Standard Chartered Sebut Ethereum Akan Bernasib Seperti Amazon

Ethereum kembali jadi sorotan setelah Standard Chartered menyamakan kondisi ETH saat ini dengan Amazon saat dot-com bubble pecah pada 2001. Di tengah harga yang masih tertekan, fundamental Ethereum justru dinilai terus menguat.

Dikutip dari laporan The Block pada Kamis (28/05/2026). Standard Chartered masih tetap mempertahankan proyeksi bullish jangka panjang untuk Ethereum, meski pasar kripto beberapa bulan terakhir bergerak lesu.

Menurut bank ini, pelemahan harga ETH saat ini belum mencerminkan kekuatan sebenarnya dari jaringan Ethereum. Aktivitas on-chain, dominasi stablecoin, hingga sektor tokenisasi aset dunia nyata disebut masih terus tumbuh agresif.

Harga ETH Melemah, Tapi Fundamental Semakin Kuat

Head of Digital Assets Research Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, mengatakan performa Ethereum saat ini mengingatkannya pada perjalanan Amazon ketika mereka runtuh saat gelembung internet pecah di awal 2000-an.

“Saya melihat performa ETH sangat mirip dengan bagaimana Jeff Bezos menggambarkan pergerakan saham Amazon saat gelembung teknologi pecah pada 2001,” kata Kendrick dalam laporannya.

Ia kemudian mengutip pidato Jeff Bezos pada 2018 yang menjelaskan bagaimana saham Amazon sempat jatuh drastis, sementara kondisi internal bisnis perusahaan justru terus membaik.

“Saham bukanlah perusahaan. Dan perusahaan bukanlah saham. Saat saya melihat harga saham turun dari US$113 menjadi US$6, saya juga melihat seluruh metrik internal bisnis kami… setiap aspek bisnis justru terus membaik,” ujar Bezos kala itu

Begini Nasib Ethereum Setelah Berhasil Sentuh US$4.000

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut Kendrick, situasi serupa kini terjadi pada Ethereum. Meski harga ETH saat ini terus melemah, berbagai indikator internal jaringan justru masih menunjukkan performa yang kuat.

BACA JUGA:  Mungkinkah Kasus Timothy Ronald Dibawa ke RDPU Komisi III DPR RI?

Ia mencatat jumlah transaksi ETH dan TVL masih berada di dekat level ATH. Namun, harga Ethereum saat ini telah turun sekitar 57 persen sejak puncaknya pada Agustus 2025 ke kisaran US$2.000.

Selain itu, rasio ETH terhadap Bitcoin juga turun sekitar 37 persen dalam periode yang sama. Meski begitu, Kendrick percaya ETH pada akhirnya akan mengikuti kekuatan fundamental tersebut.

“ETH akan mengejar fundamental internalnya, ini semua hanya tinggal masalah waktu,” tambahnya.

Standard Chartered Prediksi ETH Bisa Sentuh US$40.000

Meski pasar sedang tidak ramah terhadap Ethereum, Standard Chartered mempertahankan proyeksi harga jangka panjangnya. Bank tersebut masih memasang target ETH di level US$4.000 pada akhir 2026.

Bahkan untuk jangka panjang, Kendrick tetap optimistis Ethereum bisa menyentuh US$40.000 pada akhir 2030. Ia juga memperkirakan rasio ETH-BTC berpotensi kembali mendekati level puncak tahun 2021 di area 0,08.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Kembali Panas, Kini Bidik US$85.000

Optimisme ini sebagian besar datang dari dominasi Ethereum di sektor stablecoin dan RWA. Kendrick memperkirakan kapitalisasi pasar stablecoin dapat tumbuh enam kali lipat menjadi sekitar US$2 triliun pada akhir 2028.

Standard Chartered: Altcoin Ethereum Bisa Nanjak ke US$25.000

Saat ini sekitar 54 persen stablecoin global masih berada di jaringan Ethereum. Stablecoin juga menyumbang hampir sepertiga transaksi Ethereum sepanjang tahun 2026 dan mewakili sekitar 60 persen total TVL jaringan tersebut.

Menurut Kendrick, pertumbuhan pasar stablecoin akan terus membawa lebih banyak aktivitas ke ekosistem Ethereum. Hal itu pada akhirnya dinilai dapat menjadi bahan bakar baru bagi kenaikan harga ETH dalam jangka panjang.

Stablecoin, RWA, dan Regulasi Jadi Senjata Ethereum

Selain stablecoin, sektor tokenisasi RWA juga menjadi mesin pertumbuhan Ethereum. Standard Chartered memperkirakan pasar RWA non-stablecoin bisa melonjak hingga 50 kali lipat menjadi US$2 triliun pada akhir 2028.

Ethereum saat ini masih mendominasi sektor tersebut dengan menampung sekitar 62 persen total RWA dan 68 persen pinjaman on-chain aktif secara global.

“Jika RWA tumbuh hingga 50 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan seperti yang kami perkirakan, maka pentingnya sektor ini bagi Ethereum akan meningkat secara dramatis,” kata Kendrick.

BACA JUGA:  Polisi Ungkap Jaringan Pig Butchering Kripto di Sukoharjo

Lonjakan sektor RWA diperkirakan akan terus mendorong transaksi dan TVL Ethereum ke level tertinggi baru, yang berpotensi menjadi katalis kenaikan harga ETH.

Kendrick juga menyoroti peluncuran Ethereum Economic Zone (EEZ), sistem yang dirancang untuk mempermudah perpindahan aset di ekosistem Ethereum secara lebih efisien.

Menurutnya, EEZ dapat mengurangi ketergantungan pada bridge yang selama ini rentan diretas. Di sisi lain, perkembangan regulasi kripto di AS, termasuk pembahasan CLARITY Act, dinilai bisa memperkuat pertumbuhan DeFi dan aktivitas Ethereum.

Apa Itu Clarity ACT? Ini Pengertian dan Dampaknya ke Investor Kripto!

Meski harga ETH masih tertekan, Standard Chartered percaya bahwa fundamental Ethereum yang saat ini terus menguat pada akhirnya akan mendorong kenaikan harganya dalam jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait