Kelanjutan dugaan kasus penipuan yang menyeret Timothy Ronald kembali ramai dibahas. Setelah disebut tidak menghadiri panggilan pertama, kini muncul informasi baru yang menyebut pihak kepolisian telah menyiapkan panggilan kedua.
Dari Dugaan Mangkir hingga Panggilan Kedua
Isu ini sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa hari terakhir. Skyholic sebelumnya mengklaim bahwa Timothy Ronald telah menerima surat panggilan pertama (SP1), namun tidak datang memenuhi panggilan tersebut.
Narasi itu kemudian diperkuat oleh tangkapan layar percakapan yang dibagikan Skyholic pada Jumat (01/05/2026). Dalam percakapan tersebut, disebutkan bahwa pihak terkait sempat menunggu hingga larut malam, tetapi Timothy tidak hadir.
“Ditunggu sampai pukul 23.00, namun yang datang justru kuasa hukumnya dengan membawa surat penundaan,” ungkap Jajang, kuasa hukum korban Akademi Crypto.

Tak hanya itu, Timothy dan pihak Kalimasada disebut akan dijadwalkan ulang pada pekan depan. Sejalan dengan itu, polisi dikabarkan tengah menyiapkan panggilan kedua sebagai tindak lanjut atas ketidakhadiran tersebut.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa seluruh informasi ini masih sebatas klaim dari pihak Skyholic. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun Timothy Ronald terkait hal tersebut.
Menariknya, dalam unggahan yang sama, Skyholic juga menyinggung soal kuasa hukum Timothy Ronald. Ia menyebut pengacara yang selama ini dikaitkan ternyata bukan pihak yang mewakili pihak terlapor.
“Lawyer-nya Timothy Ronald itu bukan Hotman Paris ya, dia aja kaga mau bela partner-nya sendiri… hayoo ada apa ya kira-kira,” tulisnya dalam caption, menyindir situasi yang tengah berkembang.
Menanti Kejelasan Kasus Timothy Ronald dan Kalimasada
Meski sempat terlihat mereda, kasus yang menyeret Timothy Ronald ternyata belum usai. Di balik minimnya perkembangan yang terlihat di publik, para korban justru terus bergerak dan mencari kejelasan.
Sejak Maret 2026, korban Akademi Crypto telah mengajukan permohonan RDPU kepada Komisi III DPR RI. Upaya ini menjadi sinyal bahwa mereka tidak tinggal diam dan ingin kasus ini mendapat perhatian lebih serius.
Tak hanya itu, mereka juga meminta atensi dari OJK dan Polri. Permintaan ini muncul seiring beredarnya narasi tentang dugaan intervensi dari sosok jenderal berinisial “AS”. Meski belum terkonfirmasi, isu ini menambah kompleksitas kasus.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa tekanan publik terus meningkat. Banyak pihak mulai mempertanyakan arah penanganan kasus Akademi Crypto, yang belum menunjukkan perkembangan berarti.
Timothy Ronald Disorot, Pengacara Singgung Intervensi Jenderal “AS”
Kini, dengan munculnya kabar soal panggilan kedua, perhatian kembali mengerucut pada satu hal: apakah Timothy Ronald dan Kalimasada akan hadir dan bersikap kooperatif?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


