Skandal Meme Coin POPCAT Kian Ramai, Dugaan Drama Manipulasi Bikin Heboh

Seorang analis on-chain bernama Specter menuduh BTX Capital dan Pendirinya, Vanessa Cao, terlibat dalam dugaan manipulasi harga meme coin POPCAT di platform Hyperliquid.

Tuduhan tersebut mencuat setelah Specter menemukan pola transaksi yang dianggap tidak wajar dalam perdagangan POPCAT, termasuk penempatan dan penarikan buy wall senilai sekitar US$25 juta yang memicu gelombang likuidasi.

Peristiwa ini disebut menyebabkan kerugian besar bagi penyedia likuiditas di Hyperliquid, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai integritas pasar di sekitar meme coin POPCAT.

Menurut laporan Specter, dugaan aksi manipulatif itu terjadi ketika sekitar 26 wallet diduga secara terkoordinasi menempatkan buy wall besar pada harga sekitar US$0,21. Buy wall tersebut menciptakan ilusi permintaan kuat yang mendorong perubahan perilaku trader lain.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Namun, buy wall itu kemudian ditarik secara tiba-tiba, sehingga harga tidak mampu menopang momentum dan menyebabkan likuidasi bagi posisi yang tidak siap menghadapi penurunan mendadak.

Investigasi juga menunjukkan bahwa beberapa alamat dompet yang terlibat terhubung dengan platform OKX serta wallet yang sebelumnya disorot dalam dugaan manipulasi token TST.

BACA JUGA:  Whale Pindahkan US$8,3 Miliar Bitcoin ke Binance, Siap Jual?

Pergerakan Dana Meme Coin POPCAT Picu Kecurigaan atas Pola Manipulatif

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan Specter, skema tersebut menyebabkan kerugian sekitar US$4,9 juta bagi HLP (Hyperliquid Liquidity Providers), yakni pihak yang menyediakan likuiditas bagi perdagangan di platform tersebut.

Di sisi lain, pihak yang diduga melakukan aksi buy wall justru menanggung kerugian sekitar US$4 juta akibat posisi yang terlikuidasi.

Meski demikian, Specter berpendapat bahwa kerugian on-chain tersebut kemungkinan diimbangi oleh keuntungan yang diperoleh melalui posisi berlawanan, seperti posisi short, yang dibuka di bursa terpusat.

Jejak transaksi on-chain menjadi salah satu titik penting dalam investigasi ini. Specter menelusuri pergerakan dana dari dan ke sejumlah wallet yang menunjukkan pola serupa dengan aktivitas sebelumnya dalam dugaan manipulasi token lain.

Beberapa di antaranya juga dikaitkan dengan identitas wallet publik milik Vanessa Cao, termasuk alamat “vanessacao.eth.”

BACA JUGA:  Binance Diam-diam Serok Bitcoin Rp7,17 Triliun Lewat SAFU

BtX Capital sendiri turut terseret dalam laporan tersebut karena sejumlah wallet yang terhubung dengan entitas tersebut tercatat berinteraksi dengan wallet pelaku.

Selain POPCAT, Specter juga menyebut token lain yang menunjukkan pola perdagangan mencurigakan, termasuk TST, ZEREBRO, JELLYJELLY, HIFI dan ZEC.

Meski laporan ini belum disertai verifikasi independen dari pihak ketiga, penelusuran on-chain yang dilakukan memberikan gambaran tentang bagaimana manipulasi dapat terjadi di ekosistem perdagangan derivatif terdesentralisasi seperti Hyperliquid.

Dampak dan Mekanisme yang Dipermasalahkan

Pertanyaan utama dalam laporan ini adalah bagaimana dugaan manipulasi tersebut berjalan.

Menurut Specter, pelaku diduga memanfaatkan kondisi likuiditas tipis di pasar meme coin POPCAT pada Hyperliquid, di mana perubahan besar dalam order book dapat memengaruhi harga secara signifikan.

Dengan menempatkan buy wall masif, pelaku dapat mendorong trader lain membuka posisi dengan asumsi bahwa permintaan meningkat. Ketika buy wall ditarik, harga kehilangan dukungan, memicu serangkaian likuidasi otomatis.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Fase Kapitulasi, Level US$74.000 Jadi Kunci

Setelah terjadi likuidasi, pihak yang memicu pergerakan harga tersebut diduga telah mengambil posisi berlawanan di bursa terpusat seperti OKX atau Bybit, sehingga dapat memperoleh keuntungan dari penurunan harga yang terjadi.

Mekanisme ini, jika benar, mengindikasikan eksploitasi perbedaan likuiditas antara bursa terdesentralisasi dan terpusat, serta memanfaatkan respons sistemik dari mekanisme likuidasi otomatis.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari BTX Capital maupun Vanessa Cao terkait tuduhan tersebut. Platform Hyperliquid juga belum mengeluarkan penjelasan publik mengenai peristiwa yang disampaikan oleh Specter.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia