Prediksi ambisius dari Standard Chartered terhadap harga token Uniswap (UNI) menjadi salah satu sorotan terbesar di pasar kripto pekan ini.
Berdasarkan laporan The Defiant pada Senin (15/6/2026), bank global tersebut memproyeksikan harga UNI dapat mencapai US$100 pada akhir 2030, atau sekitar 40 kali lebih tinggi dibandingkan level saat ini.
Proyeksi tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian institusi terhadap sektor tokenisasi aset dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang dinilai akan menjadi salah satu tema utama industri blockchain dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan yang dipimpin Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick, Uniswap dipandang sebagai salah satu infrastruktur yang berpotensi memperoleh manfaat terbesar apabila tren tokenisasi aset dunia nyata (RWA) terus berkembang.
Menurutnya, pertumbuhan sektor tersebut dapat mendorong peningkatan aktivitas perdagangan di berbagai platform DeFi, termasuk Uniswap sebagai bursa terdesentralisasi (DEX) terbesar di pasar.
“Saya memperkirakan bahwa jumlah aset tokenisasi yang aktif di DeFi akan meningkat 37 kali lipat pada akhir tahun 2030,” tulis Kendrick.
Mengapa Standard Chartered Sangat Bullish terhadap Harga UNI?
Prediksi harga UNI dari Standard Chartered tidak semata-mata didasarkan pada pergerakan harga jangka pendek, melainkan pada perubahan struktur industri keuangan yang dinilai sedang berlangsung. Bank tersebut memperkirakan nilai aset tokenisasi di blockchain dapat meningkat dari sekitar US$340 miliar saat ini menjadi US$4 triliun pada 2028.
Selain itu, porsi aset tokenisasi yang digunakan secara aktif di sektor DeFi diperkirakan meningkat dari sekitar 3,5 persen menjadi 30 persen pada 2030. Jika skenario tersebut terwujud, total aset yang terkunci (TVL) di sektor DeFi diproyeksikan tumbuh hingga sekitar US$2,7 triliun atau meningkat sekitar 37 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.
Dalam pandangan Standard Chartered, Uniswap memiliki posisi yang unik karena tidak hanya berfungsi sebagai bursa terdesentralisasi, tetapi juga berpotensi menjadi infrastruktur utama untuk memperdagangkan berbagai aset tokenisasi di masa depan.
Ketika saham, obligasi, dana pasar uang maupun aset dunia nyata lainnya mulai diperdagangkan secara on-chain, Uniswap dinilai memiliki peluang untuk menangkap sebagian besar aktivitas tersebut.
Sentimen positif tersebut juga tercermin pada pergerakan pasar. Berdasarkan data terbaru, harga UNI diperdagangkan di sekitar US$3,45 dan telah berhasil kembali menembus level psikologis US$3. Dalam empat jam terakhir, aset tersebut menguat sekitar 7,26 persen, sementara kenaikan dalam 24 jam mencapai hampir 25 persen.
Seberapa Kokoh Fundamental Uniswap di Balik Prediksi US$100?
Meski target US$100 masih berjarak sangat jauh dari harga saat ini, sejumlah perkembangan fundamental menunjukkan bahwa Uniswap terus memperluas perannya di dalam ekosistem blockchain.
Pada 4 Juni lalu, Uniswap Labs mengumumkan empat pembaruan baru yang dirancang untuk mempermudah pengguna memasuki dunia DeFi. Pembaruan tersebut mencakup proses onboarding yang lebih sederhana, pelacakan portofolio yang lebih baik, serta peningkatan kemampuan swap lintas blockchain.
Dalam pengumuman yang sama, Uniswap mengungkap bahwa API miliknya kini menangani sekitar 31 persen transaksi swap di Ethereum yang dilakukan melalui MetaMask. Hanya dalam beberapa pekan setelah integrasi, volume swap yang diproses melalui API tersebut telah melampaui US$126 juta.
Data tersebut menunjukkan bahwa peran Uniswap semakin berkembang menjadi lapisan infrastruktur yang digunakan berbagai aplikasi kripto lain di belakang layar.
Perkembangan lain datang pada 12 Juni ketika perdagangan sekuritas yang ditokenisasi mulai tersedia melalui ekosistem Uniswap. Pengguna yang memenuhi syarat kini dapat memperdagangkan aset yang merepresentasikan saham perusahaan seperti SpaceX, NVIDIA dan Apple secara langsung melalui infrastruktur berbasis blockchain.
Langkah tersebut menjadi salah satu contoh nyata dari narasi yang diangkat Standard Chartered mengenai masa depan tokenisasi aset. Semakin banyak aset tradisional yang masuk ke blockchain, semakin besar pula potensi aktivitas yang dapat mengalir melalui ekosistem Uniswap.
Di sisi lain, peluncuran Uniswap V4 juga terus melahirkan inovasi baru. Salah satu yang menarik adalah munculnya kategori koleksi digital berbasis hooks, fitur yang memungkinkan pengembang menambahkan logika khusus ke dalam liquidity pool.
Salah satu proyek yang memanfaatkan konsep tersebut, Unipeg, dilaporkan berhasil mencatat volume perdagangan sekitar US$120 juta hanya dalam waktu singkat.
Pertumbuhan ekosistem V4 juga terlihat dari meningkatnya penggunaan hooks. Data terbaru menunjukkan jumlah hook baru yang diterapkan telah melampaui 3.000 dalam satu pekan, sementara total implementasinya kini mencapai lebih dari 31.000.
Pada saat yang sama, volume perdagangan mingguan yang berasal dari pool berbasis hook telah menembus US$2 miliar dan mencetak rekor tertinggi baru.

Namun demikian, tidak semua indikator bergerak positif. Berdasarkan data DefiLlama, TVL Uniswap saat ini berada di kisaran US$3,14 miliar, turun dibandingkan awal 2026 yang sempat berada di sekitar US$4 miliar.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa meskipun inovasi terus berkembang, persaingan di sektor DeFi masih berlangsung ketat dan belum seluruhnya tercermin dalam pertumbuhan likuiditas.
Saat Fundamental Menguat, Apakah Grafik UNI Seirama?
Selain faktor fundamental, sejumlah pelaku pasar juga mulai memperhatikan struktur teknikal harga UNI. Salah satunya adalah analis Nebraskangooner, yang menilai aset tersebut berpotensi sedang membentuk pola Wyckoff Accumulation Spring, sebuah fase yang sering dikaitkan dengan transisi dari tren bearish menuju bullish.

Dalam analisisnya, harga UNI sebelumnya sempat menembus area support utama di kisaran US$2,40 hingga US$2,60 sebelum memantul kuat dengan dukungan volume tinggi.
Dalam metodologi Wyckoff, pola seperti itu sering disebut sebagai spring, yaitu pergerakan turun sementara yang bertujuan menyapu likuiditas atau liquidity sweep, dan menjebak pelaku pasar sebelum harga berbalik naik.
Menurutnya, lonjakan volume yang muncul setelah fase spring menjadi salah satu sinyal paling penting karena sering dikaitkan dengan aktivitas akumulasi oleh pelaku pasar besar. Saat ini, area US$2,60 hingga US$2,80 menjadi support utama yang perlu dipertahankan agar struktur akumulasi tetap valid.
Apabila pola tersebut berhasil terkonfirmasi, harga UNI berpotensi menguji area resistance di sekitar US$3,80 hingga US$4,00 sebelum menuju zona supply berikutnya di kisaran US$4,15 hingga US$4,20. Penembusan area tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju kawasan US$4,60 hingga US$4,80.
Meski demikian, skenario bullish tersebut akan mulai kehilangan validitas apabila harga UNI kembali turun dan ditutup di bawah area spring sekitar US$2,40.
Karena itu, meskipun prediksi Standard Chartered memberikan gambaran optimistis untuk jangka panjang, realisasi target tersebut tetap akan sangat bergantung pada kemampuan Uniswap mempertahankan pertumbuhan ekosistemnya sekaligus memanfaatkan gelombang tokenisasi aset yang diperkirakan berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


