Di tengah ketidakpastian pasar kripto, Ali Martinez melontarkan pandangan yang mengundang perhatian. Analis tersebut menilai struktur saham preferen STRC milik Strategy memiliki kemiripan dengan dinamika yang pernah mempercepat keruntuhan Terra Luna.
Bukan karena mekanismenya yang sama, melainkan karena keduanya dinilai dapat membebani penerbit secara finansial ketika kondisi pasar semakin memburuk.
Ali Martinez Soroti Risiko di Balik STRC Milik Saylor
Lewat unggahan di X pada Sabtu (20/6/2026), Ali Martinez memperingatkan bahwa struktur pendanaan STRC milik Strategy berpotensi menimbulkan tekanan finansial yang lebih besar ketika harga Bitcoin melemah.
Martinez menjelaskan bahwa obligasi perusahaan umumnya menawarkan bunga tetap. Saat kondisi memburuk, harga obligasi memang turun, tetapi kewajiban pembayaran bunga tidak berubah sehingga kerugian lebih banyak ditanggung investor.
Berbeda dengan obligasi konvensional, STRC yang diusung oleh Michael Saylor memiliki skema dividen yang dapat disesuaikan untuk menjaga harga saham tetap mendekati nilai par US$100.
Artinya, jika harga BTC turun dan permintaan STRC melemah, Strategy harus menawarkan dividen yang lebih tinggi untuk menarik investor. Kondisi ini berisiko meningkatkan beban keuangan perusahaan saat nilai aset utamanya justru sedang tertekan.
“Harga Bitcoin yang lebih rendah akan menyebabkan biaya bunga tinggi, sehingga menguras kas perusahaan tepat ketika aset utamanya sedang kehilangan nilai. Secara konsep, kondisi ini mirip dengan keruntuhan Terra/Luna,” tulis Martinez.
Kondisi tersebut berpotensi menciptakan tekanan yang berbahaya. Saat nilai aset perusahaan terus menurun, biaya pendanaan justru bisa meningkat, sehingga mempersempit fleksibilitas keuangan Strategy di tengah tekanan pasar.
Michael Saylor: Penjualan Bitcoin Penting untuk Ekspansi Strategy
STRC Melemah, Kekhawatiran Investor Meningkat
Kekhawatiran terhadap STRC semakin menguat seiring melemahnya kinerja saham preferen tersebut di pasar. Pada 18 Juni, STRC anjlok sekitar 17 persen dari nilai par US$100 hingga menyentuh level US$82,53 sebelum akhirnya ditutup di US$88,59.
Penurunan itu memicu perdebatan mengenai ketahanan model pembiayaan Strategy, terutama jika harga Bitcoin terus tertekan dan memasuki fase bearish dalam jangka waktu yang panjang.
Martinez menegaskan bahwa perbandingannya dengan Terra Luna bukan didasarkan pada mekanisme sistem. Menurutnya, kemiripan terletak pada dinamika ekonomi yang dapat memperbesar tekanan terhadap penerbit ketika kondisi pasar memburuk.
“Meskipun Strategy tidak mencetak token begitu saja, kedua sistem tersebut sama-sama memiliki mekanisme yang membuat penerbit harus menanggung beban finansial yang semakin besar ketika situasi memburuk,” tulis Martinez.
Sementara itu, Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman, menilai salah satu cara untuk mengurangi tekanan adalah dengan menjual sebagian cadangan Bitcoin guna memperbaiki struktur modal perusahaan.
Meski demikian, Dorman menilai peluang Strategy menjual Bitcoin relatif kecil. Ia justru memperkirakan penjualan saham MSTR masih menjadi skenario yang lebih mungkin terjadi dengan probabilitas sekitar 70 persen.
“Ada peluang 25 persen Strategy mengambil langkah tepat dengan mengakui kesalahan saat membeli utangnya, lalu menjual BTC US$3 miliar hingga US$4 miliar. Langkah tersebut dapat memberikan waktu tambahan bagi perusahaan,” tulis Dorman di X, Kamis (18/06/2026).
Perdebatan mengenai STRC pun semakin ramai di kalangan pelaku pasar kripto. Sejumlah investor mulai mempertanyakan apakah struktur pendanaan Strategy cukup kuat menghadapi pasar bearish yang berkepanjangan.
Di sisi lain, peringatan Ali Martinez memunculkan kekhawatiran bahwa mekanisme STRC justru dapat memperbesar tekanan ketika kondisi pasar memburuk, alih-alih menjadi bantalan perlindungan di tengah volatilitas.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


