Sony Dirumorkan Bakal Rilis Stablecoin untuk PlayStation di 2026

Laporan terbaru menyebut Sony tengah mengeksplorasi stablecoin berbasis dolar AS yang akan terintegrasi dengan ekosistem PlayStation. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa mereka ingin membawa layanan gaming-nya lebih dalam ke ranah Web3.

Sony Siapkan Stablecoin untuk Ekosistem PlayStation

Menurut laporan Nikkei yang dipublikasikan pada Senin (12/01/2025), Sony Bank, anak usaha Sony Financial Group yang bergerak di layanan pinjaman daring, tengah mematangkan rencana penerbitan stablecoin berbasis dolar AS untuk diluncurkan pada 2026.

Stablecoin ini diproyeksikan mendukung berbagai transaksi di PlayStation, mulai dari pembelian gim, langganan, hingga konten anime. Dengan pangsa pasar Amerika Serikat yang mencapai sekitar 30 persen dari total penjualan eksternal Sony Group, proyek ini dinilai sangat strategis.

Langkah tersebut diharapkan dapat memangkas biaya transaksi yang selama ini bergantung pada jaringan kartu kredit. Stablecoin juga akan menjadi opsi pembayaran tambahan yang lebih efisien tanpa menggantikan metode pembayaran yang sudah tersedia.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Purbaya: UU P2SK Akan Jadikan Pasar Kripto Indonesia Lebih Tertata

Untuk mengamankan perizinan, Sony Bank telah mengajukan lisensi perbankan di AS sejak Oktober. Perusahaan juga menggandeng Bastion, penerbit stablecoin asal AS, sebagai mitra pengembangan dalam proyek ini.

Sony Tak Mau Ketinggalan, Ajukan Lisensi Bank Kripto ke OCC

Dorongan Sony Bank mengembangkan stablecoin semakin kuat setelah restrukturisasi di Sony Financial Group, yang pada September lalu dipisahkan dari Sony Group dan tercatat di Bursa Efek Tokyo, langkah yang ditujukan untuk memperjelas fokus bisnis.

Ekspansi Sony ke Web3 yang Semakin Agresif

Rencana stablecoin ini muncul seiring perkembangan unit Web3 Sony yang terus meluas. Pada Juni lalu, Sony Bank membentuk divisi khusus Web3 yang berfokus pada eksplorasi teknologi blockchain dan pengembangan layanan berbasis aset digital.

Dalam pernyataan yang dirlis pada Mei lalu, Sony Bank menegaskan bahwa aset digital akan menjadi bagian dari berbagai layanan dan model bisnis mereka. Sony juga menyatakan bahwa dompet kripto dan layanan pertukaran akan semakin penting.

BACA JUGA:  Tether Gaspol ke Ekonomi Kreator dengan Investasi Terbarunya

“Aset digital yang memanfaatkan blockchain kini terintegrasi ke dalam berbagai layanan dan model bisnis. Layanan keuangan seperti dompet untuk menyimpan NFT dan cryptocurrency, serta penyedia layanan pertukaran kripto, semakin menjadi bagian yang penting,” jelasnya.

Di sisi lain, Startale Group bersama Sony Block Solutions Labs baru saja meluncurkan Startale App, sebuah super-app berbasis blockchain. Aplikasi ini dirancang sebagai pintu gerbang menuju jaringan Layer-2 Ethereum milik Sony yang diberi nama Soneium.

Startale App hadir dengan tampilan yang ramah pengguna, memungkinkan akses ke berbagai layanan Web3 tanpa memerlukan kemampuan teknis mendalam. Langkah ini membuka jalan bagi user untuk mulai memanfaatkan blockchain dengan lebih mudah.

Startale dan Sony Guncang Dunia Blockchain Lewat Super App Baru

Secara keseluruhan, rencana Sony merilis stablecoin menegaskan keyakinan mereka bahwa masa depan pembayaran digital ada di blockchain. Dengan ekosistem PlayStation yang besar, langkah ini berpotensi mengubah cara pemain bertransaksi di layanan gaming Sony.

BACA JUGA:  Nansen Rilis NX8, Cara Simpel Pegang Banyak Koin Blockchain

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia