Staking AVAX Makin Fleksibel, Avalanche Rombak Ekonomi Token lewat Helicon

Avalanche (AVAX) bersiap menghadapi perubahan besar pada sistem staking saat upgrade Helicon dijadwalkan aktif di mainnet pada Selasa (22/9/2026) pukul 15:00 UTC atau 22:00 WIB.

Bukan sekadar peningkatan teknis, upgrade Helicon membawa enam Avalanche Community Proposal (ACP) yang mencakup perubahan periode staking validator, tingkat imbal hasil, persyaratan uptime hingga mekanisme eksekusi C-Chain. Perubahan itu datang ketika akses institusional terhadap AVAX juga mulai meluas.

Salah satu perubahan terbesar berasal dari ACP-273, yang memangkas minimum periode staking validator Primary Network dari 14 hari menjadi hanya 48 jam.

Avalanche menyebut desain tersebut antara lain mempertimbangkan kebutuhan pengelola modal institusional yang tidak selalu dapat mengunci aset selama berminggu-minggu.

“Pihak pengalokasi dana institusional sering kali tidak dapat mengikatkan modal untuk jangka waktu berminggu-minggu,” tulis tim Avalanche.

Helicon juga memperkenalkan auto-renewed staking yang memungkinkan validator memperpanjang periode staking secara otomatis, termasuk melakukan compounding sebagian reward tanpa harus keluar dan masuk kembali ke validator set.

Reward Staking Pendek AVAX Justru Dipangkas

Meski periode minimum dibuat lebih fleksibel, Avalanche pada saat yang sama memperlebar insentif bagi validator untuk tetap mengunci AVAX dalam jangka lebih panjang.

BACA JUGA:  XRP Belum Bikin FOMO, Buyer Ternyata Masih Tahan Pelatuk

Melalui ACP-285, parameter MinConsumptionRate akan diturunkan secara bertahap dari 10 persen menjadi 7,5 persen selama sekitar 90 hari setelah Helicon aktif. MaxConsumptionRate tidak diubah.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Berdasarkan simulasi Avalanche, annualized reward rate (ARR) untuk staking selama 14 hari dapat turun dari sekitar 5,36 persen menjadi 4,08 persen setelah parameter baru berlaku penuh. Sebaliknya, ARR validator dengan periode satu tahun tetap berada di sekitar 6,38 persen.

Perubahan tersebut memperlebar selisih reward antara periode minimum dan maksimum dari sekitar 1,02 poin persentase menjadi 2,30 poin persentase.

Model ekonomi Avalanche memperkirakan desain ini dapat mengurangi tingkat inflasi tahunan AVAX sekitar 0,5 hingga 1 poin persentase sekaligus memperpanjang rata-rata periode staking tertimbang sekitar dua bulan.

Angka tersebut masih berupa proyeksi berdasarkan model dan bukan kepastian, karena hasil akhirnya bergantung pada bagaimana validator mengubah perilaku staking setelah Helicon diterapkan.

BACA JUGA:  Bank Korea Gunakan Ripple Payments, tapi Apakah XRP Benar-benar Terlibat?

Skala perubahan ini cukup besar. Data terkini dari Avalanche Builder Hub menunjukkan sekitar 206,04 juta AVAX, atau 44 persen dari circulating supply, saat ini digunakan untuk mengamankan jaringan, dengan nilai hampir US$2 miliar.

Pada saat yang sama, Helicon menaikkan persyaratan uptime validator dari 80 persen menjadi 90 persen. Artinya, fleksibilitas modal yang lebih besar turut disertai standar operasional yang lebih ketat.

Akses Institusional AVAX Ikut Melebar

Perubahan ekonomi staking ini berlangsung di tengah perkembangan institusional baru di sekitar AVAX.

Dalam pengumuman terbarunya, Avalanche mengatakan Paxos telah mengintegrasikan Avalanche ke dalam infrastruktur keuangannya, memperluas akses institusi dan penyedia pembayaran terhadap AVAX serta USDC native Avalanche.

Infrastruktur Paxos disebut melayani lebih dari 650 institusi dan mendukung lebih dari 470 juta end user secara global.

Charles Schwab juga telah mengumumkan rencana menambahkan AVAX bersama Solana (SOL) dan Chainlink (LINK) ke layanan Schwab Crypto dalam beberapa bulan mendatang. Schwab menyebut penambahan tersebut sebagai bagian dari ekspansi aset digital berdasarkan permintaan klien.

BACA JUGA:  Kalimasada Ungkap Narasi Crypto Paling Menarik 2026, Sektor Apa yang Masih Early?

Perkembangan tersebut tidak membuktikan adanya hubungan langsung antara Helicon dan keputusan institusi menyediakan akses AVAX. Namun waktunya menunjukkan perubahan staking Avalanche terjadi ketika jalur untuk memperoleh eksposur terhadap AVAX melalui infrastruktur keuangan tradisional mulai bertambah.

Sementara itu, pada saat artikel ini disusun, AVAX diperdagangkan di sekitar US$9,69, dengan kenaikan sekitar 12,7 persen dalam 24 jam. Rentang perdagangan hariannya berada di kisaran US$8,87 hingga US$10,79.

Dengan aktivasi Helicon yang tinggal satu hari lagi, perhatian berikutnya akan tertuju pada apakah reward curve baru dan periode staking yang lebih pendek benar-benar mengubah perilaku validator, serta seberapa besar dampaknya terhadap laju penerbitan AVAX baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait