SWIFT Hadirkan Blockchain untuk Pembayaran Global, Gandeng 17 Bank Besar

SWIFT mengumumkan kesiapan infrastruktur blockchain untuk pembayaran lintas negara. Sebanyak 17 bank internasional akan menjadi peserta awal implementasi, menandai babak baru integrasi teknologi blockchain dalam sistem keuangan global.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri perbankan. Melalui blockchain dan tokenized deposits, SWIFT ingin menghadirkan pembayaran lintas negara yang beroperasi 24/7, lebih cepat, efisien, aman, dan tetap mematuhi regulasi.

SWIFT Siap Ubah Pembayaran Global Lewat Blockchain

Selama bertahun-tahun, pembayaran lintas negara menghadapi berbagai tantangan. Proses transaksi sering kali membutuhkan waktu lama, terutama saat dilakukan di luar jam operasional perbankan atau saat akhir pekan.

Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Pada Kamis (09/07/2026), SWIFT mengumumkan bahwa mereka mulai memanfaatkan teknologi blockchain sebagai fondasi baru pembayaran lintas negara.

“SWIFT mengumumkan blockchain-based ledger miliknya memasuki tahap penggunaan awal. Infrastruktur ini memungkinkan lembaga keuangan menghadirkan pembayaran lintas negara selama 24 jam sehari dan dalam seminggu menggunakan tokenized deposits,” sebagaimana tercantum dalam pengumuman resminya.

Sebanyak 17 bank dari enam benua bersiap menjalankan uji coba menggunakan infrastruktur tersebut. Kehadiran ini menunjukkan tingginya minat industri terhadap sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan sesuai regulasi.

BACA JUGA:  Ethereum Ngebut Uji Upgrade Glamsterdam, Kini Masuk Tahap Final

Teknologi ini memungkinkan bank untuk menerbitkan tokenized deposits pada sistem internal. Perpindahan dana dikoordinasikan melalui shared ledger SWIFT sebelum diselesaikan menggunakan infrastruktur yang ada.

Inovasi ini, menurut Chief Business Officer SWIFT, Thierry Chilosi, memungkinkan pemanfaatan teknologi blockchain secara lebih maksimal dan berpotensi menjadi standar baru dalam industri keuangan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Melalui kemampuan ledger yang baru ini, kami ingin memperluas kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan yang telah mapan ke era uang digital,” jelasnya.

Mengapa Langkah SWIFT Sangat Penting?

Bagi banyak orang, blockchain identik dengan kripto. Padahal, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran tradisional, termasuk oleh bank-bank terbesar di dunia.

SWIFT bukan perusahaan blockchain maupun penerbit mata uang digital. Organisasi berbasis di Belgia ini menghubungkan lebih dari 11.500 institusi keuangan di lebih dari 200 negara dan wilayah.

Hampir seluruh transaksi internasional antarbank bergantung pada standar komunikasi SWIFT. Karena itu, setiap inovasi yang dilakukan organisasi ini berpotensi membawa perubahan besar bagi sistem pembayaran global.

Apa Itu SWIFT dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Setiap dua hingga tiga hari, jaringan SWIFT memfasilitasi perpindahan nilai yang setara dengan PDB dunia. Hal tersebut menunjukkan besarnya peran SWIFT dalam sistem keuangan internasional.

BACA JUGA:  Solana Ubah Aturan Main! Validator Kini Bisa Tentukan Masa Depan Jaringan dengan Sistem Baru Ini

Blockchain yang dikembangkan SWIFT juga berbeda dari blockchain publik seperti Bitcoin atau Ethereum. Infrastruktur ini bersifat permissioned sehingga hanya dapat diakses oleh institusi keuangan yang telah memperoleh izin.

“Teknologi ini memungkinkan aset yang ditokenisasi berpindah lintas negara dengan kecepatan dan fleksibilitas yang dibutuhkan perdagangan modern, tanpa mengurangi standar ketahanan, keamanan, dan kepatuhan yang menjadi kebutuhan sistem keuangan global,” tutur Chilosi.

Artinya, dunia perbankan tidak mengganti sistem lama. Sebaliknya, SWIFT menghubungkan blockchain dengan infrastruktur pembayaran yang selama ini dipercaya industri keuangan sehingga proses transisi menjadi jauh lebih aman dan realistis.

Bank Dunia Bersiap Menyambut Era Pembayaran 24/7

Sebanyak 17 bank telah bergabung sebagai peserta awal implementasi ekosistem blockchain yang dikembangkan oleh SWIFT. Daftar tersebut mencakup ANZ, BNP Paribas, BNY, Citi, DBS, HSBC, Standard Chartered, UBS, Wells Fargo, dan sejumlah bank lainnya.

Mayoritas bank menilai proyek ini sebagai fondasi pembayaran lintas negara yang benar-benar real-time, sekaligus diyakini mampu mempercepat transaksi, meningkatkan efisiensi likuiditas, dan memberikan visibilitas arus kas yang lebih baik bagi nasabah korporasi.

BACA JUGA:  LG Pilih Arbitrum untuk Kembangkan Platform Periklanan Blockchain

“Ini merupakan tonggak penting dalam evolusi pembayaran lintas negara sekaligus langkah positif untuk mewujudkan sistem pembayaran yang mengikuti kebutuhan bisnis nasabah, yakni real-time, lintas zona waktu, dan tanpa batasan jam,” tutur Head of Global Payments Solutions HSBC, Manish Kohli.

Peluncuran blockchain-based ledger SWIFT menjadi salah satu tonggak penting dalam evolusi sistem pembayaran internasional. Keberhasilan implementasi awalnya dapat mempercepat adopsi teknologi blockchain di industri perbankan global.

Jika berjalan sesuai rencana, inovasi ini berpotensi besar membuka jalan bagi pengembangan programmable money, tokenized assets, hingga agentic commerce yang diperkirakan menjadi fondasi baru ekonomi digital dalam beberapa tahun mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait