Sinyal Bullish Bitcoin Klasik Muncul Lagi, Siap Bangkit

Pasar Bitcoin menunjukkan gejala klasik yang kerap mendahului kebangkitan besar. Berdasarkan laporan riset K33 Research, kontrak BTCUSDT Perpetual di Binance mengalami deviasi harga ekstrem sebesar -5,12 persen dibandingkan harga spot BTCUSD di Coinbase.

Penyimpangan ini menjadi yang terbesar sejak Maret 2020, ketika pasar sempat anjlok akibat pandemi COVID-19 namun kemudian memicu reli Bitcoin ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut analis K33 Research, deviasi negatif tersebut menandakan kapitulasi massal di pasar derivatif, di mana banyak posisi long leverage dilikuidasi secara bersamaan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kondisi ini mencerminkan tekanan jual besar-besaran, namun juga sering menjadi sinyal bullish Bitcoin yang mengindikasikan pasar sudah mencapai titik jenuh jual alias oversold.

“Setiap kali deviasi ekstrem seperti ini muncul, pasar sebenarnya sedang membersihkan leverage. Setelah tekanan mereda, spot demand biasanya mengambil alih,” tulis laporan tersebut.

Tekanan Derivatif dan Pergeseran Sentimen

Data dari CoinGlass mendukung temuan tersebut. Dalam 24 jam terakhir, volume derivatif Bitcoin turun tajam sebesar 13,38 persen menjadi US$111,05 miliar, menandakan berkurangnya aktivitas spekulatif di pasar berjangka.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Hari Ini: BTC, LINK, PEPE, WIF, DOGE Bersiap Gerak Besar

Sementara itu, open interest justru naik 0,78 persen ke US$73,45 miliar, menunjukkan sebagian pelaku pasar masih menahan posisi terbuka meski volatilitas meningkat.

Di sisi lain, rasio long/short account pada pair BTC/USDT di Binance mencapai 1,7601, yang berarti mayoritas trader masih mempertahankan posisi beli. Menurut analis on-chain, keseimbangan ini menunjukkan adanya keyakinan bahwa pasar telah memasuki fase akhir dari tekanan jual sebelum pemulihan dimulai.

“Ini bukan kali pertama kita melihat pola seperti ini. Deviasi ekstrem di masa lalu hampir selalu menjadi awal dari pemulihan besar,” ujar seorang analis derivatif di K33 Research.

Sinyal Bullish Bitcoin Mulai Terlihat Pasca Fase Kapitulasi Mencapai Puncak

Sejarah mencatat, setiap kali deviasi besar terjadi, pasar Bitcoin biasanya segera berbalik arah. Pada 12–13 Maret 2020, deviasi mencapai -6,4 persen di tengah kepanikan global, namun dalam waktu setahun Bitcoin melonjak dari US$4.000 ke atas US$60.000.

BACA JUGA:  Harga XRP Hari Ini Melorot Tipis, Bertahan di Rp22.699

Pola serupa muncul pada 19 Mei 2021 (-4,37 persen) setelah fase euforia bull run, dan pada 8 November 2022 (-3,83 persen) ketika bursa FTX ambruk, yang justru diikuti reli harga dari US$15.000 ke US$30.000.

Analis pasar menilai, deviasi -5,12 persen pada 10 Oktober 2025 kemungkinan menjadi tanda bahwa fase kapitulasi telah mencapai puncaknya. Setelah fase ini, pasar biasanya bergerak ke arah stabilisasi dan mulai membentuk tren naik baru.

“Jika kita mengikuti pola historis, maka peristiwa kali ini bisa menjadi sinyal bullish Bitcoin yang klasik,” ujar laporan itu.

K33 Research menambahkan bahwa dua indikator konfirmasi yang perlu diperhatikan pasca kapitulasi adalah kenaikan volume spot dan funding rate yang kembali netral atau positif di pasar futures. Bila kedua kondisi ini terjadi dalam waktu dekat, maka momentum pemulihan berpotensi semakin kuat.

BACA JUGA:  Terungkap! GameStop Ternyata Masih Simpan Bitcoin Rp5,4 Triliun

Selain itu, beberapa analis makro memperkirakan faktor eksternal seperti potensi penghentian kebijakan pengetatan likuiditas oleh The Fed juga dapat memperkuat prospek Bitcoin.

Dengan kondisi makro yang berangsur longgar dan permintaan institusional yang meningkat, pasar berpotensi memasuki fase baru dari siklus bullish yang lebih luas.

Secara keseluruhan, data terbaru dari Binance dan CoinGlass menunjukkan bahwa pasar Bitcoin sedang melewati fase pembersihan besar, bukan kehancuran.

Meskipun tekanan jual masih terasa, pola historis, perilaku trader dan dinamika derivatif menunjukkan bahwa kapitulasi ini justru membuka jalan bagi sinyal bullish Bitcoin berikutnya. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait