Pasar Exchange-Traded Fund (ETF) kripto menunjukkan pergeseran signifikan pada akhir Januari 2026. Data terbaru dari platform analitik Lookonchain mencatat terjadinya arus keluar besar dari Bitcoin ETF, sementara produk berbasis Solana justru mengalami peningkatan minat investor.
Fenomena ini mengindikasikan perubahan arah aliran dana institusional di tengah dinamika pasar aset digital global.

BTC ETF mencatat arus keluar bersih harian sebesar 282 BTC atau setara US$24,79 juta. Dalam periode tujuh hari, total dana yang keluar mencapai 15.306 BTC atau sekitar US$1,34 miliar. Angka tersebut menjadikan pekan terakhir Januari sebagai salah satu periode dengan tekanan terberat bagi produk Bitcoin ETF sejak awal 2025.
Sementara itu, Ethereum ETF menunjukkan pergerakan yang lebih fluktuatif. Dalam satu hari, produk ini mencatat arus masuk sebesar 39.499 ETH senilai US$115,73 juta. Namun, secara mingguan, Ethereum ETF masih mengalami arus keluar bersih sebesar 166.623 ETH atau sekitar US$488,21 juta.
Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum, Solana ETF justru mencatat kinerja positif. Dalam satu hari, arus masuk bersih mencapai 22.422 SOL senilai US$2,78 juta. Secara mingguan, total inflow atau arus masuk tercatat sebesar 86.269 SOL atau sekitar US$10,7 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa Solana ETF mulai menjadi tujuan baru bagi sebagian investor institusional.
Tekanan di ETF Berbasis Bitcoin dan EthereumÂ
Arus keluar dari Bitcoin ETF terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap volatilitas pasar kripto. Sejumlah analis menilai, tekanan ini berkaitan dengan penyesuaian portofolio institusional setelah reli harga pada akhir 2025, serta meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global.
Beberapa produk Bitcoin ETF terbesar di AS tercatat mengalami penarikan dana hampir setiap hari selama sepekan terakhir Januari. Kondisi tersebut memperkuat tren pelemahan minat terhadap aset kripto utama dalam jangka pendek.
Situasi serupa juga dialami Ethereum ETF. Meskipun sempat mencatat inflow harian yang cukup besar, tekanan mingguan menunjukkan bahwa sebagian investor masih melakukan aksi keluar dari produk berbasis Ether.
Fluktuasi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan ekosistem blockchain dan kondisi makroekonomi global.
Solana ETF Menarik Minat Investor Baru
Di tengah tekanan pada ETF berbasis Bitcoin dan Ethereum, Solana ETF justru mencatat arus masuk yang relatif stabil. Peningkatan ini menunjukkan adanya pergeseran fokus investor ke aset kripto alternatif yang dinilai memiliki prospek teknologi dan adopsi yang berkembang.
Beberapa pengelola aset mencatat bahwa Solana ETF mulai menarik minat dana dari investor yang sebelumnya berfokus pada Bitcoin dan Ethereum. Faktor utama yang mendorong tren ini antara lain peningkatan aktivitas jaringan Solana, pertumbuhan sektor aplikasi terdesentralisasi, serta efisiensi biaya transaksi yang lebih rendah.
Selain itu, kinerja positif Solana ETF juga dipengaruhi oleh strategi diversifikasi portofolio institusional. Di tengah ketidakpastian pasar, sebagian investor memilih menyebar risiko ke aset yang memiliki karakteristik berbeda dari kripto utama.
Data Lookonchain menunjukkan bahwa arus masuk Solana ETF tidak hanya bersifat sesaat, tetapi juga konsisten dalam periode mingguan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa Solana mulai diposisikan sebagai alternatif strategis dalam portofolio aset digital.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



