Pasar kripto menunjukkan dinamika yang menarik. Di satu sisi, Bitcoin kehilangan momentum setelah reli. Di sisi lain, altcoin diam-diam menjadi incaran crypto whale dan institusi. Pergerakan ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah rotasi sedang terjadi?
Bitcoin Mulai Ditinggalkan, Tekanan Jual Meningkat
Laporan Lookonchain pada Jumat (22/05/2026) mengungkap bahwa Trump Media baru saja mengirim 2.650 BTC senilai sekitar US$205 juta ke Crypto.com. Ini bukan transaksi kecil, melainkan sinyal distribusi yang cukup jelas.
Jika ditarik ke belakang, pola ini terasa konsisten. Empat bulan lalu, mereka juga memindahkan 2.000 BTC saat harga berada di US$87.378. Kini, dengan rata-rata harga beli di US$118.522, mereka tercatat merugi US$455 juta.

Di saat yang sama, performa harga Bitcoin juga tidak membantu. Setelah sempat menyentuh US$82.000 pada awal pekan lalu, BTC kini turun ke US$77.000. Koreksi ini memperlemah sentimen dan membuat aset tersebut terlihat kurang menarik dalam jangka pendek.
Data memperkuat narasi ini. Sejak 15 Mei, tercatat outflow Bitcoin Spot ETF mencapai sekitar US$1,4 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa dana besar memang mulai keluar, bukan sekadar fluktuasi kecil.
Altcoin Bangkit, Kripto HYPE Mulai Dilirik Whale
Saat Bitcoin kehilangan daya tarik, dana besar tidak benar-benar keluar dari pasar kripto. Dana tersebut berpindah ke aset lain. Dalam beberapa pekan terakhir, kripto HYPE dari ekosistem Hyperliquid mulai menonjol sebagai tujuan rotasi.
Data Lookonchain menunjukkan whale yang dikaitkan dengan a16z membeli 261.250 HYPE senilai US$15,2 juta. Sejak 14 April, total akumulasinya mencapai 3,17 juta HYPE atau sekitar US$148,5 juta. Posisi ini menghasilkan keuntungan belum terealisasi sekitar US$33 juta.

Pergerakan ini menunjukkan akumulasi yang konsisten, bukan sekadar transaksi sesaat. Ketika dana besar masuk secara bertahap, biasanya ada keyakinan terhadap potensi kenaikan di depan.
Di sisi institusi, Arkham Intelligence mencatat Goldman Sachs melepas aset besar seperti XRP, Ethereum, dan Bitcoin. Namun, mereka justru mulai membangun eksposur ke HYPE melalui instrumen pasar tradisional.
Aktivitas serupa juga terlihat dari whale yang diduga terkait Grayscale hingga Galaxy Digital. Masuknya banyak pemain besar dalam waktu berdekatan menjadi sinyal kuat adanya pergeseran tren di pasar kripto.
Kripto Ini Diserbu Institusi, Melonjak 50 Persen dalam Sepekan!
Arus Dana Berbalik Arah, ETF dan Momentum Menguat
Jika Bitcoin mengalami outflow dari pasar ETF, maka kripto HYPE justru kebalikannya. Data terbaru menunjukkan Hyperliquid Spot ETF mencatat inflow yang konsisten sejak pertengahan Mei.
Mulai dari US$4,36 juta pada 15 Mei, angka tersebut terus meningkat hingga mencapai US$16,15 juta pada 21 Mei. Secara kumulatif, total inflow kini menyentuh US$63,96 juta, dengan total aset mencapai lebih dari US$81 juta.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap eksposur kripto HYPE. Bukan hanya dari pasar crypto langsung, tetapi juga melalui instrumen keuangan yang lebih tradisional.

Dari sisi harga, HYPE sempat mencetak ATH di US$62 sebelum terkoreksi ke sekitar US$57. Meski mengalami penurunan ringan, struktur pergerakannya masih menunjukkan kekuatan relatif dibanding Bitcoin.
Melihat seluruh data ini, rotasi pasar mulai terlihat jelas, bukan sekadar narasi. Dana besar keluar dari Bitcoin dan mengalir ke altcoin yang memiliki cerita serta momentum baru. Dalam fase seperti ini, pasar tidak berhenti, tetapi hanya berubah arah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


