USDT memang raja, tapi tahukah kamu bahwa di balik dominasinya, ada 10 stablecoin lain yang diam-diam menguasai miliaran dolar di pasar kripto global? Dari stablecoin besutan PayPal hingga BlackRock, dari protokol DeFi legendaris hingga pendatang baru yang langsung bikin heboh lanskap stablecoin di 2026 jauh lebih seru dari yang kamu kira.
BACA JUGA: Begini Cara Tether Untung Rp160 Triliun dari Mencetak USDT!
10 Stablecoin Terbesar Selain USDT yang Perlu Kamu Ketahui
Berikut ini adalah daftar stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, lengkap dengan penjelasan singkat tentang apa itu masing-masing aset dan kenapa mereka layak jadi alternatif USDT.
1. USD Coin (USDC)
USD Coin atau USDC adalah stablecoin yang diterbitkan oleh Circle, sebuah perusahaan keuangan berbasis di Amerika Serikat. Setiap 1 USDC dijamin setara dengan 1 dolar AS yang disimpan di rekening bank yang telah diaudit secara transparan. Inilah yang membuat USDC menjadi salah satu stablecoin paling tepercaya di pasar.
Dengan market cap senilai US$78,74 miliar, USDC menempati posisi kedua sebagai stablecoin terbesar di dunia. Stabilitasnya sangat terjaga, pergerakan harga dalam sebulan hanya minus 0,25 persen. USDC tersedia di lebih dari 120 blockchain dan sangat populer di kalangan institusi keuangan serta pengguna DeFi.
2. Sky Dollar (USDS)
Sky Dollar (USDS) adalah stablecoin yang lahir dari evolusi proyek MakerDAO, salah satu protokol DeFi tertua dan paling mapan di blockchain Ethereum. USDS merupakan versi baru dari DAI yang diluncurkan setelah MakerDAO bertransformasi menjadi Sky Protocol, dengan tujuan menghadirkan stablecoin yang lebih modern dan ramah pengguna.
Meski sempat melemah 2,25 persen dalam 7 hari terakhir, USDS justru mencatat pertumbuhan market cap yang impresif sebesar +9,37 persen dalam sebulan. Dengan market cap US$8,72 miliar, USDS jelas sedang dalam momentum pertumbuhan yang kuat.
3. Ethena USDe (USDe)
Ethena USDe adalah stablecoin inovatif yang dikeluarkan oleh protokol Ethena. Uniknya, USDe tidak bergantung pada cadangan dolar di bank seperti stablecoin konvensional, melainkan menggunakan strategi hedging menggunakan aset kripto seperti Ethereum dan Bitcoin sebagai jaminannya.
Dengan market cap US$5,83 miliar, USDe masuk dalam lima besar stablecoin terbesar dunia. Meski mencatat koreksi sekitar 1-1,6 persen dalam sebulan terakhir, USDe tetap menjadi pilihan utama bagi pengguna DeFi yang menginginkan stablecoin berbunga (yield-bearing) tanpa ketergantungan pada sistem perbankan tradisional.
BACA JUGA: Cara Transfer USDT dan Mencairkannya ke Rupiah Untuk Pemula!
4. Dai (DAI)
DAI adalah stablecoin desentralisasi pionir yang diciptakan oleh MakerDAO sejak 2017. Nilainya dipatok ke dolar AS dan dikelola sepenuhnya oleh smart contract di Ethereum, tanpa bergantung pada satu perusahaan atau lembaga pusat manapun.
Dengan market cap US$4,67 miliar dan pertumbuhan 1 bulan sebesar +3,33 persen, DAI membuktikan diri sebagai stablecoin desentralisasi yang paling tahan banting. Tersedia di lebih dari 42 blockchain, DAI tetap jadi fondasi ribuan protokol DeFi meski kini mulai bertransisi ke USDS.
5. World Liberty Financial USD (USD1)
USD1 adalah stablecoin yang diterbitkan oleh World Liberty Financial (WLFI), sebuah proyek kripto yang berafiliasi dengan nama-nama besar di dunia politik Amerika Serikat. Stablecoin ini dirancang untuk menyediakan aset digital yang stabil dan siap digunakan dalam transaksi keuangan global.
Meski market cap-nya sudah menembus US$4,18 miliar sejak peluncurannya yang relatif baru, USD1 mencatat penurunan market cap cukup dalam hingga minus 9,45 persen dalam sebulan terakhir. Ini menunjukkan bahwa meski menarik perhatian besar, kepercayaan pasar terhadap USD1 masih terus diuji.
6. PayPal USD (PYUSD)
PayPal USD atau PYUSD adalah stablecoin resmi yang diluncurkan oleh PayPal, salah satu perusahaan pembayaran digital terbesar di dunia. Diterbitkan bersama Paxos Trust Company, PYUSD dijamin penuh oleh dolar AS dan instrumen keuangan setara kas yang aman.
Dengan market cap US$4,01 miliar dan pertumbuhan 7 hari sebesar +1,60 persen, PYUSD menunjukkan tren pemulihan yang positif. Kehadiran nama besar PayPal menjadi jaminan kepercayaan tersendiri, menjadikan PYUSD salah satu stablecoin yang paling mudah diadopsi oleh pengguna awam sekalipun.
7. BlackRock USD (BUIDL)
BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL) adalah stablecoin yang diterbitkan oleh BlackRock, manajer aset terbesar di dunia. BUIDL merupakan representasi digital dari dana pasar uang yang diinvestasikan pada aset aman seperti obligasi pemerintah AS.
BUIDL adalah bintang dalam daftar ini dari sisi pertumbuhan market cap +18,16 persen dalam sebulan dan +5,29 persen dalam 7 hari. Dengan market cap US$2,98 miliar, BUIDL terus tumbuh pesat dan menjadi kepercayaan investor institusional yang semakin besar terhadap tokenisasi aset di blockchain.
8. Circle USYC (USYC)
Circle USYC adalah produk tokenisasi dari Hashnote, perusahaan manajemen aset berbasis blockchain. USYC merepresentasikan kepemilikan dalam dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen jangka pendek berkualitas tinggi, seperti surat berharga pemerintah AS (T-Bills).
Yang menarik, harga USYC saat ini berada di US$1,12, bukan tepat US$1 seperti kebanyakan stablecoin. Ini karena USYC secara aktif mengakumulasi imbal hasil ke dalam nilainya. Pertumbuhan market cap-nya +17,64 persen dalam sebulan menjadikan USYC salah satu stablecoin yield-bearing dengan kinerja terbaik saat ini.
BACA JUGA: 7 Platform Yield Farming Crypto Terbaik yang Bisa Kamu Coba!
9. Ondo US Dollar Yield (USDY)
Ondo US Dollar Yield atau USDY diterbitkan oleh Ondo Finance, protokol yang berfokus pada tokenisasi aset keuangan dunia nyata (Real World Assets/RWA). USDY didukung oleh obligasi pemerintah AS dan deposito bank, sehingga nilainya sangat stabil.
USDY adalah kejutan terbesar dalam daftar ini, pertumbuhan market cap +62,88 persen dalam satu bulan. Harganya di US$1,13 mencerminkan akumulasi yield dari obligasi AS. Ini menjadikan USDY stablecoin dengan momentum pertumbuhan paling agresif di 2026.
10. Global Dollar (USDG)
Global Dollar atau USDG adalah stablecoin yang diterbitkan oleh Paxos, perusahaan infrastruktur blockchain terkemuka yang juga berada di balik beberapa stablecoin besar lainnya. USDG dirancang patuh regulasi dan didukung penuh oleh aset dolar AS berkualitas tinggi.
Meski menempati posisi ke-10, data market cap USDG justru menunjukkan tren yang paling menarik, +21,18 persen dalam sebulan dan +13,61 persen dalam 7 hari. Ini sinyal adopsi yang sedang akselerasi. Dengan dukungan Paxos yang sudah teregulasi ketat, USDG menawarkan kepercayaan sekaligus potensi pertumbuhan yang nyata.
Jadi, Stablecoin Mana yang Paling Cocok Untukmu?
Dari 10 stablecoin terbesar selain USDT di atas, setiap aset punya karakter dan keunggulannya sendiri. USDC dan PYUSD cocok untuk yang mengutamakan kepercayaan dan regulasi.
DAI dan USDS menarik bagi penggemar DeFi sejati. Sementara USDY, USYC, dan BUIDL menjadi pilihan menarik kalau kamu ingin stablecoin yang juga bisa menghasilkan passive income.
Pertanyaannya, di tengah persaingan yang semakin ketat ini, apakah dominasi USDT akan tetap bertahan? atau justru salah satu dari stablecoin di atas yang akan mengambil alih takhta di masa depan?
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



