Final Piala Dunia 2026 menghadirkan dua cerita dalam satu malam. Spanyol sukses mengangkat trofi usai mengalahkan Argentina pada Senin (20/07/2026). Di saat yang sama, pasar prediksi kripto Polymarket berubah menjadi ladang cuan bagi trader yang menjagokan La Roja.
Ferran Torres Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Spanyol memastikan diri sebagai juara Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui babak extra time. Gol Ferran Torres menjadi penutup sempurna perjalanan La Roja sepanjang turnamen yang nyaris tanpa cela.
Sejak menit pertama, Spanyol mengendalikan tempo pertandingan. Rodri tampil dominan di lini tengah dengan memutus aliran bola Argentina, sementara Lamine Yamal terus menciptakan ancaman lewat akselerasi dan kreativitasnya di sisi kanan lapangan.
Dominasi itu terlihat dari penguasaan bola yang konsisten berada di atas 60 persen. Bahkan hingga menit ke-60, expected goals Spanyol sudah mencapai 0,54, sedangkan Argentina belum mampu menciptakan peluang berarti untuk menguji pertahanan lawannya.

Di sisi lain, Argentina kesulitan keluar dari tekanan. Lionel Messi tidak memperoleh ruang untuk mengembangkan permainan, sedangkan Albiceleste gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran selama 120 menit pertandingan.
Satu-satunya alasan Argentina bertahan hingga babak tambahan waktu adalah penampilan luar biasa Emiliano MartÃnez. Kiper tersebut melakukan sembilan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Pedri dan Ferran Torres yang nyaris mengubah papan skor lebih cepat.
Situasi makin sulit setelah Enzo Fernández menerima kartu merah pada penghujung laga. Unggul jumlah pemain, La Roja memanfaatkan momentum lewat gol Ferran Torres yang memastikan gelar dunia kedua sepanjang sejarah mereka.Â
Trader Polymarket Panen Cuan Setelah La Roja Bungkam Argentina
Tak lama setelah peluit panjang berbunyi, perhatian bergeser ke Polymarket. Pasar prediksi tersebut menjadi saksi bagaimana keyakinan terhadap kemenangan Spanyol berubah menjadi keuntungan bagi sejumlah trader yang berani mengambil posisi sejak awal.
Data Polymarket menunjukkan volume transaksi pada pasar prediksi pemenang Piala Dunia 2026 mencapai US$4.317.651.773 hingga 20 Juli 2026. Angka itu mencerminkan tingginya antusiasme pasar terhadap laga puncak antara Spanyol dan Argentina.
Trader dengan keuntungan terbesar datang dari akun asparagus2012. Ia membeli kontrak kemenangan Spanyol dengan harga rata-rata 13,3 sen dan berhasil membukukan keuntungan (PnL) sebesar US$2.900.066,93, atau sekitar Rp52,06 miliar.
Keuntungan besar juga diraih empat trader Polymarket lainnya. Akun Allezpapa mencatat laba US$2.261.707,64, disusul Jsram sebesar US$1.911.566,81, thesingularityisnear sebesar US$1.697.496,19, serta wco26 dengan keuntungan US$1.433.458,85.
Jika digabungkan, lima trader tersebut mengantongi keuntungan US$10.204.296, atau sekitar Rp183,17 miliar. Nilai tersebut menunjukkan bahwa prediction market kini bukan lagi hiburan, melainkan ekosistem yang mampu memutar dana dalam jumlah sangat besar.

Kisah final Piala Dunia 2026 pun akhirnya memiliki dua pemenang. Spanyol meraih bintang kedua di panggung sepak bola dunia, sementara para trader yang membaca peluang dengan tepat ikut merayakan kemenangan melalui keuntungan bernilai ratusan miliar rupiah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


