Stablecoin EURAU Siap Go Multi-Chain, Didukung Deutsche Bank dan DWS

Stablecoin berbasis euro, EURAU, yang didukung oleh Deutsche Bank dan perusahaan manajer aset DWS Group, resmi memperluas jangkauannya ke berbagai jaringan blockchain menggunakan teknologi Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) dari Chainlink.

Langkah ini menandai ekspansi besar bagi proyek stablecoin yang dikembangkan oleh AllUnity GmbH, perusahaan patungan antara Deutsche Bank, DWS dan Flow Traders.

Stablecoin EURAU Jadi Jembatan Antara Keuangan Tradisional dan Ekosistem Blockchain

EURAU merupakan stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap euro dan dirancang untuk menghadirkan efisiensi transaksi di sektor keuangan digital. Melalui kerja sama dengan Chainlink, EURAU kini dapat digunakan lintas beberapa jaringan blockchain utama seperti Ethereum, Arbitrum, Base, Optimism, Polygon dan Solana.

Integrasi ini juga akan diperluas ke Canton Network, platform blockchain yang difokuskan pada kebutuhan institusi keuangan global.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Teknologi CCIP memungkinkan interoperabilitas lintas jaringan dengan mekanisme burn dan mint, di mana token yang dikirim dari satu blockchain akan dibakar dan dicetak ulang di jaringan tujuan.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Soroti Stablecoin Algoritmik Sebagai Masa Depan DeFi

Cara ini memastikan kesetaraan nilai 1:1 terhadap euro di semua jaringan, sekaligus meminimalkan risiko selisih harga (slippage) dan meningkatkan keamanan transaksi antar blockchain.

Perwakilan dari AllUnity menyatakan bahwa langkah ini menjadi tonggak penting dalam menghubungkan dunia keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.

Dorongan Adopsi Institusional dan Likuiditas On-Chain

Penerapan model multi-chain diharapkan membuka peluang lebih besar bagi sektor institusional, khususnya untuk kebutuhan pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B), manajemen pengelolaan aset dan penyelesaian transaksi on-chain.

Dengan kemampuan lintas jaringan, perusahaan dapat memindahkan dana antar blockchain tanpa harus mengandalkan sistem kustodian atau jembatan pihak ketiga yang berisiko tinggi.

EURAU juga berpotensi memperkuat posisi euro dalam ekosistem aset digital global yang selama ini didominasi oleh stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT dan USDC.

Melalui dukungan dua lembaga keuangan besar Eropa, stablecoin ini diharapkan mampu menyediakan alternatif pembayaran digital yang stabil dan terukur bagi perusahaan di kawasan Eropa.

BACA JUGA:  Pasar Melesat, Investor Kripto Indonesia Kini 20 Juta Lebih

Selain itu, ekspansi multichain ini dinilai dapat mempercepat pengembangan aset dunia nyata (RWA) di blockchain.

Dengan stablecoin berbasis euro yang dapat digunakan di berbagai jaringan, aset-aset seperti obligasi, dana investasi, atau instrumen keuangan lainnya bisa ditokenisasi dan diperdagangkan secara efisien.

Hal ini akan menciptakan jalur pembayaran dan penyelesaian yang lebih cepat dibandingkan sistem keuangan tradisional.

Integrasi dengan Chainlink juga memberikan keuntungan tambahan berupa koneksi langsung dengan berbagai jaringan DeFi yang sudah menggunakan protokol tersebut.

Dengan demikian, EURAU dapat berfungsi tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai aset likuid yang dapat digunakan dalam berbagai produk keuangan terdesentralisasi.

Proyek ini menjadi langkah strategis bagi Deutsche Bank dan DWS dalam memperkuat peran mereka di sektor keuangan digital.

Dengan dukungan teknologi Chainlink, EURAU diharapkan mampu menjadi fondasi bagi sistem keuangan modern yang lebih transparan, efisien, dan terhubung lintas jaringan. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia