Pergerakan XRP kian menyita perhatian pelaku pasar. Di tengah tekanan yang membayangi Bitcoin, data on-chain dan meningkatnya aktivitas institusional justru memunculkan sinyal yang semakin konstruktif bagi XRP.Â
Menipisnya pasokan di crypto exchange, derasnya arus dana ke produk XRP Spot ETF, serta penguatan sentimen di pasar derivatif berpadu membentuk narasi bullish yang kian solid dan sulit diabaikan.
Pasokan XRP di Crypto Exchange Kian Menyusut
Data CryptoQuant per Jumat (02/01/2025) menunjukkan pasokan XRP di berbagai exchange telah turun ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, menandakan berkurangnya jumlah XRP yang siap diperdagangkan di pasar.
Saat ini, hanya sekitar 55 juta XRP yang tersisa di bursa kripto. Angka tersebut anjlok tajam dibandingkan sekitar 3,76 miliar token pada Oktober 2025, menandakan arus keluar XRP dalam skala besar.

Penurunan ini mengindikasikan semakin banyak XRP dipindahkan ke wallet pribadi atau dialokasikan ke instrumen investasi jangka menengah hingga panjang, sehingga mengurangi pasokan likuid di pasar.
Secara historis, kondisi pasokan yang menipis di exchange kerap memicu efek kelangkaan. Ketika suplai terbatas sementara permintaan bertahan atau meningkat, tekanan kenaikan harga cenderung menguat.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku investor. Pelaku pasar terlihat memilih menahan aset dibandingkan menjualnya, sebuah sinyal meningkatnya kepercayaan terhadap potensi pergerakan harga XRP ke depan.
Arus Dana Institusi Deras, XRP Spot ETF Lampaui US$1 Miliar
Akumulasi institusional melalui produk ETF menjadi salah satu katalis utama pergerakan XRP. Berdasarkan data platform SoSoValue, dalam kurun 50 hari terakhir, XRP Spot ETF tercatat menyerap dana lebih dari US$1 miliar, mencerminkan meningkatnya minat institusional.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 746 juta XRP, atau sekitar 1,14 persen dari total suplai yang sudah beredar. Angka ini menunjukkan skala minat institusi yang semakin serius terhadap XRP.

Masuknya dana dalam jumlah besar secara langsung mengunci pasokan XRP dari pasar terbuka. Dampaknya, suplai yang tersedia di exchange semakin menyempit dan menambah tekanan pada sisi penawaran.
Selain aspek pasokan, derasnya arus dana ke ETF juga mencerminkan meningkatnya adopsi XRP di level institusional. Kondisi ini kerap menjadi katalis lanjutan bagi pergerakan harga aset kripto.
Sentimen Derivatif Menguat, Target US$2,1 Terlihat
Optimisme terhadap XRP kian menguat, terutama dari sisi pasar derivatif. Data menunjukkan funding rate perpetual XRP_USDC di Deribit mencetak outlier positif di level 0,0338, jauh di atas rata-rata historisnya.
Kondisi tersebut menandakan posisi long yang membayar posisi short, sebuah sinyal kuat bahwa mayoritas trader saat ini bertaruh pada kelanjutan kenaikan harga XRP dalam jangka pendek.
Di sisi lain, kontrak futures XRP jangka panjang yang jatuh tempo Maret juga diperdagangkan dengan basis positif, meski relatif tipis. Ini mengindikasikan pelaku pasar bersedia membayar premi untuk menahan posisi XRP di masa depan dengan ekspektasi apresiasi harga.
Dengan kombinasi menipisnya suplai di exchange, akumulasi ETF yang agresif, serta sentimen derivatif yang bullish, XRP berpotensi menguji area US$2,1 dalam waktu dekat. Terlebih, saat Bitcoin masih bergerak terbatas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



