Langkah agresif kembali diambil oleh Strategy milik Michael Saylor. Perusahaan yang dikenal sebagai “mesin akumulasi Bitcoin” ini tak hanya menambah kepemilikan, tetapi mulai merapikan fondasi keuangannya.
Pangkas Utang, Strategy Manfaatkan Diskon 8 Persen
Dikutip dari pengumuman resmi yang dirilis pada Selasa (26/05/2026), Strategy menebus utang konversi senilai US$1,5 miliar dengan harga sekitar US$1,38 miliar, atau diskon sekitar 8 persen dari nilai pari.
Langkah ini langsung memangkas total utang konversi dari US$8,2 miliar menjadi US$6,7 miliar, memberikan ruang napas yang lebih longgar bagi struktur keuangan perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin terbesar tersebut.
Strategy Siap Gelontorkan Rp745 Triliun untuk Borong Bitcoin
Transaksi ini bukan sekadar pengurangan. Dengan menggunakan cadangan kas, Strategy secara efektif menekan potensi dilusi saham di masa depan, isu yang kerap membayangi perusahaan dengan instrumen utang konversi.
Cadangan kas perusahaan kini tersisa US$871 juta. Meski menipis, Michael Saylor menegaskan bahwa cadangan tersebut akan diisi kembali secara bertahap, menyesuaikan kondisi pasar.
“Strategy memiliki fleksibilitas untuk mendanai transaksi strategis menggunakan kas, Digital Equity, Digital Credit, atau Digital Capital, sehingga memberi kami berbagai opsi untuk mengoptimalkan neraca dan merespons kondisi pasar,” jelasnya.
BTC Yield Naik, Strategy Terus Borong Bitcoin
Dampak dari aksi yang diambil oleh mereka tercermin pada metrik internal. Strategy mencatat tambahan BTC Yield sebesar 0,7 persen hanya dari transaksi ini, mendorong total year-to-date menjadi 13,3 persen.
Dalam angka absolut, perusahaan milik Saylor telah mencetak BTC Gain sebesar 89.378 Bitcoin sepanjang 2026 miliar. Ini bukan sekadar angka kosmetik, melainkan indikator seberapa efektif meningkatkan Bitcoin per saham.
“Mencapai BTC Yield year-to-date sebesar 13,3 persen, dengan BTC Gain mencapai 89.378 bitcoin dan BTC Gain sebesar US$6,8 miliar,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.
CFO Strategy, Andrew Kang, menyebut langkah ini berdampak positif bagi perusahaan. Artinya, baik pemegang saham maupun pemberi pinjaman sama-sama diuntungkan karena pengelolaan utang dilakukan dengan lebih disiplin.
“Pembelian kembali obligasi konversi 2029 ini memberikan dampak positif bagi ekuitas dan kredit investor kami, serta menunjukkan komitmen kami yang berkelanjutan dalam mengelola liabilitas,” jelasnya.

Per Rabu (27/05/2026), Strategy memegang total 843.738 BTC, dengan harga rata-rata akuisisi sekitar US$75.700 per koin. Posisi ini menempatkan mereka sebagai salah satu entitas publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.
Langkah ini menegaskan bahwa Strategy tidak hanya agresif mengakumulasi Bitcoin, tetapi juga semakin disiplin dalam mengelola keuangan, memperkuat fondasi jangka panjang di tengah volatilitas pasar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


