin ASTER disebut memiliki potensi pergerakan menuju area sekitar US$1,6.
Analis Jonathan Carter juga mengamati bahwa harga ASTER masih bergerak di dekat garis resistance menurun, dengan volume perdagangan yang meningkat secara bertahap.

Menurut proyeksi teknikalnya, potensi target pergerakan pasca-breakout berada di beberapa level bertahap, mulai dari US$0,81, US$0,91, US$1,10, US$1,40, US$1,65, hingga kisaran US$2,25 apabila momentum berlanjut.
Sementara itu, analis DrBullZeus menilai bahwa altcoin ASTER sedang berada dalam fase akumulasi yang telah berlangsung kurang lebih 30 hari. Fase tersebut membentuk dasar pergerakan harga yang relatif stabil sebelum munculnya tren baru.

Jika ASTER mampu keluar dari zona akumulasi ini, reli menuju kisaran US$1 dipandang sebagai target awal yang realistis dalam skenario pembentukan tren naik.
Meski sejumlah sinyal teknikal mengarah ke potensi penguatan, data derivatif menunjukkan sikap pasar yang masih cenderung berhati-hati.
Penurunan volume dan open interest mencerminkan bahwa sebagian pelaku pasar belum sepenuhnya meningkatkan eksposur terhadap altcoin ASTER, sembari menunggu konfirmasi teknikal yang lebih kuat.
Dukungan Infrastruktur Dorong Eksposur ASTER
Selain faktor teknikal, eksposur altcoin ASTER juga didukung oleh perkembangan infrastruktur di sektor perdagangan derivatif berbasis Web3.
Binance Wallet kini telah menghadirkan fitur perdagangan perpetual futures langsung melalui versi web atau desktop, dengan infrastruktur yang didukung oleh Aster. Integrasi ini memungkinkan pengguna membuka posisi derivatif langsung dari wallet self-custody tanpa harus berpindah ke bursa terpusat.
Fitur tersebut kali pertama tersedia di jaringan BNB Smart Chain (BSC) dengan leverage hingga 100x. Melalui antarmuka Binance Wallet web, pengguna dapat mengakses pasar perpetual secara on-chain dengan pengalaman yang lebih sederhana, sekaligus mempertahankan kendali penuh atas aset digital mereka.
Aktivitas perdagangan melalui fitur ini juga terhubung dengan sistem Aster Points, yaitu program poin dan insentif milik Aster. Binance dan Aster turut meluncurkan kampanye reward dengan total hadiah hingga 200.000 USDT untuk merayakan peluncuran fitur perpetual on-chain tersebut.
Aster menegaskan posisinya sebagai penyedia infrastruktur utama untuk perdagangan perpetual di berbagai dompet Web3. Dalam pernyataan resminya, Aster menyebut bahwa SafePal, Trust Wallet dan kini Binance Wallet telah menggunakan teknologi mereka.
Dengan menyediakan komponen penting seperti matching engine, likuiditas yang dalam, serta sistem penetapan harga yang presisi, Aster memungkinkan wallet menghadirkan layanan perpetual tanpa perlu membangun infrastruktur dari nol.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



