Stellar berhasil uji mesin baru lewat Project Thruput dengan hasil 7,02 juta pembayaran per detik di lingkungan uji, tetapi angka itu belum bisa langsung disebut mengalahkan Solana karena yang diukur berbeda.
Melansir laman Stellar Development Foundation (SDF), Stellar berhasil uji mesin baru dalam proyek bernama Project Thruput. Angkanya memang mencolok, tetapi kamu perlu tahu apa yang sebenarnya diukur sebelum menarik kesimpulan. Yuk, simak hasil uji terbaru Stellar dan apa artinya ini bagi industri di bawah ini!
BACA JUGA:Â 10.000 Token Saham Siap Masuk Solana, Siap Digoreng Ala Meme Coin?
Cara Kerja Project Thruput
Pada kebanyakan blockchain, transaksi diproses dalam satu urutan yang ketat. Sebagian jaringan memang bisa menjalankan transaksi yang tidak berkaitan secara bersamaan. Namun begitu dua transaksi menyentuh data yang sama, misalnya saldo satu akun, keduanya harus mengantre lagi. Menambah komputer pun tidak banyak membantu karena mesin tambahan hanya menunggu.
Melansir laman Stellar, Project Thruput mengubah pola itu. Semua transaksi dalam satu blok mulai dari salinan data yang sama dan berjalan berdampingan, lalu perubahan yang kompatibel digabungkan saat blok dicatat.
Sebagai ilustrasi, sebuah transaksi cukup mencatat “kurangi 5”, bukan “saldo sekarang 95”. Banyak pembayaran bisa memperbarui satu akun sekaligus, tetapi dua pembayaran tidak bisa menghabiskan saldo terakhir yang sama. Karena itu, kapasitas bisa tumbuh dengan menambah mesin tanpa memecah blockchain menjadi beberapa shard.
Hasil Uji Coba Stellar Berhasil Uji Mesin Baru
Dalam benchmark, kapasitas eksekusi dalam satu validator naik dari 1,18 juta pembayaran per detik pada satu mesin menjadi 7,02 juta pada delapan mesin. Itu peningkatan hampir enam kali lipat. Kenaikannya belum mencapai delapan kali lipat karena koordinasi antar mesin juga memakan sumber daya.

Pengujiannya memakai transfer token bergaya ERC-20 di antara hanya 100 akun, sehingga persaingan akses data sengaja dibuat padat. Hasilnya adalah nilai tengah dari tiga kali uji di server AWS.
Melansir laman BigGo Finance, angka ini mencerminkan mesin eksekusi inti, bukan kecepatan jaringan secara utuh. Proses konsensus dan validasi lain belum tercakup, dan belum ada jadwal peluncuran di mainnet. Project Thruput sendiri baru berjalan di FutureNet, jaringan uji Stellar, dengan kode terbuka yang bisa dicoba pengembang.
Apa Arti Stellar Berhasil Uji Mesin Baru bagi Industri?
Stellar memang dikenal sebagai jaringan untuk pembayaran dan transfer keuangan. Kalau pendekatan ini berhasil diterapkan di jaringan sungguhan, layanan pembayaran, transfer stablecoin, dan aplikasi bervolume tinggi punya ruang lebih besar untuk tumbuh.
Melansir laman Stellar, Project Thruput juga tidak memungut biaya per transaksi. Saat permintaan melebihi kapasitas, jatah penjadwalan ditentukan oleh saldo token asli yang tidak terkunci di akun, bukan oleh adu biaya prioritas.
Namun, BigGo Finance mencatat bahwa pengumuman ini belum menjelaskan dampaknya terhadap biaya transaksi maupun harga XLM. Jadi, anggap ini sebagai sinyal arah teknologi, bukan jaminan hasil di dunia nyata.
Stellar Berhasil Uji Mesin Baru, Lalu Bagaimana dengan Solana?
Solana juga dirancang untuk pemrosesan paralel, tetapi angka yang dibandingkan berasal dari kondisi yang berbeda. Melansir laman Crypto Briefing, throughput Solana tanpa transaksi vote validator berada di kisaran 1.600 sampai 3.800 TPS pada pertengahan 2026. Total TPS-nya bisa lebih tinggi karena transaksi vote ikut dihitung.
Solana juga punya angka laboratorium sendiri. Melansir laman resmi Solana, klien validator Firedancer pernah menunjukkan lebih dari 1 juta TPS dalam pengujian, dan 100 ribu TPS dalam satu lonjakan di mainnet. Jadi, mengukur benchmark Stellar terhadap TPS harian Solana ibarat membandingkan kecepatan mobil balap di lintasan uji dengan kecepatan rata-rata di jalan raya.
Sui Tunnels Ikut Bicara Soal Jutaan TPS
Stellar bukan satu-satunya yang mengumumkan angka jutaan. Melansir laman Unchained, Sui mencatat 40.614.180 TPS lewat Sui Tunnels dalam demo langsung pada 7 Oktober 2026, dengan CertiK sebagai auditor independen.
Namun, tunnel bekerja mirip kanal pembayaran off-chain pada Lightning Network, lalu hasilnya diselesaikan di mainnet Sui saat kanal ditutup. Melansir laman Crypto Briefing, angka itu tidak berarti setiap transaksi ditulis satu per satu ke jaringan utama saat terjadi. Jadi, 40,6 juta milik Sui, 7,02 juta milik Stellar, dan ribuan TPS milik Solana mengukur hal yang berbeda.
Apakah Stellar Berhasil Uji Mesin Baru Berarti Sudah Mengalahkan Solana?
Stellar memang berhasil uji mesin baru dan hasilnya menjanjikan, tetapi angka 7,02 juta masih berasal dari benchmark eksekusi di FutureNet, sedangkan Solana sudah berjalan di jaringan produksi dengan aktivitas nyata. Perbandingan yang adil baru mungkin setelah keduanya diuji dengan beban dan perangkat keras yang setara.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


