Struktur Pasar Bitcoin Berubah, Momentum Kenaikan Mulai Diuji

Perubahan struktur dalam pasar Bitcoin (BTC) mulai terlihat berdasarkan data on-chain terbaru yang dibagikan oleh CryptoZeno di CryptoQuant.

Perbandingan antara pertumbuhan Market Cap dan Realized Cap menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin kini tidak lagi berkembang secepat nilai realisasi koin yang berpindah di jaringan.

Pergeseran ini menandakan bahwa fase distribusi mulai muncul di tengah pasar, sehingga momentum kenaikan harga Bitcoin berpotensi menghadapi ujian baru.

growth rate BTC market cap

IKLAN
Chat via WhatsApp

CryptoZeno menjelaskan bahwa metrik Market Cap dan Realized Cap sering digunakan untuk membaca dinamika arus modal dalam pasar Bitcoin.

Dalam kondisi bullish yang kuat, Market Cap biasanya tumbuh lebih cepat dibandingkan Realized Cap. Hal itu terjadi ketika permintaan spekulatif mendorong harga Bitcoin naik melampaui rata-rata harga akumulasi koin yang tersimpan di jaringan.

Namun, data terbaru menunjukkan perubahan pola tersebut. Selisih pertumbuhan antara kedua metrik kini memasuki wilayah negatif.

growth rate BTC 365 SMA

Bahkan dalam tren jangka panjang selama 365 hari, laju pertumbuhan Market Cap tercatat lebih lambat dibandingkan ekspansi Realized Cap. Kondisi ini mengindikasikan bahwa nilai koin yang berpindah tangan di jaringan meningkat lebih cepat dibandingkan total valuasi pasar Bitcoin secara keseluruhan.

BACA JUGA:  Kazakhstan Siap Investasi Rp5,88 Triliun ke Aset Kripto

Lonjakan Profit-Taking Mulai Mengubah Struktur Pasar Bitcoin

Menurut CryptoZeno, divergensi ini sering muncul ketika aktivitas pengambilan keuntungan meningkat. Ketika investor mulai merealisasikan keuntungan, koin yang sebelumnya disimpan mulai berpindah tangan, sehingga menciptakan redistribusi dalam jaringan Bitcoin.

“Ketika Realized Cap tumbuh lebih cepat daripada Market Cap, itu biasanya menandakan meningkatnya aktivitas profit-taking dan redistribusi koin di jaringan,” tulis CryptoZeno.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berarti pasar telah mencapai puncak siklus. Namun, situasi ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin kemungkinan sedang memasuki fase di mana permintaan baru dibutuhkan untuk mempertahankan momentum kenaikan harga.

Jika pertumbuhan Market Cap kembali melampaui Realized Cap, menurut CryptoZeno, hal tersebut dapat menandakan kembalinya kekuatan pasar. Sebaliknya, jika kondisi ini berlanjut, struktur pasar kemungkinan mencerminkan fase penyerapan tekanan jual secara bertahap.

BACA JUGA:  RAI Token yang Dipromosikan Jhon LBF Delisting dari Indodax

Adopsi Bitcoin Terus Naik Meski Momentum Harga Melambat

Di tengah perubahan struktur pasar Bitcoin, data dari platform analitik Santiment menunjukkan perkembangan positif dari sisi fundamental jaringan. Jumlah dompet Bitcoin yang memiliki saldo tercatat telah mencapai rekor tertinggi baru sebanyak 58,45 juta alamat.

wallet Bitcoin

Selain itu, jumlah Bitcoin yang tersimpan di dompet bursa kripto diketahui turun ke level terendah sejak Desember 2017.

Penurunan ini menunjukkan semakin banyak investor yang memindahkan aset mereka ke penyimpanan pribadi atau cold storage, yang sering diartikan sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin.

Pertumbuhan adopsi ini menunjukkan bahwa meskipun momentum harga menghadapi tantangan, fondasi jaringan Bitcoin tetap berkembang.

Prediksi Tekanan Jual dan Aktivitas Institusi Jadi Sorotan

Di sisi lain, sejumlah analis pasar juga menyoroti potensi pergerakan besar dalam waktu dekat yang dapat memengaruhi arah pasar Bitcoin. Analis kripto Lofty memperkirakan bahwa pasar mungkin akan menghadapi tekanan jual dalam waktu dekat sebelum kembali bergerak menuju target harga berikutnya.

BACA JUGA:  Arkham: Bhutan Diam-diam Pindahkan 184 Bitcoin

bull trap Bitcoin

Lofty menyebut bahwa kemungkinan terjadi pelepasan besar Bitcoin pada pekan mendatang, namun ia juga menilai fase jebakan bearish terakhir pada 2026 telah berakhir dan target harga berikutnya berada di sekitar US$50.000.

Sementara itu, analis Ash Crypto menyoroti aktivitas dompet yang dikaitkan dengan perusahaan perdagangan institusional Jane Street. Ia mencatat bahwa dompet yang terhubung dengan perusahaan tersebut baru saja menyetorkan Bitcoin senilai sekitar US$19 juta ke beberapa bursa yang berfokus pada perdagangan institusional.

Jane Street BTC

Platform tersebut sering digunakan untuk aktivitas high-frequency trading yang sebelumnya pernah memicu penurunan harga Bitcoin secara tajam pada waktu tertentu di pasar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait