Grab telah mengumumkan kerja sama strategis dengan StraitsX untuk mengembangkan dompet Web3 dan sistem pembayaran berbasis stablecoin di kawasan Asia.
Kolaborasi ini diumumkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pembayaran digital lintas-batas dalam ekosistem Grab.
Kemitraan tersebut menempatkan dua perusahaan sebagai pemain utama dalam upaya menghadirkan solusi transaksi yang lebih cepat, efisien dan terintegrasi di Asia Tenggara.
Dalam pernyataan resminya, StraitsX menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam memperluas penggunaan stablecoin di layanan sehari-hari.
“Dengan menggabungkan skala Grab dengan infrastruktur stablecoin StraitsX yang mapan, rekam jejak ekspansi pasar yang terbukti, dan jaringan mitra di seluruh Asia, kami dapat menghadirkan jaringan keuangan yang lebih cepat, lebih murah, lebih inklusif, dan patuh terhadap regulasi,” ujar salah satu Pendiri dan CEO StraitsX, Tianwei Liu, dalam siaran pers.
Grab menilai integrasi ini sebagai peluang untuk menyempurnakan pengalaman pembayaran pengguna dan merchant dalam ekosistemnya.
“Kami berharap dapat bekerja sama dengan StraitsX untuk memanfaatkan kapabilitas dan keahlian mereka dalam memecahkan masalah ini bagi konsumen dan pedagang kami,” ujar Head of Grab Financial, Kell Jay Lim.
Integrasi Dompet Web3 dalam Ekosistem Grab
Kerja sama ini mencakup pengembangan dompet Web3 yang akan diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi Grab. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna menyimpan dan menggunakan stablecoin seperti XSGD dan XUSD dalam transaksi digital, baik untuk layanan Grab maupun pembayaran ke merchant yang tergabung dalam GrabPay.
Meskipun belum diumumkan jadwal peluncuran resmi, fasilitas ini dirancang sebagai bagian dari perluasan layanan keuangan yang lebih maju di aplikasi Grab.
Pengembangan tersebut juga akan memanfaatkan kapabilitas StraitsX sebagai penerbit stablecoin yang telah digunakan secara luas di kawasan Asia Tenggara.
Dengan pengalaman StraitsX dalam membangun infrastruktur pembayaran berbasis aset digital, dompet Web3 yang terhubung ke aplikasi Grab diproyeksikan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih sederhana dan efisien bagi pengguna.
Melalui kolaborasi ini, Grab ingin menghadirkan solusi pembayaran digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar yang semakin terhubung secara regional.
Selain itu, integrasi dompet Web3 dinilai dapat mendukung penyelesaian transaksi secara real-time. Aset yang tersimpan dalam bentuk stablecoin berpotensi mengurangi ketergantungan pada proses penyelesaian tradisional yang sering memerlukan waktu lebih lama.
Dengan teknologi blockchain yang mendasari stablecoin, transaksi lintas-batas dapat berlangsung lebih cepat dan transparan, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen dan pedagang dalam jaringan Grab.
Pembayaran Stablecoin untuk Transaksi Lintas-Batas
Selain pengembangan dompet Web3, Grab dan StraitsX juga akan mengeksplorasi pembentukan jaringan settlement berbasis stablecoin untuk mendukung transaksi lintas-batas antarnegara Asia.
Langkah ini didorong oleh kebutuhan akan sistem pembayaran yang lebih efisien di kawasan yang selama ini menghadapi fragmentasi regulasi dan perbedaan sistem pembayaran nasional.
Stablecoin seperti XSGD dan XUSD diharapkan dapat menjadi alternatif alat pembayaran yang stabil bagi pengguna yang bertransaksi dalam ekosistem Grab.
Bagi pedagang, kemampuan menerima pembayaran stablecoin membuka akses baru terhadap pelanggan regional maupun global.
Dengan transaksi yang dapat berlangsung tanpa hambatan lintas mata uang, merchant di ekosistem GrabPay dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan jangkauan pasar.
Grab melihat potensi signifikan dari solusi ini untuk meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha di dalam platform-nya.
StraitsX, sebagai mitra teknologi, akan menyediakan infrastruktur dan likuiditas stablecoin yang diperlukan untuk sistem settlement tersebut.
Dengan rekam jejak yang kuat di industri aset digital Asia Tenggara, StraitsX diharapkan mampu memastikan stabilitas dan efisiensi proses pembayaran yang memanfaatkan teknologi blockchain.
Sementara itu, Grab akan mengintegrasikan fungsionalitas tersebut ke dalam aplikasi sehingga pengguna tidak memerlukan platform tambahan untuk memanfaatkan fitur ini.
Meskipun implementasi layanan ini masih dalam tahap eksplorasi dan pengembangan, penandatanganan MoU ini menandai langkah awal menuju transformasi sistem pembayaran digital di Asia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



