Skandal JPMorgan dan Jeffrey Epstein Memanas, Jejak Kripto Ikut Terseret?

Nama Jeffrey Epstein kembali mengguncang Wall Street. Kali ini, JPMorgan Chase berada di pusat perhatian setelah muncul laporan bahwa Senator Demokrat AS tengah mempersiapkan penyelidikan baru terhadap hubungan bank raksasa tersebut dengan mendiang pelaku kejahatan seksual itu.

Kabar tersebut muncul bersamaan dengan tekanan besar terhadap saham JPMorgan (JPM), yang anjlok 4,19 persen menjadi US$337,34 pada perdagangan Kamis (5/11/2026), berdasarkan data Yahoo Finance.

Penurunan itu hampir menghapus seluruh kenaikan saham JPMorgan sehari sebelumnya, ketika JPM sempat menguat 4,18 persen.

Di luar persoalan perbankan, kasus ini juga memiliki konteks menarik bagi industri kripto. JPMorgan kini semakin aktif mengembangkan bisnis blockchain dan bekerja sama dengan Coinbase, perusahaan kripto yang namanya pernah muncul dalam dokumen investasi Jeffrey Epstein.

Demokrat Siapkan Penyelidikan Baru terhadap JPMorgan

Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (5/11/2026), staf Partai Demokrat di Komite Keuangan Senat AS tengah mempersiapkan penyelidikan mengenai hubungan perbankan JPMorgan dengan Epstein.

Rencana tersebut akan dijalankan setelah Demokrat mengambil alih kendali Kongres pada awal 2027, menyusul kemenangan mereka dalam pemilu paruh waktu AS.

Senator Ron Wyden, yang diperkirakan akan memimpin Komite Keuangan Senat, menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya tersebut.

Menurut sumber yang mengetahui rencana komite, penyelidikan akan menyoroti bagaimana para eksekutif senior JPMorgan menangani hubungan dengan Epstein, terutama keputusan yang dibuat oleh Mary Erdoes, CEO divisi Asset & Wealth Management JPMorgan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Persoalannya bukan sekadar mengapa Epstein pernah memiliki rekening di bank tersebut, melainkan bagaimana hubungan bisnis itu bisa berlangsung selama bertahun-tahun meskipun muncul berbagai peringatan mengenai aktivitasnya.

JPMorgan sendiri telah menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein. Namun, bank tersebut menegaskan bahwa pemerintah AS tidak membagikan informasi penting mengenai kejahatan Epstein kepada pihak bank maupun lembaga keuangan lainnya.

JPMorgan juga membantah telah membantu Epstein melakukan kejahatannya.

Meski demikian, penyelidikan yang dilaporkan kali ini masih berupa rencana. Belum ada pengumuman bahwa proses pemeriksaan resmi oleh komite Senat yang baru telah dimulai.

Transaksi Lebih dari US$1 Miliar Kembali Jadi Sorotan

Hubungan JPMorgan dengan Epstein bukan perkara baru.

Epstein diketahui menjadi nasabah bank tersebut sejak 1998 hingga 2013, ketika JPMorgan akhirnya memutuskan hubungan bisnis dengannya.

BACA JUGA:  Kripto TRAC Masuk Radar Hidden Gem, Teknologinya Sudah Dipakai Perkeretaapian Swiss

Selama periode itu, sejumlah transaksi yang melibatkan Epstein kemudian menjadi perhatian penyelidik dan anggota Kongres AS.

Dalam pernyataan resmi Komite Perbankan Senat pada September 2025, sejumlah senator Demokrat mengungkapkan bahwa JPMorgan dilaporkan membuka sedikitnya 134 rekening dan memproses transaksi senilai lebih dari US$1 miliar untuk Epstein.

Angka tersebut menjadi perhatian karena para pegawai bank disebut telah menyampaikan peringatan mengenai potensi risiko dari hubungan bisnis tersebut.

Masalah ini sebenarnya sudah menimbulkan konsekuensi finansial yang besar bagi JPMorgan.

Pada 2023, bank tersebut menyetujui pembayaran US$290 juta untuk menyelesaikan gugatan kelompok korban Epstein. JPMorgan juga menyepakati penyelesaian senilai US$75 juta dengan pemerintah Kepulauan Virgin AS.

Total nilai kedua penyelesaian itu mencapai US$365 juta, meskipun JPMorgan tidak mengakui adanya tanggung jawab hukum atas tuduhan yang diajukan.

Tekanan politik terhadap bank tersebut terus berlanjut.

Pada Oktober 2026, Senator Elizabeth Warren bersama sejumlah anggota Kongres memperkenalkan Epstein Wall Street Records Act, rancangan undang-undang yang bertujuan membuka catatan pengawasan lembaga keuangan terkait Epstein dan meningkatkan akuntabilitas bank maupun eksekutifnya.

Dengan Demokrat bersiap menguasai Senat, rencana penyelidikan baru berpotensi memperbesar tekanan terhadap JPMorgan, khususnya mengenai pengawasan transaksi mencurigakan dan keputusan internal bank.

JPMorgan Justru Kian Dalam Masuk ke Industri Kripto

Menariknya, ketika persoalan Epstein kembali membayangi reputasinya, JPMorgan sedang berada dalam fase ekspansi besar di industri aset digital.

Bank yang dipimpin Jamie Dimon tersebut bukan lagi sekadar lembaga keuangan tradisional yang bereksperimen dengan teknologi blockchain.

Pada Juli 2025, JPMorgan dan Coinbase mengumumkan kemitraan strategis untuk memperluas akses nasabah Chase terhadap kripto.

Kerja sama itu mencakup penggunaan kartu kredit Chase untuk mendanai akun Coinbase, integrasi rekening bank secara langsung, serta rencana konversi poin loyalitas Chase Ultimate Rewards menjadi aset kripto melalui Coinbase.

Ekspansi JPMorgan juga berlangsung pada infrastruktur blockchain.

Melalui divisi Kinexys, bank tersebut telah menghadirkan JPM Coin (JPMD), token deposit berbasis dolar AS yang memungkinkan klien institusional melakukan pembayaran dan memindahkan likuiditas melalui jaringan blockchain.

BACA JUGA:  Wamenkeu Buka Suara soal Pajak Kripto Indonesia, Aturan Adil Jadi Prioritas

JPM Coin lebih dulu tersedia di Base, jaringan layer-2 Ethereum yang dikembangkan Coinbase, sebelum diperluas ke jaringan Ethereum utama pada Oktober 2026.

Dalam pengumuman resminya pada 19 Oktober 2026, JPMorgan menjelaskan bahwa perluasan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan institusi yang semakin aktif melakukan transaksi kripto dan tokenisasi aset dunia nyata.

Perluasan JPM Coin ke jaringan Ethereum juga sebelumnya telah diulas Blockchainmedia, sebagai bagian dari langkah JPMorgan memperkuat infrastruktur pembayaran berbasis blockchain dan menjangkau lebih banyak institusi keuangan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan JPMorgan dengan ekosistem kripto, terutama Coinbase dan Ethereum.

Namun, ada bagian lain dari sejarah Coinbase yang kini menjadi relevan untuk kembali diperhatikan.

Jeffrey Epstein Ternyata Pernah Berinvestasi di Coinbase

Jauh sebelum JPMorgan menjalin kemitraan dengan Coinbase, Jeffrey Epstein ternyata telah memiliki jejak finansial di perusahaan kripto tersebut.

Jejak investasi Epstein di Coinbase juga sebelumnya telah diungkap Blockchainmedia, berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ). Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein pernah menanamkan dana sekitar US$3 juta di perusahaan kripto itu pada 2014.

Investasi itu dilakukan ketika Coinbase masih berstatus perusahaan privat dan sedang mengembangkan bisnisnya melalui pendanaan Seri C.

Keterlibatan Epstein difasilitasi melalui jaringan investasi yang berkaitan dengan Blockchain Capital. Salah satu tokoh yang muncul dalam korespondensi tersebut adalah Brock Pierce, figur industri kripto yang juga dikenal sebagai salah satu Pendiri Tether.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa investasi Epstein dilakukan melalui struktur perusahaan, termasuk entitas bernama IGO LLC.

Meski demikian, tidak ditemukan bukti bahwa Epstein memiliki peran dalam pengelolaan operasional atau pengambilan keputusan internal Coinbase.

Korespondensi pada 2018 juga mengungkap pembahasan mengenai kemungkinan penjualan kepemilikannya, tetapi dokumen yang diulas belum memastikan apakah transaksi tersebut benar-benar diselesaikan.

Jejak Epstein dalam industri kripto bahkan lebih luas daripada Coinbase.

Jejak Epstein di industri kripto juga terlihat dari korespondensinya dengan Brock Pierce, salah satu Pendiri Tether. Komunikasi keduanya berlangsung selama bertahun-tahun dan mencakup berbagai pembahasan, mulai dari peluang bisnis hingga perkembangan Bitcoin.

Keterkaitan lainnya muncul melalui donasi Epstein kepada MIT Media Lab, lembaga yang menaungi Digital Currency Initiative, sebuah program riset yang turut mendukung pengembangan Bitcoin Core.

BACA JUGA:  Bitcoin Kembali Menguat, INDODAX Soroti Sentimen Global dan Pertumbuhan Pasar Kripto Domestik

Hal itu memperlihatkan bagaimana jaringan Epstein pernah bersinggungan dengan sejumlah pihak yang memiliki peran dalam pertumbuhan ekosistem Bitcoin.

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan bahwa Epstein pernah memiliki akses finansial dan jaringan relasi ke sejumlah pelaku industri kripto pada masa awal pertumbuhannya.

Dua Jejak Berbeda yang Bertemu pada Nama Coinbase

Hubungan JPMorgan dan Epstein dengan dunia kripto memiliki latar belakang yang berbeda.

JPMorgan terlibat melalui pengembangan teknologi pembayaran, tokenisasi aset, dan kemitraan bisnis dengan perusahaan kripto. Sebaliknya, jejak Epstein yang terungkap dalam dokumen DOJ sebagian besar berkaitan dengan investasi dan jaringan hubungan pribadinya.

Coinbase menjadi salah satu nama yang muncul dalam kedua riwayat tersebut, tetapi pada periode yang terpaut lebih dari satu dekade.

Investasi Epstein terjadi pada 2014, sedangkan kemitraan strategis JPMorgan dengan Coinbase baru diumumkan pada 2025.

Tidak ada bukti dalam sumber yang telah dipublikasikan bahwa kerja sama JPMorgan dan Coinbase berkaitan dengan investasi Epstein ataupun aktivitas kriminalnya.

Rencana penyelidikan Senat juga berfokus pada hubungan perbankan JPMorgan dengan Epstein, bukan pada proyek blockchain atau kegiatan bisnis kripto bank tersebut.

Namun, kasus ini kembali mengangkat persoalan yang lebih luas mengenai transparansi, pengawasan transaksi keuangan, dan tanggung jawab lembaga besar dalam mengenali aktivitas nasabahnya.

Bagi JPMorgan, tantangan tersebut kini muncul ketika bank itu sedang memperluas kehadirannya dalam sistem keuangan berbasis blockchain.

Pertanyaan utama yang akan dihadapi bank tersebut bukan apakah teknologinya terkait dengan Epstein, melainkan seberapa jauh para eksekutifnya mengetahui risiko hubungan bisnis di masa lalu dan mengapa sejumlah peringatan tidak segera mengakhiri hubungan tersebut.

Jawaban atas pertanyaan itulah yang berpotensi menjadi fokus pemeriksaan Demokrat ketika Kongres baru mulai bekerja pada 2027.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait