Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan sinyal valuasi yang jarang muncul berdasarkan data on-chain terbaru.
Analis on-chain Amr Taha di CryptoQuant mengungkapkan bahwa indikator Bitcoin Mayer-Puell Valuation Composite telah memasuki zona undervalued untuk kali ketiga sejak 1 Februari. Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal yang secara historis kerap muncul ketika pasar memasuki fase akumulasi atau mendekati pembentukan dasar harga utama.
Data on-chain menunjukkan indikator tersebut turun ke level 15,77 pada 2 Juli, atau berada di bawah ambang penting 20 yang selama ini dianggap sebagai batas zona undervalued.
Meski begitu, indikator tersebut kini telah pulih ke kisaran 25,4, menandakan tekanan valuasi mulai mereda meskipun belum dapat dipastikan bahwa Bitcoin telah membentuk titik terendah harga secara final.
Indikator On-Chain Sebut Bitcoin Masih Murah, Apa Artinya?
Menurut Amr Taha, pembacaan di bawah level 20 bukanlah kondisi yang sering terjadi. Secara historis, fase tersebut kerap bertepatan dengan periode akumulasi jangka panjang atau potensi pembentukan dasar pasar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sinyal tersebut tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan dalam mengambil keputusan investasi.
“Indikator ini bukan sinyal trading tunggal, melainkan alat penilaian valuasi Bitcoin,” ungkap Amr Taha.

Sebagai perbandingan, indikator Mayer-Puell Valuation Composite sempat menyentuh level 1,76 pada 23 Juni 2022, jauh lebih rendah dibandingkan kondisi saat ini. Menariknya, pembacaan ekstrem tersebut terjadi sekitar lima bulan sebelum kolapsnya bursa FTX pada November 2022.
Dengan demikian, indikator tersebut telah lebih dahulu memasuki zona undervalued sebelum salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah industri kripto mengguncang pasar.
Mayer-Puell Valuation Composite merupakan gabungan dua metrik on-chain. Mayer Multiple membandingkan harga Bitcoin dengan moving average 200 hari untuk mengukur apakah aset tersebut diperdagangkan di atas atau di bawah tren jangka panjang.
Sementara itu, Puell Multiple mengukur pendapatan harian para penambang dibandingkan rata-rata pendapatan selama 365 hari sehingga dapat menggambarkan tekanan ekonomi yang dialami para miner.
Pada saat artikel ini disusun, BTC diperdagangkan di kisaran US$63.264, setara Rp1,13 miliar. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar tersebut menguat sekitar 0,54 persen, meski masih terkoreksi 3,18 persen dalam sepekan terakhir.
BTC Hadapi Ujian di Area Likuiditas Utama, Ini Level Pentingnya
Di sisi lain, analis teknikal Ardi menilai pergerakan Bitcoin saat ini masih didominasi oleh pertarungan di zona likuiditas utama US$61.500–US$62.000. Area tersebut telah diuji sebanyak enam kali sejak awal Juli, tetapi hingga kini belum pernah ditembus melalui penutupan harian.

Menurut Ardi, setiap kali harga turun ke kisaran tersebut, tekanan jual selalu mampu diserap oleh pembeli sebelum perdagangan harian berakhir. Hal itu menunjukkan bahwa minat beli di area support masih relatif kuat sehingga struktur harga Bitcoin belum mengalami perubahan berarti.
Selama Bitcoin masih mampu mempertahankan penutupan harian di atas rentang US$61.500–US$62.000, Ardi menilai area support yang lebih rendah di kisaran US$57.000–US$60.000 masih tergolong aman.
Bahkan apabila harga sempat membentuk wick yang menembus support, kondisi tersebut belum tentu mengubah struktur pasar selama candle harian kembali ditutup di atas area pivot tersebut.
Namun, Ardi mengingatkan situasi akan berubah apabila Bitcoin mencatat daily close pertama di bawah US$61.500–US$62.000. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal bahwa pembeli mulai kehilangan kendali dalam mempertahankan kantong likuiditas utama.
Jika skenario tersebut terjadi, peluang Bitcoin untuk bergerak lebih rendah menuju area likuiditas US$57.000–US$60.000 akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila harga tetap bertahan di atas support utama tersebut, struktur pergerakan masih dinilai berada dalam fase konsolidasi dengan resistance terdekat berada di kisaran US$66.800–US$67.000.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


