Pergerakan whale Bitcoin mulai memicu kekhawatiran baru di pasar kripto, di mana analis on-chain Crazzyblockk di CryptoQuant menemukan lonjakan ekstrem pada indikator Bitcoin Inflow Whale Concentration Ratio (IWCR) di sejumlah bursa global.
Dalam laporan terbarunya, Crazzyblockk menyebut market composite IWCR mencapai angka 0,8448 pada 25 Mei 2026, level tertinggi sejak November 2025.

Lonjakan tersebut dinilai cukup langka karena hanya terjadi pada sekitar 9,5 persen dari seluruh hari perdagangan yang diamati. Bahkan, level 0,70 yang ditembus pada Senin (25/5/2026) disebut menjadi batas penting yang secara struktural membedakan distribusi inflow atau arus masuk normal dengan konsentrasi whale Bitcoin berskala institusional.
Konsentrasi Whale Bitcoin Meningkat Tajam
Crazzyblockk menjelaskan bahwa sinyal ini muncul secara bersamaan di beberapa bursa utama seperti OKX, Coinbase Advanced dan Bybit. Ketiganya tercatat masuk dalam kategori WHALE_DOMINATED dengan z-score 30 hari yang tergolong ekstrem dibanding rata-rata historis masing-masing platform.
OKX mencatat IWCR sebesar 0,9164 dengan rata-rata ukuran transaksi mencapai 1,11 BTC. Sementara Coinbase Advanced membukukan IWCR 0,8886 dengan total inflow sekitar 983 BTC. Menurut Crazzyblockk, data tersebut cukup penting karena Coinbase selama ini dikenal sebagai salah satu venue utama institusi besar dalam melakukan transaksi aset digital.
Adapun Bybit mencatat deviasi paling agresif dengan z-score mencapai 2,95. Angka tersebut menunjukkan konsentrasi arus masuk whale Bitcoin meningkat jauh di atas baseline normal dalam waktu singkat.
Sorotan terbesar justru datang dari Binance. Meski data Binance diberi label “unreliable” akibat jumlah alamat deposit yang menurun drastis, Crazzyblockk menilai pergerakan tersebut tetap memiliki arti struktural yang besar bagi pasar.
Dalam satu sesi perdagangan, hanya 35 wallet tercatat menyetor sekitar 2.381 BTC ke Binance dengan rata-rata transaksi mencapai 38,4 BTC per wallet. Kondisi itu menghasilkan raw IWCR sebesar 0,8526 dan z-score mencapai 3,80.
“Ini adalah kelompok kecil wallet berukuran sangat besar yang memindahkan modal secara sengaja,” ujar Crazzyblockk.
Ia juga menambahkan bahwa rata-rata composite 7 hari terus meningkat dari sekitar 0,50 menjadi 0,61 dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan bertahap tersebut dianggap memperkuat dugaan bahwa pasar sedang mengalami perubahan struktur besar, bukan sekadar lonjakan aktivitas sementara.
Menurutnya, konsentrasi arus masuk whale seperti ini dalam sejarah pasar biasanya muncul sebelum fase pembentukan posisi derivatif agresif atau distribusi besar ke likuiditas spot. Kedua kondisi tersebut sama-sama berpotensi memicu volatilitas tinggi pada harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Struktur Teknikal Bitcoin Mulai Melemah
Di tengah meningkatnya aktivitas whale Bitcoin, analis teknikal Tryrex melihat struktur harga BTC mulai kehilangan momentum bullish jangka pendek. Dalam analisis yang dibagikannya, Bitcoin disebut telah breakdown dari ascending channel yang terbentuk sejak akhir Maret hingga pertengahan Mei.

Setelah gagal mempertahankan area upper trendline, harga kini kembali masuk ke dalam range besar yang selama beberapa bulan terakhir menjadi area utama pergerakan Bitcoin. Menurut Tryrex, kondisi tersebut membuka peluang koreksi lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
Area resistance terdekat saat ini berada di kisaran US$77.500 hingga US$78.000 yang menjadi zona penolakan terbaru setelah breakdown terjadi. Sementara resistance yang lebih kuat terlihat di area US$81.000 hingga US$82.000, tepat di dekat batas atas range besar pada grafik.
Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali area tersebut, tekanan bearish jangka pendek dinilai masih cukup dominan. Di sisi bawah, support penting kini berada di area US$71.000 hingga US$72.000 yang menjadi range batas bawah yang besar.
Tryrex juga mengaku memilih menunggu konfirmasi tambahan sebelum kembali masuk pasar setelah sebelumnya mengalami kerugian dari posisi trading terakhirnya.
BTC Berjuang Rebut Zona Recovery
Pandangan berbeda disampaikan analis teknikal GainMuse yang melihat Bitcoin masih memiliki peluang recovery apabila buyer mampu mempertahankan support channel utama.

Dalam analisis terbarunya, GainMuse menyebut BTC saat ini diperdagangkan di kisaran US$76.900 setelah memantul dari area bawah ascending channel di sekitar US$75.000 hingga US$76.000. Harga kini sedang mencoba merebut kembali area breakdown lokal yang sebelumnya sempat ditembus.
Menurutnya, peluang pemulihan masih terbuka apabila buyer berhasil mendorong harga kembali ke atas area resistance US$78.000 hingga US$78.500. Jika level tersebut berhasil direbut, Bitcoin dinilai memiliki ruang untuk bergerak menuju upper resistance channel yang lebih tinggi.
GainMuse juga menyoroti kondisi makro global yang masih memberi tekanan terhadap pasar kripto. Ia mengacu pada stabilnya dolar AS di tengah memudarnya harapan perdamaian Timur Tengah serta rebound harga minyak setelah serangan baru AS di Iran bagian Selatan.
Meski demikian, sentimen positif masih datang dari perkembangan regulasi aset digital di AS setelah Komite Perbankan Senat AS sebelumnya meloloskan pembahasan RUU kripto besar yang dinilai dapat membantu narasi jangka panjang industri aset digital.
Menurut GainMuse, reaksi harga Bitcoin di area support saat ini akan menjadi penentu apakah BTC mampu kembali melanjutkan tren naik atau justru masuk lebih dalam ke fase koreksi yang lebih besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


