Staking Ethereum Meledak, 46 Persen ETH Kini Tak Bisa Dijual Bebas

Jaringan Ethereum mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas staking, dengan hampir 46,59 persen dari total pasokan ETH kini terkunci dalam kontrak deposit resmi Proof-of-Stake (PoS).

Data terbaru dari Santiment menunjukkan bahwa kontrak staking Ethereum saat ini menyimpan sekitar 77,85 juta ETH dengan nilai lebih dari US$256 miliar.

Jumlah tersebut meningkat 38,4 persen dibandingkan satu tahun lalu, menandakan minat jangka panjang pengguna terhadap mekanisme staking Ethereum semakin menguat.

Kontrak deposit ETH 2.0 berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset yang dikunci oleh para validator untuk mengamankan jaringan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Staking ether

ETH yang masuk ke dalam kontrak ini tidak dapat dijual bebas ke bursa kripto. Penarikan hanya bisa dilakukan melalui proses keluar validator yang diatur ketat oleh protokol Ethereum, dengan kuota harian terbatas.

Santiment menegaskan bahwa kontrak tersebut bukanlah dompet whale yang bisa memicu aksi jual besar secara tiba-tiba. ETH yang tersimpan di dalamnya tidak dapat langsung berpindah ke pasar terbuka.

BACA JUGA:  CEO Galaxy Digital: Era FOMO di Pasar Kripto Telah Berakhir

“Penarikan dilakukan secara bertahap dan dibatasi oleh sistem,” tulis Santiment dalam laporannya.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap keamanan dan prospek jangka panjang jaringan Ethereum. Di saat yang sama, kondisi tersebut membuat hampir separuh pasokan ETH tidak likuid, sehingga tidak bisa diperdagangkan secara bebas di pasar.

Selain lonjakan staking, aktivitas jaringan Ethereum juga mengalami peningkatan tajam. Analis kripto Ali Martinez melaporkan bahwa jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum telah melampaui 800.000, meningkat dua kali lipat dalam dua pekan terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa penggunaan jaringan Ethereum terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap staking Ethereum dan aktivitas on-chain lainnya.

alamat aktif ETH

Hampir Setengah Pasokan ETH Terkunci di Staking

Menurut Santiment, sekitar 46,59 persen dari seluruh pasokan ETH kini berada dalam kontrak staking.

Angka ini menjadi sorotan karena menempatkan hampir separuh aset Ethereum dalam kondisi terkunci jangka panjang. ETH yang di-stake tidak bisa langsung digunakan untuk aktivitas jual-beli atau dipindahkan ke bursa kripto.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Jual Ethereum Rp8,5 Miliar, Ini Alasannya!

Santiment menjelaskan bahwa tujuan utama kontrak deposit ini adalah menjaga keamanan jaringan melalui mekanisme konsensus Proof-of-Stake. Validator yang ingin berpartisipasi harus mengunci sejumlah ETH sebagai jaminan, sehingga jaringan tetap stabil dan terdesentralisasi.

Meski terlihat mencolok, Santiment menilai kondisi ini sebagai sinyal positif.

“Hampir setengah dari pasokan ETH dikunci oleh pengguna yang percaya pada jaringan Ethereum dalam jangka panjang,” tulis lembaga analitik tersebut.

Lonjakan jumlah ETH yang di-stake juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap model staking Ethereum sebagai sumber imbal hasil yang stabil.

Namun, tidak semua pihak memandang situasi ini tanpa risiko. Beberapa analis memperingatkan potensi masalah likuiditas jika terjadi penurunan harga tajam dan banyak validator berusaha keluar dari staking secara bersamaan. Karena proses penarikan dibatasi, ETH yang tertahan bisa menciptakan tekanan pasokan tertunda atau pent-up supply di pasar.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

Kekhawatiran lainnya adalah potensi pengaruh pihak-pihak tertentu terhadap pasokan ETH dalam jangka panjang, mengingat besarnya jumlah aset yang terkunci dalam satu sistem kontrak. Meski demikian, hingga saat ini belum ada indikasi gangguan terhadap stabilitas jaringan atau pasar akibat mekanisme staking tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia