Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan setelah Bitcoin turun ke level US$85.000. Meski data inflasi AS atau CPI tercatat di bawah ekspektasi pasar, sinyal koreksi justru menguat.
Kali ini, kekhawatiran muncul dari pergerakan whale yang melepas Bitcoin senilai US$444 juta ke crypto exchange, memicu spekulasi meningkatnya tekanan jual dalam waktu dekat.
5.152 Bitcoin Mengalir ke Crypto Exchange
Berdasarkan data on-chain yang dibagikan oleh Lookonchain pada Jumat (19/12/2025), seorang whale yang juga dikenal sebagai trader altcoin dengan aset ratusan juta dolar dilaporkan telah mengirim Bitcoin miliknya ke bursa.
“BitcoinOG (1011short) dengan posisi long besar senilai US$695 juta di BTC, ETH, dan juga SOL, baru saja menyetor sekitar 5.152 BTC atau setara US$444,73 juta ke Binance,” tulis Lookonchain.

Secara historis, aliran Bitcoin dalam jumlah besar ke exchange kerap diartikan sebagai sinyal persiapan distribusi atau aksi ambil untung. Kondisi ini sering memicu sentimen negatif karena meningkatkan pasokan BTC yang siap diperdagangkan di pasar spot.
Meski demikian, perpindahan dana oleh whale tidak selalu berujung pada aksi jual. Dalam sejumlah kasus, langkah ini juga berkaitan dengan manajemen likuiditas atau strategi lindung nilai, sehingga pelaku pasar perlu mencermati perkembangan pergerakan ini.
Pasar Dikuasai Fear, Momentum BTC untuk Balik Arah?
Aktivitas whale biasanya memicu kepanikan di kalangan ritel, namun data sentimen terbaru yang dibagikan oleh Santiment menunjukkan pola berbeda. Setelah Bitcoin memantul ke US$90.200 lalu ke US$84.800, percakapan justru didominasi narasi bearish, menandakan fear yang ekstrem.
Grafik memperlihatkan lonjakan kata kunci seperti selling, sold, dan bearish di media sosial. Secara historis, kondisi ini kerap muncul di area mendekati dasar, bukan di awal tren penurunan besar, karena mayoritas pelaku pasar bereaksi terhadap volatilitas jangka pendek.
Pola sebelumnya menunjukkan sentimen bullish biasanya memuncak di area top, sementara panic signal justru hadir di fase bottom. Situasi saat ini mirip dengan pola tersebut, di mana tekanan psikologis ritel meningkat saat harga sudah terkoreksi signifikan.
“Harga cenderung bergerak berlawanan dengan ekspektasi mayoritas, sehingga volatilitas yang diwarnai rasa takut justru menjadi sinyal positif bagi mereka yang cukup sabar untuk melewati fase ini,” jelas mereka.

Dari sisi teknikal, area US$84.000–US$85.000 menjadi support penting yang sejauh ini masih bertahan. Jika level ini tetap terjaga, peluang pantulan tetap terbuka, dengan resistance terdekat di kisaran US$88.000–US$90.000.
Singkatnya, meski pergerakan whale memicu kekhawatiran, lonjakan fear dan bertahannya harga di support kuat membuka peluang kontra tren. Selama sentimen terjaga, volatilitas ekstrem justru bisa menjadi pijakan rebound, meski risiko tekanan jual tetap ada.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



