Sisi Gelap Vitalik: Developer Sebut Ethereum Dikontrol Oligarki

Pernyataan mengejutkan datang dari salah satu inti pengembang Ethereum, Péter Szilágyi. Dalam surat yang ia kirimkan kepada pimpinan Ethereum Foundation tahun lalu, Szilágyi mengungkapkan kekecewaannya terhadap struktur kekuasaan di balik Ethereum.

Ia menuding bahwa Ethereum saat ini dikendalikan oleh segelintir orang dan investor besar yang beroperasi layaknya oligarki terselubung di balik idealisme desentralisasi yang mereka usung.

Ketika Idealisme Berbenturan dengan Kekuasaan

Dalam surat panjangnya, Szilágyi membuka dengan nada emosional. Ia menegaskan bahwa kritiknya bukan bentuk penolakan terhadap visi Ethereum, melainkan kegelisahan pribadi terhadap arah yang kini ditempuh oleh salah satu blockchain terbesar ini.

“Saya selalu menganggap Ethereum sebagai perubahan positif bagi dunia ini. Kritik di bawah ini bukan ramalan kiamat tentang berbagai cara dan alasan mengapa Ethereum akan gagal, melainkan pandangan pribadi saya tentang mengapa Ethereum gagal bagi saya,” tegasnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Vitalik Buterin Perjelas Arah Baru Ethereum Foundation

Sebagai salah satu Geth core developer, Szilágyi menilai bahwa posisinya di dalam proyek sering kali hanya simbolis. Ia merasa dijadikan “badut” untuk menampilkan citra keberagaman opini, padahal keputusan strategis tetap berada di tangan segelintir tokoh berpengaruh. 

“Saya bisa berdiri dan melawan arus, perlahan mengikis reputasi saya setiap kali saya mengatakan sesuatu yang mungkin menghalangi orang lain untuk menghasilkan uang dari Ethereum,” ungkapnya.

Vitalik Buterin Buka Suara di Tengah Polemik Ethereum Foundation

Ketimpangan, Konflik Kepentingan, dan Bayangan Oligarki

Lebih jauh, Szilágyi menyoroti ketimpangan dalam sistem kompensasi di Ethereum Foundation. Ia mengungkapkan bahwa selama enam tahun bekerja, total pendapatannya hanya US$625 ribu—angka yang kecil dibandingkan kapitalisasi Ethereum melesat hingga ratusan miliar dolar.

Menurutnya, kondisi ini menciptakan “lahan subur bagi konflik kepentingan” karena banyak pengembang akhirnya mencari keuntungan di luar yayasan, termasuk menjadi penasihat proyek lain yang berpotensi menimbulkan protocol capture

BACA JUGA:  12 Bank Raksasa Eropa Siap Luncurkan Stablecoin Euro di 2026

“Sebagai contoh: ketika saya menentang konflik kepentingan antara Justin dan Dankrad, hal itu memicu Giulio dari Erigon untuk menyerang balik dengan mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan menerima tawaran dari penawar tertinggi,” tulisnya.

Namun, kritik terbesarnya tertuju kepada Vitalik Buterin. Szilágyi menyebut pendiri Ethereum itu telah menjadi “korban kesuksesannya sendiri”. Ia menilai, baik secara langsung maupun tidak, Vitalik memiliki pengaruh absolut terhadap arah ekosistem. 

“Pada titik ini, untuk bisa sukses, kamu hanya perlu mendapatkan komitmen dari 5–10 orang yang tepat di sekitar Vitalik — atau bahkan dari dirinya sendiri. Masalah pada titik ini bukan lagi soal Vitalik, melainkan fakta bahwa kita memiliki sebuah “elit penguasa” di dalam Ethereum,” jelasnya.

Ketika Desentralisasi Ethereum Jadi Ilusi

Dalam bagian akhir suratnya, Szilágyi menggambarkan ironi yang kini menghantui Ethereum. Proyek yang dulu lahir dengan semangat pemerataan kesempatan kini justru dikendalikan oleh “ruling elite”—gabungan dari beberapa figur utama dan 1–3 perusahaan modal ventura besar. 

Vitalik Buterin: Ethereum Belum Benar-Benar Desentralisasi

Menurutnya, semua proyek besar belakangan ini melibatkan nama-nama yang sama, baik sebagai investor maupun penasihat, membentuk lingkaran kepentingan yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:  10 Proyek Kripto dengan Pengembangan Teraktif Bulan Ini

“Saya merasa bahwa Vitalik — dengan segala niat baiknya — justru menciptakan kelompok elit penguasa yang tidak akan pernah melepaskan kendali mereka. Jadi, kamu hanya punya dua pilihan: ikut bermain sesuai aturan mereka atau tersingkir,” tutup Szilágyi pada surat itu.

Surat ini memicu gelombang diskusi besar di komunitas kripto, karena pernyataannya kembali membuka perdebatan lama mengenai sejauh mana konsep “desentralisasi” benar-benar diterapkan di jantung industri blockchain. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait