Strategy Bocorkan Skenario Bilamana Mereka Jual Bitcoin

Strategy Inc. (sebelumnya MicroStrategy) menegaskan bahwa perusahaan hanya akan mempertimbangkan menjual kepemilikan Bitcoin jika berada dalam kondisi ekstrem yang tidak dapat dihindari.

Pernyataan ini disampaikan oleh CEO Phong Le dalam sebuah wawancara dengan host dari kanal Youtube What Bitcoin Did, yang menjelaskan bahwa penjualan BTC baru dilakukan apabila market Net Asset Value (mNAV) perusahaan turun di bawah 1 dan perusahaan tidak lagi mampu mengumpulkan modal melalui instrumen pendanaan apa pun.

Langkah tersebut disebut sebagai pilihan terakhir untuk menjaga nilai perusahaan dan kepentingan pemegang saham.

Le menekankan bahwa saat ini tidak ada rencana penjualan Bitcoin. Strategi utama perusahaan tetap berpegang pada akuisisi dan kepemilikan jangka panjang. Meski begitu, ia mengakui bahwa perusahaan harus menyiapkan mekanisme perlindungan jika situasi pasar memburuk dan jalur pendanaan tertutup.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Kami tidak memiliki rencana untuk menjual Bitcoin saat ini, namun dalam kondisi tertentu langkah teknis bisa diperlukan untuk melindungi nilai bagi pemegang saham,” ujar Phong Le.

Keputusan membocorkan kemungkinan skenario ekstrem ini muncul di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan struktur modalnya.

BACA JUGA:  Bitbromo Resmi Tinggalkan Bursa Kripto Indonesia, Ada Apa?

Strategy memegang lebih dari ratusan ribu Bitcoin sebagai bagian inti dari strategi pengelolaan aset perusahaan. Aset digital tersebut menjadi penopang utama nilai perusahaan sekaligus sumber volatilitas yang memengaruhi pergerakan harga saham MSTR.

Beban Dividen Strategy Meningkat dan Risiko Premium Saham Menyusut

Penjelasan mengenai potensi penjualan Bitcoin juga terkait dengan tekanan arus kas yang mulai terlihat sejak perusahaan mengeluarkan instrumen saham preferen. Strategy disebut memiliki kewajiban pembayaran dividen tahunan sebesar US$750 juta hingga US$800 juta kepada pemegang saham tersebut.

Selama harga saham MSTR berada di atas nilai aset bersih, penerbitan saham baru untuk penggalangan modal masih menguntungkan dan tidak terlalu dilutif.

Namun, Le mengingatkan bahwa skenario bisa berubah jika premi saham terhadap nilai aset bersih menghilang. Jika saham perusahaan diperdagangkan tanpa premium, potensi dilusi akan meningkat secara signifikan dan tidak lagi memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan akan menghadapi keterbatasan untuk mengumpulkan modal baru yang diperlukan untuk menjaga operasional dan tetap menjalankan strategi pembelian Bitcoin.

BACA JUGA:  Ramadan Effect 2026: Volatilitas Tinggi, Bitcoin Masuk Fase Lelah?

Selain itu, Strategy juga harus memastikan bahwa yield per share bagi pemegang saham tetap berada pada tingkat yang menarik. Jika beban dividen meningkat sementara kemampuan penggalangan modal menurun, perusahaan akan dipaksa mencari alternatif lain untuk menjaga keseimbangan finansial.

Di sinilah penjualan sebagian kecil kepemilikan Bitcoin menjadi salah satu opsi teknis untuk menutup kesenjangan arus kas tanpa mengguncang keseluruhan strategi investasi perusahaan.

Struktur Modal Masih Fleksibel, Namun Risiko Tetap Ada

Meski membuka kemungkinan penjualan BTC, Le menegaskan bahwa perusahaan masih memiliki struktur pendanaan yang relatif kuat. Strategy mengandalkan kombinasi utang jangka panjang, opsi penerbitan saham baru, dan metode pembiayaan lain yang selama ini dipakai untuk terus memperbesar portofolio Bitcoin.

Perusahaan menegaskan bahwa strategi pembelian Bitcoin belum berubah, dan mereka tetap melihat aset digital tersebut sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Dalam sejumlah kesempatan, analis pasar menilai bahwa transparansi Strategy soal potensi penjualan merupakan langkah untuk meredakan kekhawatiran investor.

BACA JUGA:  Pasar Bitcoin Mulai Bangkit Lagi? Buyer Balik Setelah Dump Februari

Dengan mengungkap parameter yang sangat spesifik, yakni turunnya mNAV di bawah 1 dan terputusnya akses modal, perusahaan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai batas toleransi risiko.

Ini juga menjadi penegasan bahwa penjualan besar-besaran tidak akan dilakukan secara mendadak tanpa pemicu yang jelas.

Selain arus kas dan pendanaan, perusahaan juga mempertimbangkan aspek fiskal dalam skenario ekstrem tersebut. Strategy mengindikasikan bahwa pada kondisi tertentu, menjual Bitcoin pada harga tertentu dapat memberikan keuntungan pajak, misalnya untuk mengimbangi capital gain dari aset lain yang dimiliki perusahaan.

Meski demikian, Le menekankan bahwa manfaat ini bersifat sekunder dan bukan pendorong utama dalam keputusan penjualan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait