Solana kembali mencatatkan pencapaian luar biasa dalam dunia kripto dengan mempertahankan posisinya sebagai blockchain dengan volume transaksi di bursa terdesentralisasi (DEX) terbesar selama lima bulan berturut-turut.
Kecepatan transaksi yang tinggi dan biaya rendah menjadi faktor utama yang mendorong banyak pengguna dan proyek DeFi untuk beralih ke ekosistem ini.
Dominasi Solana di Pasar DEX
Berdasarkan laporan Solana Floor, di sepanjang Februari 2025, volume transaksi DEX di jaringan Solana mencapai US$105,857 miliar, melampaui Binance Smart Chain yang mencatatkan US$84,256 miliar dan Ethereum dengan US$82,018 miliar.
Angka ini semakin menegaskan posisi Solana sebagai blockchain yang semakin diandalkan dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi.
Menariknya, dominasi Solana dalam DEX ini terjadi di tengah persaingan ketat dengan blockchain lain yang lebih mapan, seperti Ethereum. Namun, faktor-faktor seperti waktu transaksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah telah membuatnya semakin menarik bagi para trader dan pengembang proyek DeFi.
Tidak hanya itu, meningkatnya jumlah pengguna baru di platform ini juga berkontribusi pada lonjakan volume perdagangan.
Solana Makin Diminati di Pasar NFT
Selain sukses di sektor DEX, Solana juga mencatatkan pertumbuhan signifikan di industri NFT. Pada Februari 2025, jumlah pengguna baru di ekosistem NFT Solana mencapai 146.000, dengan pangsa pasar sebesar 32 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa tidak hanya trader DeFi yang melirik Solana, tetapi juga kreator dan kolektor NFT yang mulai menjadikannya sebagai rumah baru untuk perdagangan aset digital.
Kombinasi antara biaya transaksi yang lebih rendah dan efisiensi jaringan membuat Solana menjadi pilihan yang semakin menarik bagi proyek NFT. Hal ini juga didorong oleh meningkatnya minat dari komunitas kreator digital yang mencari platform dengan biaya cetak dan jual NFT yang lebih ekonomis dibandingkan Ethereum.
CME Siapkan Kontrak Berjangka Solana
Di sisi lain, CME Group telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan kontrak berjangka (futures) Solana pada 17 Maret, dengan catatan mendapat persetujuan dari regulator.
Peluncuran ini akan menghadirkan dua ukuran kontrak, yakni satu untuk 500 koin Solana dan yang lebih kecil untuk 25 koin. Langkah ini bertujuan untuk menjawab permintaan klien yang semakin tinggi terhadap opsi investasi yang lebih teregulasi guna mengelola risiko harga aset kripto.
Jika disetujui, kehadiran kontrak berjangka ini berpotensi menjadi gerbang menuju peluncuran exchange-traded fund (ETF) Solana di masa depan.
Beberapa perusahaan keuangan ternama seperti VanEck, 21Shares, dan Franklin Templeton bahkan sudah mengajukan permohonan persetujuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk meluncurkan ETF berbasis Solana.
Crypto Finance Integrasikan Token SPL Solana
Lebih lanjut, Crypto Finance juga telah mengintegrasikan token SPL milik Solana untuk memperluas akses institusional ke perdagangan aset berbasis Solana yang cepat dan berbiaya rendah.
Integrasi ini memungkinkan klien untuk melakukan perdagangan, menyimpan, dan mentransfer aset berbasis Solana dengan lebih efisien.
Langkah ini semakin memperkuat posisi Solana dalam dunia keuangan digital, terutama di kalangan investor institusional yang mencari alternatif efisien untuk memperdagangkan aset kripto.
Selain itu, langkah ini juga membuka lebih banyak peluang bagi trader profesional untuk memanfaatkan pasar yang sedang berkembang pesat ini.
Dengan dominasi yang semakin kokoh di sektor DEX dan NFT, serta semakin tingginya minat institusional terhadap ekosistem Solana, masa depan blockchain ini terlihat semakin cerah.
Apalagi dengan rencana peluncuran kontrak berjangka oleh CME dan pengajuan ETF dari beberapa lembaga keuangan besar, Solana tampaknya siap untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam dunia investasi aset digital.
Tentu saja, tantangan tetap ada. Persaingan dengan blockchain lain seperti Ethereum dan Binance Smart Chain masih akan terus berlangsung.
Namun, jika Solana mampu mempertahankan keunggulan teknologinya dan terus menarik lebih banyak pengguna serta investor, bukan tidak mungkin blockchain ini akan terus mendominasi pasar dalam beberapa tahun ke depan. [st]