Syarat Bitcoin Agar Tak Terjerembab ke 66 Ribu Dolar

Bitcoin (BTC) kembali berada dalam tekanan setelah anjlok di bawah US$93.000 dan memicu perubahan struktur pasar yang dinilai krusial oleh analis popular Trading Heights.

Berdasarkan metodologi The Wave, penembusan level tersebut menandai dimulainya fase penurunan terminal yang berpotensi menyeret Bitcoin menuju target minimum US$66.000. Pada saat artikel ini disusun, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$87.775, turun 0,11 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 5,51 persen dalam sepekan.

Trading Heights menyebut perubahan ini bukan sekadar koreksi teknikal, melainkan pergeseran struktur tren BTC yang dapat menentukan arah pasar dalam beberapa pekan ke depan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Penembusan di bawah US$93.000 mengonfirmasi awal penurunan terminal terakhir,” ungkap Trading Heights.

Struktur gelombang terbaru menunjukkan bahwa lonjakan harga dari US$80.000 ke US$125.000 sebelumnya merupakan bagian dari wave-b:3, sementara konsolidasi yang terjadi merupakan Terminal c:5. Penurunan yang berlangsung saat ini disebut sebagai penurunan impulsif pertama setelah pola terminal terbentuk.

BACA JUGA:  Waspada! Pola Bear Market Bitcoin 2014 Muncul Lagi di 2026

Peluang Penurunan Bitcoin dan Risiko Koreksi Lanjutan

Menurut pembacaan The Wave, kegagalan Bitcoin untuk segera merebut kembali level US$93.000 akan meningkatkan kecepatan penurunan menuju dua zona utama.

Target awal berada di US$75.000, yang dinilai sebagai area psikologis dan struktural kuat, sebelum menuju target utama US$66.000 sebagai syarat penyelesaian pola FLAT.

Trading Heights menegaskan bahwa BTC menuju US$66.000, kecuali jika segera mencapai US$93.000, menandai urgensi pemulihan level tersebut.

Pandangan bearish juga datang dari analis on-chain Ali Martinez, yang menyoroti potensi terbentuknya pola bearish flag.

Dalam proyeksinya, pola tersebut dapat membuat Bitcoin melanjutkan penurunan menuju kisaran US$79.000. Sinyal ini memperkuat kekhawatiran pasar mengenai tekanan lanjutan jika momentum pemulihan tidak muncul dalam waktu dekat.

Trading Heights menambahkan bahwa setiap reli jangka pendek kini berpotensi menjadi peluang short selama struktur tren belum pulih.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Fase Kapitulasi, Level US$74.000 Jadi Kunci

Selain itu, volatilitas diperkirakan meningkat tajam dengan potensi likuidasi besar pada rentang US$88.000 hingga US$75.000, seiring beralihnya pasar ke fase korektif.

Respons Pasar dan Aktivitas Investor Besar

Di tengah tekanan teknikal, aktivitas investor besar kembali menjadi perhatian. Sosok yang dikaitkan sebagai triliuner kripto, Justin Sun, disebut telah membeli Bitcoin senilai US$150 juta.

Sun, yang disebut-sebut kerap menemukan setiap dip, diyakini sebagian pelaku pasar sebagai indikasi bahwa Sun melihat peluang pembalikan tren.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait motif pembelian tersebut, dan pasar masih menunggu apakah aktivitas investor besar mampu memengaruhi arah jangka pendek Bitcoin.

Sementara itu, pelaku pasar ritel menghadapi ketidakpastian tinggi. Penurunan harga dalam sepekan terakhir menegaskan melemahnya momentum bullish yang sempat mengangkat BTC ke level tertinggi tahun ini.

BACA JUGA:  Gelombang Jual Besar Guncang Bitcoin, Sinyal Masuk Fase Kapitulasi

Secara teknikal, struktur terminal yang diidentifikasi The Wave menunjukkan bahwa fase bull telah berakhir dan pasar memasuki tahapan korektif.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia