Strategy Inc., perusahaan yang dipimpin Michael Saylor dan dikenal sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik, terancam dikeluarkan dari sejumlah indeks saham utama, termasuk Nasdaq-100 dan MSCI USA.
Berdasarkan laporan Bloomberg, ancaman ini muncul setelah JPMorgan memperingatkan bahwa perubahan klasifikasi terhadap perusahaan yang memegang aset kripto dalam jumlah besar dapat memicu arus keluar dana pasif bernilai miliaran dolar AS.
Menurut laporan tersebut, peninjauan yang dilakukan penyedia indeks, khususnya MSCI, dapat berdampak signifikan terhadap keberadaan Strategy di berbagai indeks yang selama ini menopang likuiditas sahamnya.
Strategy selama bertahun-tahun masuk dalam indeks saham unggulan, tetapi komposisi neraca yang sangat didominasi oleh kepemilikan Bitcoin kini membuat statusnya dipertimbangkan kembali.
JPMorgan menilai bahwa jika perusahaan dikeluarkan dari indeks MSCI saja, potensi arus keluar dari dana pasif yang mengikuti indeks tersebut bisa mencapai sekitar US$2,8 miliar. Jika indeks lain seperti Nasdaq-100 mengambil langkah serupa, total potensi outflow atau arus keluar diperkirakan dapat meluas hingga US$8,8 miliar.
“Jika Strategy dikeluarkan dari indeks besar, dana pasif secara mekanis harus melepas sahamnya, dan itu dapat menciptakan tekanan jual dalam skala yang tidak kecil,” ungkap analis JPMorgan.
Pernyataan ini menggambarkan kekhawatiran utama di kalangan investor institusi, terutama karena saham Strategy selama ini mendapat dukungan kuat dari dana berbasis indeks.
Potensi Dampak Terhadap Likuiditas dan Harga Saham
Ancaman penghapusan Strategy dari indeks-indeks utama berpotensi menekan likuiditas saham perusahaan secara drastis. Dana pasif, termasuk ETF dan reksa dana indeks, secara otomatis akan menyesuaikan portofolio mereka jika sebuah emiten dikeluarkan dari indeks acuan.
Proses tersebut biasanya dilakukan dalam waktu yang sangat singkat dan serentak di banyak pasar, sehingga dapat mendorong tekanan jual yang besar dalam waktu yang bersamaan.
Selama beberapa tahun terakhir, saham Strategy memang semakin dipandang sebagai instrumen yang memberikan eksposur tidak langsung terhadap pergerakan harga Bitcoin.
Nilai pasar perusahaan lebih banyak mencerminkan volatilitas Bitcoin dibandingkan dengan bisnis perangkat lunak yang menjadi usaha inti Strategy. Ketergantungan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa keberadaan perusahaan tersebut di indeks teknologi tradisional kini dipertanyakan.
Jika dana pasif mulai melakukan penyesuaian portofolio secara sistematis, harga saham Strategy berpotensi menghadapi volatilitas besar.
Selain itu, persepsi investor institusi dapat berubah karena saham yang tidak lagi berada di indeks unggulan biasanya mengalami penurunan tingkat partisipasi perdagangan harian.
Keputusan Masih Dalam Peninjauan
Hingga saat ini, belum ada keputusan final dari pihak penyedia indeks mengenai masa depan Strategy di Nasdaq-100 maupun MSCI USA.
Proses peninjauan dijadwalkan selesai menjelang Januari 2026, dengan keputusan resmi akan disampaikan setelah masa konsultasi berakhir. Meski demikian, rumor dan analisis mengenai potensi perubahan tersebut telah cukup untuk memicu reaksi dari berbagai pemangku kepentingan di pasar modal.
Kendati belum ada kepastian, analis pasar menilai situasi ini menjadi titik penting yang harus diperhatikan investor. Pergeseran klasifikasi oleh penyedia indeks internasional dapat memberikan tekanan besar terhadap perusahaan mana pun, terutama yang memiliki struktur kepemilikan aset tidak konvensional seperti Strategy.
Dalam konteks tersebut, keputusan akhir MSCI dan penyedia indeks lainnya akan sangat menentukan arah pergerakan saham perusahaan pada tahun mendatang.
Dengan latar belakang itu, kekhawatiran mengenai potensi arus keluar dana pasif tetap menjadi isu sentral.
Jika skenario terburuk terjadi, Strategy harus menghadapi tekanan likuiditas sekaligus penyesuaian persepsi investor terhadap identitas korporasinya, apakah sebagai perusahaan teknologi, perusahaan aset digital, atau entitas hybrid yang berada di antara keduanya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



