Data on-chain terbaru mengindikasikan potensi pembalikan arah harga Bitcoin setelah funding rate di sejumlah bursa derivatif utama berubah negatif secara bersamaan pada Jumat (27/2/2026).
Analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi sinyal bullish tersembunyi, terutama ketika posisi short mendominasi pasar dan berisiko memicu likuidasi berantai jika harga bergerak naik.
Dalam pembaruan pasar hariannya, Amr Taha mengungkapkan bahwa funding rate di Binance tercatat -0,005 persen, OKX -0,007 persen dan Bybit -0,011 persen.

Funding rate merupakan biaya periodik dalam kontrak perpetual futures yang bertujuan menjaga harga derivatif tetap selaras dengan harga spot. Ketika funding rate negatif, trader short membayar ke trader long, mencerminkan dominasi sentimen bearish di pasar derivatif.
Menurut Taha, dominasi posisi short berpotensi menciptakan kondisi yang rentan terhadap short squeeze.
“Secara historis, funding rate negatif akibat leverage berlebihan di sisi short tidak selalu menjadi sinyal bearish,” ungkap Amr Taha.
Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, kondisi tersebut justru membuka ruang terjadinya pembalikan naik yang tajam ketika tekanan likuidasi mulai terjadi.
Peta Likuidasi Soroti Titik Volatilitas Krusial Bitcoin
Selain funding rate, Taha juga menyoroti peta likuidasi (liquidation heat map) Bitcoin. Data tersebut menunjukkan mayoritas klaster likuidasi berada di atas harga saat ini, dengan banyak posisi leverage yang mulai dibuka sejak area sekitar US$92.000.
Artinya, apabila harga mulai menguat, posisi short yang sudah berada dalam kondisi untung dapat terdorong untuk ditutup, sehingga mempercepat momentum kenaikan.
Peta likuidasi tidak secara langsung memprediksi arah harga. Namun, data tersebut membantu mengidentifikasi titik-titik di mana volatilitas berpotensi meningkat drastis.
Jika kondisi makroekonomi membaik dan sentimen risiko kembali positif, tekanan likuidasi di atas harga saat ini dapat memperbesar peluang penguatan dalam jangka pendek hingga menengah.
Level Kunci dan Pola Bullish Flag Jadi Sorotan
Analis Ali Martinez menyoroti indikator MVRV Pricing Bands dari Glassnode, menempatkan level US$73.726 sebagai resistance kunci Bitcoin.
Sementara itu, level support utama berada di kisaran US$54.703 dan US$51.558. Rentang ini dinilai menjadi area krusial dalam menentukan arah pergerakan harga BTC selanjutnya.

Dari sisi teknikal jangka pendek, analis Captain Faibik mengamati bahwa Bitcoin tengah membentuk pola Bullish Flag pada time frame 30 menit.

Ia menyebutkan bahwa apabila pola tersebut berhasil ditembus ke atas, harga BTC berpotensi melanjutkan reli kuat dengan target berikutnya di sekitar US$71.600.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



