StableChain Go Live, Bikin Transaksi Makin Stabil dengan Gas Fee USDT

StableChain akhirnya resmi meluncur dan langsung mencuri perhatian. Dengan dukungan USDT sebagai biaya transaksi, jaringan ini menjanjikan pengalaman pembayaran yang lebih stabil, cepat, dan bebas volatilitas. Peluncuran ini juga menandai ekspansi ekosistem Tether dan Bitfinex dalam infrastruktur stablecoin.

Menyambut Era Baru Jaringan Stablecoin

Stable resmi memperkenalkan StableChain pada Senin (08/12/2025), blockchain Layer-1 yang dirancang khusus untuk transaksi stablecoin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Tether menghadirkan sistem pembayaran digital yang lebih andal dan mudah diadopsi.

Inovasi StableChain terletak pada penggunaan USDT sebagai gas fee, sehingga tidak lagi bergantung pada aset volatil. Pendekatan ini memungkinkan biaya transaksi lebih stabil, baik untuk pengguna retail maupun institusional yang mengutamakan kepastian biaya.

Peluncuran StableChain turut diiringi pembentukan Stable Foundation dan rilis token governance STABLE. Struktur ini memisahkan fungsi keamanan dari arus pembayaran, menciptakan ekosistem yang lebih terukur dan siap berkembang.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Circle Luncurkan Blockchain Arc, Chainlink Ikut Andil

Minat pasar sudah terlihat sejak awal. Kampanye pre-deposit sebelum peluncuran mainnet berhasil mengumpulkan lebih dari US$2 miliar dari 24.000 dompet, menunjukkan dukungan kuat dari komunitas dan investor.

BACA JUGA:  Survei: 56 Persen Pengguna Stablecoin Siap Tambah Aset 2026

Momentum ini diperkuat oleh pendanaan US$28 juta dari seed round yang dipimpin Bitfinex dan Hack VC. Dukungan dari sosok penting seperti CEO Tether Paolo Ardoino dan Nathan Macauley semakin mengokohkan posisi StableChain dalam ekosistem stablecoin.

“Kita saat ini berada di pusat sebuah revolusi finansial besar. Ini akhirnya mengaktifkan ekonomi on-chain yang sesungguhnya, baik di tingkat individu maupun perusahaan,” ujar CEO Stable, Brian Mehler.

Dengan kombinasi teknologi, pendanaan, dan tata kelola yang lebih matang, StableChain diposisikan sebagai salah satu fondasi baru untuk infrastruktur stablecoin modern yang lebih stabil dan juga efisien.

Lanskap Stablecoin Memanas, Kompetisi Kian Ketat

Pertumbuhan stablecoin dalam setahun terakhir mencapai 55 persen, dengan kapitalisasi pasar melonjak dari US$198,76 miliar menjadi US$308 miliar. Lonjakan ini mendorong bank, perusahaan pembayaran, dan layanan remitansi seperti Western Union untuk merumuskan strategi baru menghadapi perubahan perilaku pengguna.

BACA JUGA:  Koin Pi Network Anjlok ke US$0,151, Tekanan Unlock Kian Terasa
Pertumbuhan Stablecoin - DeFiLlama
Pertumbuhan Stablecoin – DeFiLlama

Namun tantangan tetap ada. Banyak stablecoin berjalan di jaringan yang belum dioptimalkan untuk pembayaran cepat dan murah. Ethereum, misalnya, membutuhkan waktu hingga beberapa menit untuk finalisasi transaksi.

Keterbatasan ini memicu munculnya blockchain baru yang dikhususkan untuk stablecoin. Circle kini menyiapkan Arc, sementara Stripe mengembangkan Tempo setelah CEO Patrick Collison menilai blockchain yang ada “not optimized” untuk kebutuhan transaksi berskala besar.

Di tengah kompetisi ini, StableChain menjadi solusi yang siap digunakan dengan dukungan USDT. Dengan gas fee stablecoin, kemitraan institusional, serta fondasi tata kelola yang kuat, StableChain siap menjadi tulang punggung pembayaran digital di era ekonomi on-chain.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia