Sinyal Bullish Bermunculan, Harga Bitcoin Berpeluang Naik 22 Persen

Harga Bitcoin kembali memunculkan harapan. Pola historis, arus dana ETF, dan tekanan jual memberi sinyal positif. Namun, lemahnya permintaan spot menunjukkan momentum bullish belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Pola Historis Terlihat, BTC Bidik Kenaikan 22 Persen

Pergerakan harga Bitcoin pada Juli kembali menarik perhatian analis teknikal. Bukan hanya karena mulai pulih, tetapi juga kemunculan pola historis yang beberapa kali muncul setelah pasar melewati fase pelemahan.

Analis kripto yang dikenal sebagai Washigorira menilai Bitcoin tengah memasuki fase bear market summer rally. Dalam grafik mingguan yang dibagikan pada Rabu (22/07/2026), pola serupa sebelumnya muncul pada Juli 2018 dan Juli 2022.

Kala itu, Bitcoin mencatat reli sekitar 37 persen pada 2018 dan 28 persen pada 2022. Kini, pola yang sama kembali terbentuk dengan proyeksi kenaikan sekitar 22 persen jika sejarah kembali berulang.

Pola Historis Bitcoin di Bulan Juli - Washigorira
Pola Historis Bitcoin di Bulan Juli – Washigorira

Meski sejarah tidak selalu terulang dengan pola yang sama, pergerakan musiman seperti ini kerap menjadi acuan trader. Pasalnya, struktur harga Bitcoin beberapa kali menunjukkan karakter serupa ketika memasuki paruh kedua.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Meniru Pola Emas? Diramal Melejit ke US$800.000

Saat harga Bitcoin mulai pulih setelah mengalami tekanan selama beberapa pekan terakhir. Kondisi ini kembali memunculkan harapan akan reli, meski pasar masih membutuhkan konfirmasi dari indikator lain.

Permintaan Spot Melemah, Reli Belum Sepenuhnya Terkonfirmasi

Di balik sinyal teknikal yang membaik, data on-chain justru menyampaikan cerita berbeda. Kali ini, perhatian tertuju pada permintaan riil Bitcoin di pasar spot yang, menurut CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, masih menunjukkan pelemahan.

“Permintaan spot Bitcoin melemah. Sementara itu, permintaan di pasar futures masih berada di wilayah positif, tetapi jauh lebih rendah dibanding saat pemulihan yang terjadi tiga bulan lalu,” ujarnya di X, Kamis (23/07/2026).

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Grafik Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan permintaan spot masih berada di area negatif. Sebaliknya, permintaan di pasar futures mulai pulih meski lajunya belum sekuat reli yang terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:  Jepang Siapkan Jalan untuk Bitcoin ETF, Gelombang Besar Segera Datang?
Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth 30-Day - Ki Young Ju
Bitcoin Spot and Perpetual Futures Demand Growth 30-Day – Ki Young Ju

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa optimisme memang mulai kembali. Namun, sebagian besar masih didorong oleh aktivitas di pasar derivatif. Artinya, pembeli di pasar spot belum sepenuhnya mengonfirmasi kekuatan tren kenaikan yang baru terbentuk.

Perbedaan ini patut dicermati. Reli Bitcoin yang didukung permintaan spot trading umumnya dinilai lebih sehat dan berkelanjutan dibanding kenaikan yang lebih banyak digerakkan oleh aktivitas leverage di pasar futures.

Institusi Kembali Borong Bitcoin, Tekanan Jual Mereda

Meski permintaan spot masih menjadi pekerjaan rumah, arus dana dari investor institusional mulai memberikan angin segar. Sinyal tersebut terlihat dari aktivitas Bitcoin Spot ETF di Amerika Serikat.

Analis on-chain Axel Adler Jr. mengungkapkan bahwa investor di AS kembali mengakumulasi Bitcoin. Menurutnya, ETF telah mencatat arus masuk yang cukup besar sepanjang pekan ini.

Ia juga menyoroti Coinbase Discount yang telah bertahan hampir tiga bulan, tetapi kini mulai menyempit. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual mereda, meski permintaan belum sepenuhnya kembali ke level sebelumnya.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Zona Support Struktural, Siap Rebound ke US$72.000?

“Investor di AS kembali membeli Bitcoin. ETF mencatat inflow US$439 juta sepanjang pekan. Diskon Coinbase bertahan selama 78 hari, tetapi mulai menyempit. Tekanan jual mereda lebih cepat dibanding pemulihan permintaan,” tulis Adler di X, Kamis (23/07/2026).

Bitcoin Spot ETF US Flow Monitor - Axel Adler Jr
Bitcoin Spot ETF US Flow Monitor – Axel Adler Jr

Ketiga indikator tersebut menunjukkan peluang reli Bitcoin sekitar 22 persen mulai terbuka. Namun, pasar masih membutuhkan pemulihan permintaan spot sebagai konfirmasi agar tren kenaikan memiliki fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait