Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings resmi menurunkan peringkat kredit perusahaan Strategy Inc., yang dipimpin oleh Michael Saylor, ke level “B-” atau junk rating pada pekan terakhir Oktober 2025.
Penilaian ini menandai kali pertama S&P memberikan peringkat terhadap perusahaan publik yang secara dominan menempatkan Bitcoin sebagai aset utama dalam neracanya.
S&P Global menjelaskan, penurunan peringkat tersebut didorong oleh eksposur risiko yang tinggi terhadap volatilitas Bitcoin dan likuiditas dolar AS yang terbatas dalam struktur keuangan Strategy Inc.
“Konsentrasi perusahaan pada Bitcoin merupakan kunci strateginya dan kemungkinan akan terus membebani peringkat kami,” ungkap S&P Global.
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy itu kini menempatkan sekitar 640.808 BTC, dengan nilai estimasi mencapai US$74 miliar, sebagai aset utama di neracanya.
Namun di sisi lain, Strategy juga memiliki kewajiban besar dalam bentuk obligasi konvertibel dan saham preferen, yang total nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$15 miliar.
Ketidakseimbangan antara aset yang berisiko tinggi dengan kewajiban dalam mata uang fiat menjadi salah satu alasan utama S&P mengkategorikan perusahaan tersebut dalam level junk.
S&P Global menilai, struktur modal Strategy yang sangat bergantung pada aset digital menjadikan perusahaan rentan terhadap tekanan pasar yang tiba-tiba.
“Kami yakin total modal yang disesuaikan negatif perusahaan merupakan kendala peringkat yang signifikan berdasarkan perlakuan kami terhadap aset Bitcoin dalam perhitungan modal yang disesuaikan risiko,” tambah Lembaga tersebut.
Outlook Strategy Stabil, Namun Risiko Tetap Mengintai
Dalam laporannya, S&P Global menetapkan outlook “stabil” untuk Strategy Inc., yang berarti lembaga tersebut tidak memperkirakan penurunan lanjutan dalam waktu dekat selama kondisi pasar tetap terkendali.
Namun, stabilitas itu dinilai sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga akses pendanaan dan mengelola volatilitas harga Bitcoin.
Jika harga Bitcoin turun secara tajam atau akses ke pasar modal terbatas, perusahaan bisa dipaksa menjual sebagian aset kriptonya dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Analis menilai, posisi Strategy kini menggambarkan dilema antara strategi jangka panjang berbasis aset digital dan kebutuhan likuiditas jangka pendek dalam dolar AS.
S&P menekankan bahwa untuk memperbaiki peringkatnya, perusahaan harus memperkuat cadangan kas dalam mata uang dolar AS dan mengurangi ketergantungan terhadap instrumen pembiayaan berisiko seperti utang konvertibel.
S&P juga mengingatkan bahwa risiko besar muncul dari ketidaksesuaian antara aset dan kewajiban perusahaan. Aset utama Strategy berada dalam bentuk Bitcoin yang volatil, sementara kewajiban tetapnya menggunakan mata uang dolar AS.
Kondisi ini meningkatkan risiko kerugian signifikan jika pasar kripto mengalami tekanan atau nilai Bitcoin turun dalam waktu singkat.
Peringatan bagi Model Bisnis Berbasis Kripto Korporasi
Selain memberikan penilaian kredit, S&P Global juga menolak kemungkinan Strategy Inc. untuk masuk ke indeks S&P 500, yang dianggap mencerminkan kehati-hatian pasar tradisional terhadap perusahaan dengan eksposur besar terhadap aset digital.
Keputusan ini mencerminkan pandangan konservatif lembaga pemeringkat dan investor institusional terhadap model bisnis berbasis Bitcoin yang dianggap belum memiliki kestabilan finansial jangka panjang.
Langkah S&P ini juga menjadi sinyal bagi perusahaan lain yang mempertimbangkan adopsi strategi serupa.
Meskipun kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar bisa menjadi sumber potensi keuntungan, ketergantungan ekstrem terhadap aset berisiko tinggi dapat memperburuk posisi kredit perusahaan di mata lembaga keuangan global.
Sejumlah pengamat menilai, keputusan S&P Global bukan sekadar penilaian terhadap satu perusahaan, tetapi juga bentuk pengakuan resmi atas eksistensi model “Bitcoin Treasury” di dunia korporasi.
Namun, pengakuan ini datang bersama peringatan keras, di mana inovasi berbasis kripto dalam skala institusional membawa risiko keuangan yang nyata dan harus ditangani dengan prinsip kehati-hatian yang sama seperti instrumen keuangan konvensional.
Dengan peringkat “B-,” Strategy Inc. kini secara resmi masuk kategori spekulatif, di mana akses terhadap pendanaan baru kemungkinan akan lebih mahal.
Kondisi tersebut menempatkan Michael Saylor dan perusahaannya di bawah tekanan untuk menjaga keseimbangan antara visi jangka panjang terhadap Bitcoin dan keberlanjutan keuangan korporasi di tengah pengawasan ketat lembaga keuangan global. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



