Strategy Pertimbangkan Jual Bitcoin, Ini Penjelasan Michael Saylor

Michael Saylor, sosok yang selama ini dikenal sebagai pendukung garis keras strategi “never sell Bitcoin”, kini mulai membuka kemungkinan berbeda. Untuk pertama kalinya, perusahaan miliknya, Strategy, mengisyaratkan penjualan sebagian BTC yang mereka pegang.

Meski terdengar mengejutkan, langkah ini tidak dilakukan karena kepanikan. Saylor menilai penjualan kecil Bitcoin justru dapat menjadi cara untuk memperkuat kepercayaan sekaligus membuktikan bahwa perusahaannya tetap solid di tengah volatilitas kripto.

Michael Saylor Mulai Ubah Narasi “Never Sell

Dalam laporan kinerja kuartal pertama 2026 yang disiarkan melalui X pada Selasa (06/05/2026), Michael Saylor mengatakan bahwa Strategy kemungkinan akan menjual sebagian kecil Bitcoin untuk mendanai pembayaran dividen.

“Kami kemungkinan akan menjual sebagian Bitcoin untuk mendanai dividend saham, sekaligus membuat pasar lebih tenang dan menunjukkan bahwa kami memang bisa melakukannya,” ujar Saylor.

Istilah “inoculate” yang digunakan Saylor merujuk pada upaya untuk membuat pasar lebih kebal terhadap kepanikan. Ia ingin menunjukkan bahwa penjualan Bitcoin oleh Strategy bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari strategi bisnis yang terukur.

BACA JUGA:  Bitcoin Bisa Kalahkan Emas? CIO Bitwise Soroti Dampak Konflik Iran

“Perusahaannya baik-baik saja, Bitcoin baik-baik saja, industrinya juga baik-baik saja, dunia tidak berakhir,” lanjutnya.

Pernyataan ini cukup kontras dibandingkan dengan sikap Saylor sebelumnya. Pada Februari lalu, ia sempat mengatakan bahwa Strategy akan terus membeli Bitcoin setiap kuartal untuk selamanya.

Saat itu, Michael Saylor juga menegaskan bahwa perusahaannya masih mampu bertahan bahkan jika harga Bitcoin turun hingga US$8.000 tanpa harus menjual aset yang mereka miliki.

Simulasi Ketahanan Strategy Saat Harga Bitcoin Turun
Simulasi Ketahanan Strategy Saat Harga Bitcoin Turun

Rugi Triliunan, Strategy Tetap Borong Bitcoin

Komentar Saylor muncul setelah Strategy melaporkan kerugian mencapai US$12,5 miliar pada kuartal pertama 2026. Sebagian besar kerugian tersebut berasal dari unrealized loss akibat penurunan harga Bitcoin sekitar 23,8 persen selama periode tersebut.

Meski begitu, Strategy tetap menjadi salah satu perusahaan dengan akumulasi Bitcoin terbesar di dunia. Sejak memulai strategi cadangan Bitcoin pada Agustus 2020, perusahaan ini konsisten membeli BTC dalam jumlah besar.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Melejit 4 Persen, Siap Lanjut Naik?

Sepanjang tahun ini saja, Strategy telah membeli sekitar 145.834 Bitcoin tambahan. Total kepemilikan mereka kini mencapai 818.334 BTC dengan valuasi sekitar US$66,7 miliar.

Untuk mendukung strategi akumulasi BTC, Strategy mengandalkan instrumen saham preferen perpetual bernama Stretch (STRC). Produk ini menawarkan dividen dan menjadi salah satu sumber pendanaan utama perusahaan untuk membeli Bitcoin.

Simpanan Bitcoin Strategy Milik Michael Saylor
Simpanan Bitcoin Strategy Milik Michael Saylor

Saylor bahkan memiliki ambisi besar terhadap STRC. Ia ingin membangun Stretch menjadi “instrumen kredit terbesar di dunia” dengan likuiditas yang semakin besar dan efek jaringan yang lebih luas seiring meningkatnya aset kelolaan perusahaan.

Strategy Mulai Dorong Ekosistem Kredit Bitcoin

Di sisi lain, Saylor juga melihat perkembangan dalam ekosistem keuangan berbasis Bitcoin. Ia mengatakan sejumlah protokol DeFi seperti Pendle dan Saturn mulai melakukan tokenisasi terhadap dividen bulanan STRC sebesar 11 persen.

Langkah ini memungkinkan dividen diperdagangkan secara lebih fleksibel dan meningkatkan likuiditas produk kredit berbasis Bitcoin. Menurut Saylor, perkembangan seperti ini nyaris tidak terlihat beberapa bulan lalu.

BACA JUGA:  Schwab dan Citadel Lirik Prediction Market, Sinyal Perubahan Besar?

“Delapan atau 12 minggu lalu kami bahkan belum membicarakan hal-hal seperti ini, tetapi sekarang saya melihat sudah ada sekitar tiga lusin inisiatif yang mulai bermunculan,” kata Saylor.

Ia juga optimistis bahwa dalam waktu dekat akan muncul neobank yang menawarkan “digital yield account” berbasis Bitcoin. Produk ini disebut mampu memberikan imbal hasil hingga 8 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan banyak produk stablecoin saat ini.

Meski mulai membuka opsi menjual Bitcoin, Strategy milik Michael Saylor tampaknya masih tetap percaya pada masa depan BTC dan terus mendorong pengembangan ekosistem keuangan berbasis Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait