Strategy Siap Gelontorkan Rp745 Triliun untuk Borong Bitcoin

Langkah agresif ditunjukkan oleh perusahaan milik Michael Saylor, Strategy. Perusahaan ini baru saja mengumumkan rencana ambisius untuk menghimpun dana hingga US$44,1 miliar atau setara sekitar Rp745 triliun guna menambah kepemilikan Bitcoin.

Strategy Jual Saham untuk Tambah Bitcoin

Strategy mengungkapkan sejumlah skema penggalangan dana besar melalui dokumen resmi yang diajukan ke US Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (23/03/2026).

Berdasarkan dokumen tersebut, total target pendanaan mereka mencapai US$44,1 miliar dan akan digunakan untuk membeli Bitcoin secara bertahap.

Untuk merealisasikannya, Saylor berencana menghimpun US$21 miliar melalui penjualan saham biasa atau Strategy (MSTR). Selain itu, jumlah yang sama dikumpulkan dari instrumen saham preferen berimbal hasil tinggi bernama Stretch (STRC).

IKLAN
Chat via WhatsApp
Dokumen Pengajuan Penjualan Saham Strategy
Dokumen Pengajuan Penjualan Saham Strategy

Tak berhenti di situ, Strategy juga menyiapkan tambahan hingga US$2,1 miliar dari produk saham preferen lainnya, Strike (STRK). Menariknya, perusahaan tidak menetapkan tenggat waktu pasti.

BACA JUGA:  Selat Hormuz Memanas, Bitcoin Terancam Ikut Terguncang

“Dari waktu ke waktu melalui Agen dalam penawaran baru Saham Biasa, Saham Preferen STRC, dan Saham Preferen STRK,” sebagaimana tercantum pada dokumen tersebut.

Langkah ini menandai pergeseran strategi pendanaan. Jika sebelumnya mengandalkan utang konversi dalam jumlah besar, kini Strategy beralih ke at-the-market (ATM), yakni menjual saham secara bertahap langsung ke pasar.

Instrumen seperti STRC dan STRK pun tidak hanya menjadi sumber dana, tetapi juga sarana bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus membelinya secara langsung.

Saham preferen ini menawarkan dividen bulanan, sehingga tetap menarik di tengah harga Bitcoin yang terlempar jauh dari ATH. Pendekatan ini memungkinkan Strategy menambah kepemilikan BTC tanpa terlalu banyak menerbitkan saham biasa baru.

Strategy Borong Bitcoin di Tengah Volatilitas Pasar

Strategi pendanaan ini berjalan seiring dengan akumulasi yang sudah berlangsung sejak awal tahun. Dalam tiga bulan pertama 2026 saja, Strategy telah menambah hampir 90.000 Bitcoin ke dalam neracanya.

BACA JUGA:  Mantan PM Inggris Sebut Bitcoin Mirip Skema Ponzi

Pembelian terbarunya mencapai 1.031 BTC senilai US$76,6 juta. Angka ini melengkapi serangkaian pembelian besar sebelumnya, termasuk 17.994 BTC pada 9 Maret dan 22.337 BTC pada 16 Maret, dengan total nilai sekitar US$2,9 miliar.

Berkat akumulasi tersebut, total kepemilikan Strategy kini mencapai 762.099 BTC dengan nilai sekitar US$54 miliar. Posisi ini semakin mengukuhkan Strategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia.

Pada akhirnya, langkah agresif ini mencerminkan keyakinan kuat perusahaan terhadap masa depan Bitcoin. Di tengah ketidakpastian pasar, Strategy justru memilih untuk terus menambah eksposur.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait